22 Desember dalam Sejarah: Dihukum Mati, Novelis Ini Lolos dari Regu Tembak di Menit Terakhir

Internasional
Share the knowledge

Fyodor Dostoevsky quote: What is hell? I maintain that it is the ... AZ Quotes Fyodor Dostoevsky quote: What is hell? I maintain that it is the suffering.
Fyodor Dostoevsky quote: What is hell? I maintain that it is the … AZ Quotes Fyodor Dostoevsky quote: What is hell? I maintain that it is the suffering.

Aktivis antipemerintah Rusia yang terkait dengan kelompok intelektual radikal, Fyodor Dostoevsky (1821-1881), sudah berada di depan regu tembak. Namun di menit-menit terakhir, eksekusi dibatalkan. Ini terjadi pada hari ini tahun 1849.

Sebulan sebelumnya, tepatnya 16 November, pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman mati kepada Dostoevsky karena aktivitas radikal antipemerintahnya yang membuat pemerintah monarki saat itu gerah.

Namun pembatalan hukuman ini tak membuatnya dibebaskan. Dia dikirim ke kamp kerja paksa Siberia, tempat ia bekerja selama empat tahun. Ia dibebaskan pada 1854 dan bekerja sebagai seorang prajurit di perbatasan Mongolia.

Dilansir laman History, Dostoevsky adalah anak seorang dokter di Rumah Sakit untuk Kaum Miskin di Moskow, tempat ia tumbuh cukup kaya untuk membeli tanah dan budak. Setelah kematian ayahnya, Dostoevsky, yang menderita epilepsi, belajar teknik militer dan menjadi pegawai negeri sambil diam-diam menulis novel.

Novelnya yang pertama, Poor People, cukup sukses. Namun yang kedua, The Double, gagal. Keduanya diterbitkan pada tahun 1846.

Postcomended   Sampah Bahan Kimia hingga Ban Mobil Berkelana hingga Ujung Bumi

Bersamaan dengan minatnya menulis novel, Dostoevsky mulai berpartisipasi dalam kelompok diskusi intelektual radikal yang disebut Lingkaran Petrashevsky. Kelompok itu dicurigai melakukan kegiatan subversif, yang membuatnya ditangkap pada 1849 dan dijatuhi hukuman mati.

Sekembalinya dari tugas keprajuritannya setelah lolos dari hukuman mati, dia menikahi seorang janda dan kembali ke Rusia pada 1859. Tahun berikutnya, ia mendirikan majalah dan dua tahun setelah itu melakukan perjalanan ke Eropa untuk pertama kalinya.

Pada 1864 dan 1865, istri dan saudaranya meninggal, majalahnya gulung tikar, dan Dostoevsky mendapati dirinya dibelit segunung hutang yang diperburuk oleh judi.

Bangkit dari keterpurukan, pada 1866 dia menerbitkan Crime and Punishment, salah satu karya tulisnya yang paling populer. Pada 1867, ia menikah lagi dengan seorang stenographer. Masih belum pulih benar dari masalah keuangan, pasangan ini melarikan diri ke Eropa untuk bersembunyi dari kreditornya.

Postcomended   Dua Lusin Negara Telah Usir 150 Diplomat Rusia, Rusia Siap Membalas

Pada 1872, novelnya The Possessed (1872) sukses di pasaran. Kembali ke St. Petersburg, Dostoevsky menerbitkan The Brothers Karamazov pada 1880 yang juga sukses di pasaran.

The Brothers Karamazov bahkan dianggap sangat mempengaruhi perkembangan kesusastraan Eropa abad ke-20. Karya terakhirnya ini dianggap banyak kritikus sebagai karya sastra terbaik yang pernah dia ciptakan.

Penggambarannya mengenai “setan” di novel psikologis ini disebut sangat memengaruhi pemikiran masyarakat Eropa pada saat itu. Kritikus menilai, nilai-nilai psikologis yang terdapat dalam novel ini bersumber dari penderitaan dan tragedi hidupnya saat remaja.

Namun setahun setelah novel ini terbit, dia meninggal dunia di usia ke-59 akibat pendarahan paru-paru yang disebabkan oleh serangan epilepsi. Jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Tikhvin di Biara Alexander Nevsky, St. Petersburg, Russia. Empat puluh ribu orang Rusia meratapi dan menghadiri penguburannya. (***/dariberbagaisumber)

Postcomended   Imigran Mali Penyelamat Anak Kecil Dihadiahi Kewarganegaraan Prancis

 


Share the knowledge

Leave a Reply