Pasukan koalisi berkonvoi ke Kuwait City, Maret 1991 (The Telegraph)

Tanggal ini tahun 1892 merupakan hari menentukan dalam sejarah eskalator, ketika George Wheeler mematenkan prototipe eskalator pertama. Ini pada dasarnya meneruskan apa yang pernah ditemukan oleh Nathan Ames pada 9 Maret 1859 yang disebut dengan “revolving stairs”. Peristiwa penting lainnya yang terjadi hari ini adalah Adolf Hitler diangkat sebagai “Fuhrer” pada 1934. Sedangkan pada 1990, Presiden Irak Saddam Husein menginvasi Kuwait sehingga memberi alasan bagi AS untuk menjatuhkannya.

Pada 2 Agustus 1990, Presiden Irak, Saddam Husein memerintahkan tentaranya menyerang Kuwait, yang segera dapat diduduki. Namun Saddam mungkin lupa, negeri kecil tetangganya ini adalah sekutu erat sang polisi dunia, Amerika Serikat.

Dengan mengatasnamakan masyarakat internasional, pasukan gabungan yang dipimpin AS pun meluncurkan operasi militer. Pasukan Saddam pun hengkang dari negara kecil kaya minyak itu secepat mereka mendudukinya, dan menimbulkan prahara perang saudara yang masih mengepul hingga kini, bahkan untuk kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Postcomended   21 Desember dalam Sejarah: Teka Teki Silang Pertamakali Diterbitkan di "New York World"

Kekesalan Saddam pada Kuwait mungkin cukup beralasan, ketika negeri ini meningkatkan produksi  minyaknya untuk merugikan negara produsen minyak lainnya. Kuwait membanjiri pasar dengan kelebihan barel dan menekan harga.

Para tetangga meminta Kuwait segera menghentikan surplus produksi ini, tidak peduli berapa pun biayanya. Namun Kuwait seperti tidak memedulikan seruan tersebut, dia terus saja memroduksi minyak. Hingga muncullah pemikiran di kepala Presiden Irak, Saddam Hussein, bahwa sudah waktunya memberi pelajaran pada tetangga kecilnya di selatan ini –tanpa mempertimbangkan kekuatan dunia yang tak menyetujui sikap tirannya terhadap Kuwait.

Pada 7 Agustus, Presiden AS, George Bush, bahkan mengirim pasukan untuk melindungi sekutu dekat lainnya di Timur Tengah, Arab Saudi, dengan membaptis misi Operasi Desert Shield, dan ia hanya perlu beberapa bulan untuk membentuk koalisi internasional yang mampu menyerang jika diperlukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berulang kali menuntut agar pasukan Irak mundur dari Kuwait, tetapi Saddam mengabaikan seruan itu. Sikap bebal Saddam mungkin ditunggu-tunggu AS, yang kemudian mengganjar kebandelannya dengan mengerahkan pasukan internasional dalam Operasi Badai Gurun.

Postcomended   26 Oktober dalam Sejarah: Gunung Merapi Meletus Menewaskan 300-an Jiwa Termasuk Sang Kuncen

Pada 17 Januari 1991, koalisi internasional meluncurkan serangan udara pertamanya di Baghdad. Dalam waktu lima minggu, lebih dari 100 serangan udara dilancarkan, sebelum kemudian diikuti koalisi pasukan di darat yang merangsek ke Irak dan Kuwait pada 24 Februari. Di darat, pasukan internasional hanya bertemu dengan sangat sedikit perlawanan, dan lima hari kemudian pasukan Saddam benar-benar dikalahkan.

Selama 12 tahun sejak negeri “1001 Malam” ini dikuasai pasukan koalisi, Irak benar-benar hancur. Selama itu pula Saddam Husein bersembunyi dari kejaran AS karena pasukan negeri Paman Sam ini tidak pernah benar-benar mau hengkang lagi ke negerinya sejak saat itu.

Peristiwa runtuhnya Menara WTC 9/11 yang dituduhkan presiden pengganti George Bush yang adalah anaknya, George W.Bush, kepada Saddam, memberi alasan bagi AS untuk kembali menginvasi Irak, hingga berhasil menangkap Saddam di lubang persembunyiannya pada 2003.

Postcomended   Tesla Andalkan Arab Saudi untuk Cabut dari Bursa Efek

Anehnya, Saddam tidak pernah sempat diadili ihwal menyimpan senjata biologis yang dijadikan alasan AS menangkapnya. Dia keburu divonis mati untuk pembantaian 148 warga Syiah pada 1980. (***/deutschewelle/elevatorworld)

 

 

Share the knowledge