22 Juli dalam Sejarah: Ucapkan Selamat Tinggal pada Pemutar Kaset Video

Lifestyle
Share the knowledge

video cassete recorder, jadul abis  (NPR)

Pada tanggal ini, 1489, Traktat Niddah edisi Talmud dicetak untuk pertamakali. Traktat Niddah disebut perjanjian yang paling peduli pada fisiologi perempuan. Talmud adalah sumber utama hukum dan teologi agama Yahudi. Pada tanggal ini juga, fragmen Al-Qur’an “tertua” ditemukan dalam koleksi Universitas Birmingham, tanggal pengujian radiokarbon untuk AD568 – AD645. Sementara itu pada 2016, generasi sebelum era millennium harus ucapkan selamat tinggal pada VCR.

Pada tanggal ini dua tahun lalu, Japan Funai Electric (JFE) yang mengklaim sebagai produsen “Video Cassette Recorder” atau disingkat VCR, mengumumkan akan memproduksi VCR terakhir di dunia.

JFE, yang memproduksi VCR di Cina untuk Sanyo, mengatakan keputusan itu muncul setelah menjual hanya 750.000 unit tahun lalu, turun dari masa keemasannya yang mencapai 15 juta unit per tahun. Suku cadang yang makin mahal dan sulit didapat dituding sebagai biang keladi jumlah produksi menurun.

Surat kabar Nikkei seperti dilansir BBC, melaporkan, JFE telah memproduksi VCR yang memainkan pasar VHS (video home system) selama 33 tahun, terakhir adalah produksi Cina untuk Sanyo.

Postcomended   Cegah Kanker Usus dengan Sayuran Krusiferus

VCR diperkenalkan pada tahun 1970 tetapi kemudian digantikan oleh teknologi DVD (berupa compact disc). Tahun lalu, Sony mengumumkan akan menghentikan penjualan kaset video Betamax, saingan VHS. VCR diminta untuk memutar atau merekam kaset-kaset tersebut.

Sudah sejak 14 tahun lalu, pengecer Inggris High Street Dixons memutuskan menghentikan penjualan VCR karena popularitas pemutar DVD.

Beberapa teknologi vintage – seperti vinil – telah menikmati kebangkitan kembali. Namun, Tania Loeffler, seorang analis di IHS Technology, tidak berpikir nostalgia yang sama akan pernah dirasakan untuk format VCR-playable.

“Saya tidak melihat VCR menjadi seperti vinyl, di mana banyak orang menghargai kehangatan bagaimana sesuatu terdengar di vinyl,” katanya kepada BBC. “Kualitas di VHS bukanlah sesuatu yang saya pikir akan membuat orang iingin kembali.”

Postcomended   Intel Jajal Mobil Swakemudi: 2030, Mobil Swakemudi Bakal Padati Jalanan Amerika

Namun, ia menambahkan bahwa ceruk pasar untuk mengakses konten VHS, mungkin hanya untuk keperluan arsip, dan mereka mungkin akan meratapi hilangnya VCR jika tak ada lagi yang memroduksi.

Dilansir Forbes, VHS menguasai dunia hiburan rumah selama lebih dari dua dekade. Sony menciptakan pemutar DVD pada 1994, tetapi teknologinya tidak dimulai di AS sampai 1997, sebagian besar karena masalah hak cipta dari studio film besar.

Dengan DVD player awal yang dijual seharga 1.000 dollar AS atau lebih, VHS tetap menjadi konfigurasi teratas di Amerika Serikat, hingga milenium baru menjelang.  “A History Of Violence” menjadi film Hollywood terakhir yang dirilis dalam format VHS.

Brittany Hodak, pendiri The Superfan Company, sebuah agensi hiburan yang menghubungkan merek dan penghibur dengan para penggemarnya, menulis via Forbes, pencarian di Amazon untuk “VHS movies” masih menghasilkan 135.267 hasil, berupa permintaan atas film-film Disney klasik (Bambi, Lady and the Tramp, dan Beauty and the Beast) dan trilogy Star Wars.(***/BBC/forbes)

Postcomended   Lagi, Rendang Terlezat! Facebooker Indonesia Kompak? #beritahariini

 


Share the knowledge

Leave a Reply