Pada tanggal ini tahun 1937, novel “The Hobbit” karya J. R. R. Tolkien diterbitkan di London, Inggris. Sementara itu di Manila, Filipina, 11 tewas dalam demonstrasi anti Marcos pada 1983, menyusul insiden tokoh oposisi Benigno Aquino Jr yang ditembak mati saat turun dari pesawat, dan kondisi resesi yang kian parah. Di tanggal sama tahun 1995, India nyaris lumpuh ketika jutaan umat Hindu menyemut menuju lokasi patung Ganesa yang dapat menyeruput susu.

Pada tanggal ini tahun 1995, jutaan umat Hindu di seluruh dunia dicengkeram oleh laporan patung-patung gajah Ganesa di New Delhi, India, yang meminum susu. Patung-patung yang dianggap dewa Hindu itu seperti menyeruput susu yang berada di dalam sendok yang didekatkan tepat di bagian mulut patung tersebut.

Peristiwa ini bertepatan dengan festival Hindu tahunan untuk menghormati dewa Hindu tersebut. Menawarkan makanan dan minuman antara lain susu kepada para dewa adalah bagian integral dari ritual Hindu.

Laman BBC melaporkan, kerumunan besar orang-orang antri di kuil-kuil untuk mencoba melihat sekilas apa yang dipercayai banyak orang sebagai mukjizat ini. Di seluruh dunia, berita ini dengan cepat menyebar ke komunitas Hindu lainnya seperti api, dari mulut ke mulut, dan melalui telepon jarak jauh. Tak hanya di India, antrean juga dilaporkan di kuil-kuil Hindu di Inggris.

Namun, kebanyakan surat kabar bersikap sinis dalam laporan mereka tentang patung Ganesa yang minum susu tersebut, dan fenomena jutaan pemuja yang berbaris dengan sabar di kuil-kuil di seluruh negeri.

Postcomended   19 Oktober dalam Sejarah: Obat Tuberkulosis Ditemukan, Diwarnai Kontroversi Penemunya

Seminggu setelah festival tersebut, dilansir laman Ipsnews, perdebatan agama dan politik yang serius ihwal patung tersebut meledak: apakah negara itu menyaksikan keajaiban ilahi, ilmu fisika dasar, atau tipuan biasa?

Di India, tulis Ipsnews, sudah biasa jika masalah agama dikaitkan erat dengan politik. Para pengamat yakin bahwa isu patung Ganesa yang minum susu berserta kehebohannya ini dapat memengaruhi pemilu tahun depan dan mengubah banyak kasta Hindu satu sama lain, dan melawan minoritas Muslim. Hindu membentuk lebih dari 70 persen populasi di India.

Organisasi Hindu radikal yang kuat secara politik, yang bersekutu dengan partai oposisi utama India Bharatiya Janata Party (BJP), menyatakan dewa-dewa peminum susu sebagai “mukjizat” yang meramalkan fajar abad Hindu.

Partai Kongres yang berkuasa lebih skeptis, dengan salah satu pemimpin mereka menyebut peristiwa ini sebagai “gimmick”. Ini adalah pernyataan yang berisiko, karena BJP adalah saingan utama Kongres dalam pemilihan tahun depan dan jutaan umat Hindu cenderung sangat tidak senang dengan seseorang yang menolak keagungan agama.

Postcomended   Dr Zakir Naik Kehilangan Kewarganegaraan dalam Pelariannya

Partai Hindu ekstrim seperti Vishwa Hindu Parishada sementara itu mengklaim bahwa patung dewa yang minum susu adalah sebuah nubuatan bahwa India harus menjadi negara “Hindu murni”; pernyataan yang dianggap sebagai ancaman oleh Muslim, Sikh, dan Kristen di negara itu.

Psikiater dan ilmuwan menjelaskan fenomena ini sebagai histeria massa sederhana, yang dipicu oleh fenomena fisik yang mudah dijelaskan. Sebuah organisasi rasionalis telah menawarkan hadiah sebesar 100.000 rupee (3.200 dolar) kepada siapa saja yang dapat membuktikan bahwa patung minum susu itu hanya tipuan.

Pelajaran Fisika Sekolah Menengah

Satu tulisan di laman Imsc.res.in, yang dutulis T. Jayaraman dari The Institute of Mathematical Sciences yang beralamat di C.I.T. Kampus, Madras-600 113, India, kira-kira menyatakan bahwa fenomena patung Ganesa minum susu tersebut adalah pelajaran fisika sekolah menengah yang dapat diakses oleh anak laki-laki atau perempuan di sekolah.

Jayaraman mengatakan, setelah mengamati gambar-gambar televisi yang muncul terkait fenomena tersebut adalah lebih dari cukup baginya untuk menarik kesimpulan. “Saya menyaksikan demonstrasi luar biasa yang dipersiapkan oleh T.V. Venkateswaran dari Forum Sains Tamil Nadu; organisasi sains populer terkemuka di Tamil Nadu,” tulis Jayaraman.

Menurutnya, semua ‘saksi mata’ lain yang terkait dengan fenomena ini, seperti kisah-kisah Ganesa yang mengonsumsi susu dalam jumlah besar, membuat (efek) suara-suara mengisap yang keras, dan kemudian menghentikan minum susu, harus dimasukkan ke dalam fantasi belaka.

Postcomended   Penamaan "Laut Natuna Utara" Bikin Beijing Gerah

Di India, kata Jayaraman, di mana ada banyak sekali orang yang buta huruf atau memiliki akses yang sangat kecil terhadap pendidikan sains apa pun, ruang untuk membodohi orang-orang yang terdidik juga diambil oleh “keajaiban” ini.***

Share the knowledge