Cornelis de Houtman dan sejumlah awak armadanya, mendarat di Banten, disambut penguasa setempat (kredit: Tropenmuseum)

Pada tanggal ini,1833, Galileo Galilei dipaksa Paus menarik terori Copernicus-nya bahwa Bumi mengorbit Matahari. Vatikan baru mengakui kesalahannya pada 31 Oktober 1992. Pada tangggal ini juga, 1992, dua kerangka yang digali di Yekaterinburg, Rusia, diidentifikasi sebagai Tsar Nicholas II, Tsar terakhir Kekaisaran Rusia, dan istrinya, Tsarina Alexandra. Pada tanggal sama, 1596, Armada Cornelis de Houtmans yang membawa misi  Gold, Glory, Gospel, mencapai Banten.

Pada 22 Juni 1596, de Houtman memimpin kapal-kapal Belanda ke Jawa, Indonesia, dan menjadikannya armada Belanda pertama yang tiba di timur Asia tepatnya di Banten, dengan membawa 248 awak armada.

Pada saat tiba di Banten, wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Tarumanagara, Banten sudah berada di bawah kendali Portugis. Orang Portugis telah lebih dulu tiba di sana pada 1511.
Negara-negara Eropa tertarik datang ke Indonesia, sambil membawa misi imperialisme saat itu yakni gold, glory dan gospel, yang diartikan secara umum sebagai kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama.

Seperti diketahui, orang-orang Eropa sangat memuja rempah-rempah asal negeri tropis. Komoditas perkebunan yang hanya bisa tumbuh subur di wilayah ekuatorial ini bernilai jual sangat tinggi.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa hampir semua pembangunan kota di Belanda dibiayai dari penjualan rempah-rempah berikut politik tanam paksa-nya. Komoditas perkebunan yang menggiurkan ini antara lain cengkeh, pala, gula, teh, kopi, dll.

Cornelis de Houtman adalah seorang mata-mata dan penjelajah Belanda. Demi mendapatkan informasi mengenai cara menavigasi kapal ke Asia Timur, de Houtman memata-matai Portugis yang tahu semua tentang cara navigasi ke sana.

Portugis sempat menangkap de Houtman (dan kakaknya Frederik de Houtman) yang berupaya mencuri grafik rahasia rute pelayaran India Timur itu, dan memenjarakan mereka. Setelah dibebaskan 1595, de Houtman kembali ke Amsterdam, dan ditunjuk menjadi komandan untuk memimpin ekspedisi perdagangan Belanda pertama ke Hindia Timur.

Kedatangan Belanda di Indonesia menyebabkan konflik dengan orang-orang Portugis dan Indonesia. Banyak nyawa orang Belanda dan Indonesia yang melayang selama 2 tahun penjelajahan de Houtman, namun itu harus dibayar dengan keuntungan yang kecil dari rempah-rempah yang berhasil dibawa de Houtman kembali ke Belanda.

Meski begitu, kedatangan de Houtman di Banten adalah awal dari dimulainya penjajahan Belanda atas wilayah tersebut selama ratusan tahun. Pada 1600, beberapa perusahaan Belanda bersaing untuk mendapatkan bagian dari perdagangan rempah-rempah yang menggiurkan di Indonesia.(***/app.alchemilearning/britannica)

Share the knowledge