Internasional

2 Oktober dalam Sejarah: Organisasi Rahasia Katolik Roma, Opus Dei, Didirikan

Pendiri Opus Dei (sumber foto: https://stjosemaria.org/helping-from-heaven-40/)

Pendiri Opus Dei (sumber foto: https://stjosemaria.org/helping-from-heaven-40/)

Pada tanggal ini, tepatnya tahun 1925, sejarah masuknya Ahmadiyah ke Indonesia terekam di Tapaktuan Aceh, ketika Maulana Rahmat Ali tiba di sana dan menjadi mubalig Ahmadiyah pertama di Indonesia. Tanggal ini juga, 1950, komik strip Peanut karya Charles M. Schulz, yang memopulerkan karakter Charlie Brown dan Snoopy, diterbitkan pertama kali. Krisis moneter 1998, memaksa sejumlah bank BUMN demerger menjadi Bank Mandiri pada tanggal ini. Pada 1928, organisasi rahasia dan elitis Katolik, opus Dei, didirikan.

Pada hari in tahun 1928, seorang pendeta muda Katolik Spanyol yang sederhana, Jose María Escriva de Balaguer, mendirikan Opus Dei. Secara awam, Opus Dei dikenal sebagai organisasi Katholik Roma yang dikelola secara rahasia. Warga dunia mengenal nama ini ketika Dan Brown, seorang novelis, mengangkatnya habis-habisan dalam novel “The da Vinci Code”.

Thierry Meyssan, seorang pengamat politik, dalam tulisannya di laman Voltairenet menyebutkan,  Balaguer adalah penasihat spiritual Jenderal Francisco Franco, diktator Spanyol pada masa itu. Sebagai penasihat spiritual Franco dan rasa syukur atas didirikannya Opus Dei, Balaguer memilih dan melatih anggota-anggota elit kediktatoran Franco sampai dia menguasai esensi kekuasaan.

Belakangan, Balaguer dikirim ke Vatikan dan dari sana ia bekerja untuk menyebarkan kekuasaannya ke Amerika Latin. Opus Dei melakukan kampanye besar-besaran untuk menjinakkan para imam Katolik yang dianggap “bersalah” karena menghargai analisis Marxis dan menentang kediktatoran militer atau Katolik.

Postcomended   Studi Forensik Terbaru: "Darah Kain Turin" Diduga Palsu

Disebutkan Thierry, secara resmi Opus Dei hanyalah sebuah organisasi Katolik internasional yang berkutat pada kegiatan spiritual anggotanya. Namun para anggota Opus Dei bukan main-main. Secara umum mereka datang dari kalangan imam, seminaris, dan masyarakat umum, namun di dalamnya ada pemilik perusahaan multinasional besar, tokoh pers dan keuangan, serta kepala negara dan pemerintahan.

Opus Dei, tulis Thierry, menuntut disiplin dan kepatuhan penuh para anggotanya. Selain itu, meskipun berpura-pura mengabaikan aktivitas politik “pribadi” mereka, Opus Dei dapat menggunakannya untuk memaksakan nilai-nilainya kepada masyarakat.

Dikutip dari laman BBC, Opus Dei beranggotakan sekitar 85.000 anggota di seluruh dunia.
Anggotanya didorong untuk mempromosikan iman mereka melalui pekerjaan profesional dan kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut Thierry, keberhasilan Opus Dei masuk ke dalam lingkaran dalam Jendral Franco dengan memilih dan melatih para anggota elit kediktatoran Spanyol untuk mengendalikan esensi kekuasaan, memberikan hasil ketika pada 1960, pemerintah pro-Franco, Laksamana Carero Blanco, meloloskan 12 dari 19 meteri yang berasal dari anggota Opus Dei.

Meskipun Balaguer tidak memiliki tanggung jawab langsung dalam pemerintahan, “Bapak” Balaguer tidak pernah berhenti memberikan sarannya kepada sang Jendral. Dialah yang merekomendasikan pembentukan kembali monarki hak ilahi, lalu memproklamasikan Franco sebagai presiden seumur hidup.

Postcomended   20 Juli dalam Sejarah: Edema Otak Membuat Bruce Lee Menyerah pada Hidup

Namun itu tidak gratis. Balaguer berharap dia akan diproklamasikan sebagai “regent” setelah kematian Caudillo. Untuk tujuan itu, ia sendiri telah memuliakan dirinya sendiri pada 1968 sebagai Monsignor Escriva de Balaguer, Marquis of Peralta. Namun, rencana tersebut berubah, pasalnya pada tahun berikutnya Franco menunjuk Pangeran Juan Carlos I dari Borbon untuk menggantikannya.

Akan tetapi Balaguer punya ambisi lain. Pada akhir Perang Dunia II, dia melakukan perjalanan ke Roma dan, di sana dia mencoba mengonsolidasikan dan memperluas kekuasaannya ke Amerika Latin. Oratorium dan kapel Opus Dei dipasang di kedutaan Spanyol, sesuatu yang akan memfasilitasi kontak di antara para elit lokal. Balaguer juga memberikan nasehat rohani kepada mereka yang ingin memerangi Komunisme dan untuk memperkuat iman Katolik di negara mereka.

Balaguer sebenarnya ingin menyebarkan “pekerjaan”-nya di Eropa, tetapi isolasi diplomatik Spanyol ketika itu membatasi dirinya. Tujuannya adalah untuk menciptakan lagi anti-Komunis Internasional seperti yang diciptakan oleh Franco, Benitto Mussolini (diktator Italia) dan pemimpin Jerman Adolf Hitler, selama perang saudara Spanyol, berharap ini akan dapat mendukung pembangunan Eropa.

Postcomended   28, 29, 30 Agustus: Referendum Bikin Timor Timur Lepas dari Indonesia

Balaguer meninggal pada 1975, namun Opus Dei-nya bertahan subur hingga hari ini. Salah satu dampak pengaruhnya yang tinggi terlihat tiga tahun kemudian, yakni 1978. Mengambil keuntungan dari intrik yang melumpuhkan Kolese Suci, Opus Dei berhasil meyakinkan para kardinal untuk memilih salah satu pengkhotbahnya sebagai Paus: uskup agung Cracow, Karol Wojtyla, dikenal sebagai John Paul II. Sejak saat itu, Opus Dei mampu menggunakan perangkat diplomatik Vatikan dan reorganisasi agama Gereja Katolik demi keuntungannya sendiri.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top