20 Juli dalam Sejarah: Dengan Kaki Kirinya, Neil Armstrong Jadi Orang Pertama yang Injak Bulan

20 Juli dalam Sejarah: Dengan Kaki Kirinya, Neil Armstrong Jadi Orang Pertama yang Injak Bulan

Internasional
Share the knowledge

Pada tanggal ini, 1969, dari jarak sekitar 386 km dari Bumi, Neil Armstrong berkata: “Itu satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.” Kalimat itu dinyatakan Armstrong saat mendapat kehormatan menjadi orang pertama yang menginjak Bulan.

Armstrong diberi karpet merah untuk menjadi astronot pertama yang menginjakkan kaki di Bulan karena dia adalah komandan misi Apollo 11. Menyusul di belakang Armstrong menginjakkan kaki di Bulan adalah Edwin “Buzz” Aldrin yang menjadi pilot modul Bulan, sedangkan astronot ketiga adalah Michael Collins, pilot modul komando.

Saat Aldrin bergabung di permukaan Bulan, foto pertama di Bulan diambil. Mengutip The History Channel, mereka lalu berbicara dengan Presiden AS saat itu, Richard Nixon, melalui komando pusat di Houston.

Upaya Amerika Serikat (AS) mengirim astronot ke Bulan berawal dari pernyataan Presiden John F. Kennedy di Kongres pada 25 Mei 1961: “Saya percaya bangsa ini harus berkomitmen untuk mencapai tujuan –sebelum dekade ini berlalu–mendaratkan seorang pria di bulan dan mengembalikannya dengan selamat ke Bumi.”

Postcomended   Diwarnai Penentangan Gereja, Taiwan Pertama di Asia Legalkan Pernikahan Sejenis

Saat itu, di era perang dingin, AS masih tertinggal dari Uni Soviet dalam mengembangkan misi ruang angkasa. Pada 1966, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) melakukan misi Apollo tak berawak pertama. Namun misi Apollo sebelum sukses mendaratkan orang di Bulan, diwarnai tragedi.

Pada 27 Januari 1967, saat uji peluncuran pesawat ruang angkasa Apollo dan roket Saturnus di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, terjadi insiden kebakaran. Tiga astronot tewas dalam kebakaran itu.

NASA dan ribuan karyawannya tidak menyerah. Pada Oktober 1968, Apollo 7, misi Apollo berawak pertama, mengorbit Bumi dan berhasil menguji banyak sistem canggih yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dan pendaratan di Bulan.

Pada Desember tahun yang sama, Apollo 8 membawa tiga astronot ke sisi gelap bulan dan berhasil kembali. Pada Maret 1969, Apollo 9 menguji modul Bulan untuk pertama kalinya saat berada di orbit Bumi. Dua bulan kemudian, tiga astronot Apollo 10 mengorbit di sekitar Bulan untuk survei rencana pendaratan hari ini.

Postcomended   Teknologi “Augmented Reality” Bikin Rivalitas Apple dan Google Memanas #suruhgoogleaja

Armstrong, Aldrin, dan Collins, lepas landas di dalam Apollo 11, dengan diangkut roket Saturn V –roket terkuat yang pernah dibuat NASA– dari Kennedy Space Center. Empat hari kemudian, Armstrong menanamkan kaki kirinya di atas permukaan abu-abu Bulan yang halus, mengambil langkah maju dengan hati-hati. Pilot penelitian sipil berusia 38 tahun ini pun mencatat sejarah sebagai manusia pertama yang menginjak Bulan.

“Buzz” Aldrin kemudian bergabung dengan Armstrong. Bersama-sama mereka mengambil foto-foto medan Bulan, menanam bendera AS, menjalankan beberapa uji ilmiah sederhana, dan berbicara dengan Presiden Nixon.

Di antara benda-benda yang ditinggalkan memreka di permukaan bulan adalah sebuah plakat yang berbunyi: “Di sini orang-orang dari planet Bumi pertama kali menginjakkan kaki di bulan –Juli 1969 Sesudah Masehi– Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia.”

Pada pagi  22 Juli, Apollo 11 memulai perjalanan pulangnya, dan mendarat dengan selamat di Samudera Pasifik pada 24 Juli malam

Program Apollo secara keseluruhan, menurut laman History, adalah upaya mahal dan padat karya; melibatkan sekitar 400.000 insinyur, teknisi, dan ilmuwan, dan menelan biaya 24 miliar dollar AS (hampir 100 miliar dollar AS saat ini). Pengeluaran sebesar itu diakui sebagai upaya mengalahkan Soviet ke Bulan.***


Share the knowledge

Leave a Reply