Sir Arthur C Clarke - Telegraph The Telegraph460 × 288Search by image Arthur C Clarke

Sir Arthur C Clarke – Telegraph The Telegraph460 × 288Search by image Arthur C Clarke

Hari ini, 1984, sejumlah pelaku teknologi mendirikan lembaga bernama SETI, kependekan dari Search for ExtraTerrestrial Intelligence. Lembaga ini didirikan sebagai upaya ilmiah untuk menemukan kehidupan cerdas di tempat lain di alam semesta, terutama dengan mencoba menemukan sinyal radio. Para pendirinya antara lain Arthur C. Clarke; co Microsoft, Paul Allen; pendiri Intel, Gordon Moore; dan pendiri Hewlett-Packard, David Packard dan William Hewlett.

Salah satu latar belakang didirikannya SETI, dikutip techtarget.com, adalah pengalaman Cornell Frank Drake, seorang astronom, yang diakui sebagai orang pertama yang “mendengarkan” sinyal cerdas dengan menggunakan teleskop radio pada tahun 1960.

Proyek Institut SETI di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (AS) ini, menggunakan komputer untuk mencari sekitar 1.000 bintang dalam jarak 200 tahun cahaya dari tata surya kita untuk sinyal radio yang berkedip-kedip ke arah Bumi atau lokasi lainnya.

Postcomended   9 November dalan Sejarah: Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, Dieksekusi Mati

Teleskop radio sepanjang 140 kaki milik Proyek Phoenix yang terletak di Green Bank, Virginia Barat, ini, menuju pada satu bintang pada suatu waktu, sementara komputer yang dipantau astronom mencari setiap 1.000 band dari 1.000 sampai 3.000 MHz untuk sebuah sinyal yang terbatas pada kisaran narrowband.

Narrowband, sebut situs Telko.id, adalah saluran komunikasi data pita sempit yang sering diumpamakan sebagai suatu koneksi internet melalui saluran telepon yang hanya mempunyai kecepatan koneksi rendah ke internet dengan modem Dial-Up sebesar 56 Kbps.

 

Para ilmuwan percaya bahwa sebuah sinyal yang terfokus pada pita frekuensi sempit akan terkait pada sebuah sumber yang cerdas. Disebutkan bahwa sekitar dua pertiga dari 1.000 bintang pertama telah dicari, namun tak berhasil menemukan sinyal yang diinginkan.

Akan tetapi ada lebih dari 400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti ini, sehingga penelitian bisa berlangsung cukup lama. Para direktur proyek ini meminta sukarelawan untuk membantu menganalisis data teleskop radio di komputer rumah mereka masing-masing.

Postcomended   18 Juli dalam Sejarah: Adolf Hitler Terbitkan Manifesto Politiknya dalam "Mein Kampf"

Salah satu contoh hasil kerja penelitian SETI adalah ketika pada September 2016, satu kelompok astronom internasional mendeteksi sinyal radio yang disebut berasal dari Bintang HD 164565. Bintang itu berjarak 94 tahun cahaya yang ditemukan astronom Rusia.

Dilansir CNN, sekelompok peneliti SETI yang dipimpin oleh N.N. Brusilov menyebut sinyal yang terpancar dari bintang tersebut tergolong kuat. Brusilov memperkirakan, jika sinyal tersebut berasal dari suar radio isotropik dan multiarah, sinyal itu dihasilkan oleh peradaban Kardashev Tipe II.

Tipe peradaban ini merupakan klasifikasi sebuah peradaban alien yang memanfaatkan hampir 100 persen potensi energi bintangnya.

Namun jika sinyal ini ditargetkan langsung ke tata surya, lanjut Brusilov, maka peradaban tersebut tergolong sebagai peradaban Kardashev Tipe I. Sebuah peradaban yang mampu mengeksploitasi hampir seluruh potensi energi dari planet yang mereka tempati.

Postcomended   28 Oktober dalam Sejarah: Pejabat Kolonial Belanda Sempat Meremehkan Sumpah Pemuda

Namun tak sedikit peneliti yang meraguan keberadaan HD 164565. Misalnya saja astronom Prancis, Jean Schneider. Bisa saja kata Jean, sinyal yang tertangkap itu berasal dari gelombang radio yang menguat berkat proses mikrolensa gravitasi.***

 

Share the knowledge