Internasional

20 Juni dalam Sejarah: Rusia Resmi Menjual Alaska kepada Amerika

“kwitansi” jual beli Alaska dari Rusia ke AS (it.wikipedia.org)

Pada tanggal ini tahun 1840, Samuel Morse mematenkan telegraf. Tanggal ini pada tahun 1967 juga mencatat kejadian ketika Mohammed Ali (Cassius Clay) dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena menolak ikut wajib militer dalam Perang Vietnam. Pada tanggal sama, 1867, wilayah beku Alaska resmi dijual kepada Amerika Serikat.

 

 

Untuk pertama kalinya bendera Amerika Serikat (AS) berkibar di Alaska pada 20 Juni 1867. Peristiwa ini menandai terjualnya suatu wilayah yang sangat besar di wilayah utara tersebut dari Rusia ke AS.

Terpisah dari ujung timur jauh kekaisaran Rusia dengan Selat Bering yang sempit, orang-orang Rusia adalah orang Eropa pertama yang secara signifikan mengeksplorasi dan mengembangkan Alaska.

Selama awal abad ke-19, Perusahaan Rusia-Amerika yang disponsori negara mendirikan pemukiman Sitka dan memulai perdagangan bulu yang menguntungkan dengan penduduk asli Amerika. Namun pemukiman Rusia di Alaska tetap kecil, tidak pernah lebih dari beberapa ratus orang.

Pada 1860-an, Perusahaan Rusia-Amerika ini telah menjadi tidak menguntungkan. Dihadapkan pada keharusan menyubsidi perusahaan tersebut jika kehadiran Rusia yang aktif di wilayah itu ingin dipertahankan, Tsar dan menterinya memilih menjual wilayah tersebut kepada Amerika.

Melihat wilayah raksasa Alaska sebagai kesempatan untuk dengan murah memperluas ukuran negara, William H. Seward, sekretaris kenegaraan Presiden Andrew Johnson, pindah untuk mengatur pembelian Alaska.

Dia setuju membayar hanya 7 juta dolar AS (setara sekitar Rp 95 miliar dengan kurs saat ini) untuk tanah seluas 591.000 mil persegi, setara dua kali ukuran Texas dan hampir seperlima wilayah Amerika Serikat.

Sebagian besar orang Amerika mengakui bahwa Seward telah membuat kesepakatan cerdas dengan Pembelian Alaska. Namun, beberapa kritikus yang kurang informasi tidak melewatkan kesempatan untuk menggoyang pemerintahan Johnson dengan mengolok-olok bahwa pembelian Alaska itu sebagai “Seward’s Folly” dan “Seward’s Icebox”.

Lawan Johnson sempat berhasil menunda persetujuan atas kelayakan harga 7 juta dolar AS tersebut. Tetapi setelah setahun bertengkar, Kongres menyetujui pembelian itu, dan Rusia secara resmi mengalihkan kendali atas tanah di utara yang luas itu ke AS.

Dalam beberapa dekade, Alaska akan terbukti menjadi harta karun yang luar biasa dari sumber daya alam mulai emas hingga minyak, membuktikan kebijaksanaan Seward dan mengungkap kepicikan orang-orang yang pernah mengolok-olok pembelian itu.(***/history/onthisday)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top