Loading...
Internasional

2025 Badan Antariksa Eropa Berniat Menambang Air dan Oksigen di Bulan

Share the knowledge

 

Amerika bisa menjadi yang pertama menjejakkan kaki di Bulan, Cina boleh mencapai sisi terjauh Bulan, namun air dan oksigen di Bulan adalah milik Eropa (https://www.youtube.com/watch?v=JtzCaLE4Si4)

Amerika bisa menjadi yang pertama menjejakkan kaki di Bulan, Cina boleh mencapai sisi terjauh Bulan, namun air dan oksigen di Bulan adalah milik Eropa (https://www.youtube.com/watch?v=JtzCaLE4Si4)

Badan Antariksa Eropa berencana memulai penambangan air dan oksigen di bulan pada 2025. Jika berhasil, mereka berharap dapat tinggal lebih lama di Bulan dan masuk lebih dalam lagi ke kedalaman ruang angkasa.

Badan ini mengumumkan Senin (21/1/2019) bahwa pihaknya telah menyetujui kontrak 1 tahun dengan satu perusahaan dirgantara Eropa, ArianeGroup, yang akan mengeksplorasi regolith pertambangan atau yang juga dikenal sebagai tanah bulan atau debu bulan.

“Air dan oksigen dapat diekstraksi dari regolith, yang membuat lebih mudah bagi manusia untuk menghabiskan waktu di bulan di masa depan,” menurut ArianeGroup.

Postcomended   Uniknya Pertemuan Romawi dan Ottoman Membuat Kota Ini Didapuk Sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa

Penelitian ini juga dapat memungkinkan untuk memproduksi bahan bakar roket di bulan, sehingga, kata perusahaan dirgantara ini, memungkinkan ekspedisi masa depan untuk masuk lebih dalam lagi ke ruang angkasa.

“Penggunaan sumber daya ruang angkasa dapat menjadi kunci untuk eksplorasi Bulan berkelanjutan,” kata David Parker, Direktur ESA untuk Eksplorasi Manusia dan Robot, dalam sebuah penemuan.

Regolith adalah lapisan tanah yang terbuat dari permukaan, yang kaya akan oksida besi. Dan mungkin untuk mengekstraksi oksigen dalam jumlah besar yang terperangkap di dalam material tanah, kata para ilmuwan.

“Studi ini adalah bagian dari rencana eksplorasi ESA untuk membuat Eropa menjadi mitra dalam eksplorasi global dalam pembahasan berikutnya,” kata Parker.

Postcomended   Mansoori, Orang Arab Pertama yang Capai Stasiun Luar Angkasa Internasional

Misi ini akan menjadi kolaborasi antara peneliti dan teknisi di Prancis, Jerman, dan Belgia. Proyek ini sekarang dalam penelitian, dengan para peneliti berharap dapat menggunakan roket Ariane 64 di tahun-tahun mendatang untuk mengirim peralatan penambangan ke bulan.

Pengumuman itu bertepatan dengan gerhana bulan yang terjadi pada 21 Januari lalu, yang membuat para pemburu bintang di seluruh dunia mengamati fenomena “bulan serigala merah super darah”. Proyek ini juga merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperingati 50 tahun langkah pertama umat manusia di bulan.***

Postcomended   Langit Malam Ini Bakal Meriah oleh Prosesi Benda-benda Langit
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top