Internasional

2 Juli dalam Sejarah: Nostradamus Meninggal Dunia Sesuai Ramalannya Sendiri

Share the knowledge

 

Nostradamus (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ASzjW2-XYII)

Nostradamus (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ASzjW2-XYII)

Pada tanggal ini tahun 1566, ahli nujum besar Abad Pertengahan, Michel de Nostredame, atau lebih dikenal dengan nama Latinnya, Nostradamus, meninggal di Salon, Prancis. Tanggal kematiannya ini disebut sesuai dengan ramalannya sendiri.

Mistikus, dokter, ahli nujum, apoteker, dan penulis ini, adalah seorang pemikir bebas meskipun dia meninggal sebagai seorang Katolik. Dilahirkan pada 14 Desember 1503 di St. Remi, Nostradamus adalah putra dari orang tua Yahudi yang dipaksa oleh Inkuisisi untuk mengadopsi Kristen. Inkuisisi adalah pengadilan gereja untuk mengadili segala sesuatu yang danggap bidah kala itu.

Nostradamus tidak hanya belajar matematika, astronomi, astrologi, dan bahasa, tetapi juga lulus dari sekolah kedokteran di Universitas Montpellier. Desakannya pada sanitasi dan air bersih untuk menangkal infeksi akibat wabah “Le Charbon” tampaknya dianggap terlalu sesat bagi Inkuisisi.

Setelah kehilangan istri dan anak pertamanya akibat wabah tersebut, Nostradamus menghindari para Inkuisitor dengan berkeliaran di Prancis dan Italia selama beberapa tahun. Kebanyakan cendekiawan berpikir Nostradamus mencari hiburan dalam seni mistis karena kehilangan keluarganya, itulah sebabnya dia mulai meramal.

Pada 1547, Nostradamus menetap di Salon, menikahi seorang janda kaya bernama Anne Ponsarde Gemelle, dan menukar caduceus (lambang kedokteran) medisnya dengan jubah seorang peramal. Dia mulai menerbitkan almanak tahunan pada 1550, dan, dengan keberanian karena keberhasilannya, akhirnya menyusun karya yang dikenal saat ini, The Prophecies of Michel Nostradamus, diterbitkan pada 1555.

Postcomended   10 Generasi Millenial Indonesia Masuk daftar 30 under 30 Asia Forbes 2018

Menurut sepucuk surat kepada putranya, Cesar –yang menjadi kata pengantar untuk karyanya itu– dia bermaksud agar nubuatnya tidak jelas karena dia takut penganiayaan oleh ulama; meskipun orang mungkin berpendapat bahwa itu seharusnya tidak menjadi masalah bagi seorang pria yang bisa melihat masa depan.

Nubuat Nostradamus diklaim telah meramalkan segalanya mulai dari Louis Pasteur dan teori penyakitnya, pemimpin Prancis Charles de Gaulle, Hitler, hingga ledakan pesawat ulang-alik Challenger dan serangan terhadap World Trade Center dan Pentagon oleh teroris.

Nostradamus menggunakan teknik atau metode yang digunakan para ahli nujum dan astrolog hingga hari ini: kekhasan yang ambigu; istilah yang diciptakan oleh Maziar Yafeh dan Chip Heath dalam ulasan mereka mengenai metode pelihat abad ke-16 (2003).  Maziar Yafeh adalah seorang senior di Universitas Stanford jurusan ekonomi dan psikologi, sedangkann Chip Heath adalah profesor perilaku organisasi.

Postcomended   Orang-orang di Negara Ini Bakal Menjadi yang Hidup Paling Lama di Dunia

Contoh ramalan Nostradamus dengan menggunakan metode tersebut adalah saat dia meramalkan kematian Raja Henry II dari Perancis di usia 40, sebelum meninggal dalam turnamen jousting pada 1559, ketika tanpa sengaja lawan jousting-nya (yang berusia 29) menembus pelindungnya oleh tombak Comte de Montgomery.

Ramalan Nostradamus dalam bentuk Quatrain adalah: 
Singa muda akan mengatasi yang lebih tua (satu),
Di medan pertempuran dalam pertarungan tunggal:
Dia akan menusuk matanya dalam sangkar emas (mereka),
Dua luka (dalam) satu, kemudian (dia) mati, (a) kematian yang kejam.

Banyak penulis menyatakan bahwa nubuat ini membuat Nostradamus terkenal di masa hidupnya, tetapi tentu saja “kekhasannya yang ambigu” menjadikan nubuat itu tidak berarti sampai setelah peristiwa itu erjadi –pada saat itu peristiwa-peristiwa itu sesuai dengan nubuat itu.

Pada tanggal 1 Juli 1566, karena kesehatannya memburuk akibat gout (persendian bengkak dan nyeri) yang berkembang menjadi dropsy (gout berat), Nostradamus meminta seorang pastor untuk mendengarkan pesan terakhirnya. Nostradamus mengatakan kepada sang pastor: “Kamu tidak akan menemukanku hidup saat matahari terbit.”

Postcomended   Ericsson Curi Start Perkenalkan Teknologi 5G

Sesuai ramalannya sendiri itu, Nostradamus meninggal keesokan harinya pada usia 62 tahun. Sebelum kematiannya, Nostradamus berpesan kepada muridnya agar ia dikubur dalam keadaaan berdiri. Dia lalu dikuburkan berdiri di dalam lubang pada dinding Gereja Cordeliers.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top