2 Juni dalam Sejarah: Indonesia Melarang Pemutaran Film “Schindler’s List”

Internasional Lifestyle
Share the knowledge

Pada tanggal ini tahun 1875, Alexander Graham Bell membuat transmisi suara pertama. Temuan Bell ini menjadi cikal bakal pesawat telepon. Di tanggal sama tahun 1989, sebanyak 10.000 tentara Cina diblokade oleh 100.000 warga di Lapangan Tiananmen, Beijing. Warga melindungi para mahasiswa yang berdemonstrasi untuk demokrasi. Pada 1994, lembaga sensor film Indonesia melarang pemutaran film “Schindler’s List”.

Kamis, 2 Juni 1994, Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia memutuskan melarang pemutaran film besutan sutradara kawakan Stephen Spielberg, “Schindler’s List”. Para pemimpin Muslim Indonesia menyambut keputusan tersebut. Namun pihak BSF sendiri menyatakan, bukan masalah anti-semitis atau sentimen keagamaan yang melatarbelakanginya.

Direktur eksekutif LSF, Soekanto, mengatakan, pihaknya melarang pemutaran film pemenang Oscar ini karena mengandung terlalu banyak kekerasan dan ketelanjangan. “Ini murni karena tindakan telanjang dan sadis,” kata Soekanto.

Postcomended   Penjelajah Mars Tangkap Objek Mencurigakan

Dalam wawancara dengan United Press International (UPI), Ahmad Sumargono, Ketua Komite Solidaritas Muslim Dunia (KISDI), menyebutkan, dia sangat bersyukur bahwa film tersebut dilarang. “Itu berarti pemerintah menanggapi aspirasi masyarakat terhadap film ‘Schindler’s List’,” kata Ahmad.

“Saya sepenuhnya setuju dengan para pemimpin (Islam) lainnya –seperti ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasan Basri– dalam tanggapan mereka terhadap film Schindler’s List yang kami inginkan agar film itu dilarang,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, sejak awal pihaknya menentang film ini ditampilkan ke publik di Indonesia karena tidak memiliki keuntungan besar bagi negara.

Postcomended   Sejumlah Spesies Serangga Tercancam Punah dalam Beberapa Dekade Mendatang

“Schindler’s List” mengisahkan seorang industrialis Jerman yang menyelamatkan lebih dari 1.000 karyawan Yahudi-nya dari holocaust Nazi. Film ini memenangkan tujuh Oscar pada Maret 1994, termasuk kategori foto terbaik dan sutradara terbaik untuk Steven Spielberg.

Amblin Entertainment, Studio milik Spielberg, juga telah menarik film ini dari Malaysia karena desakan pemerintah negeri jiran ini bahwa beberapa adegan akan dipotong.(***/onthisday/UPI)


Share the knowledge

Leave a Reply