Internasional

22 Juni dalam Sejarah: Paus Paksa Galileo Tarik Teori “Matahari adalah Pusat Tata Surya”

Share the knowledge

 

Galileo Galilei (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=QPnjAJaO9YQ)

Galileo Galilei (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=QPnjAJaO9YQ)

Pada tanggal ini, 1633, Paus melalui inkuisisi, memaksa Galileo Galilei menarik terori Copernicus-nya bahwa Bumi mengorbit Matahari (heliosentris). Astronom, filsuf, dan fisikawan Italia ini dihukum penjara, yang kemudian diubah menjadi tahanan rumah, hingga kematiannya di usia 77.

Pada 1992, muncul kabar terbaru tentang Galileo. Setelah 3,5 abad Gereja Katolik Roma mengutuk Galileo, Paus Yohanes Paulus II dengan besar hati menarik salah satu kesalahan paling terkenal Gereja itu dengan pernyataan resmi di Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan.

Dikutip dari laman arsip The New York Times, surat kabar ini pada 31 Oktober 1992 menulis bahwa pertikaian antara Gereja dan Galileo telah lama berdiri sebagai salah satu lambang besar konflik antara akal dan dogma, sains, dan iman.

Pada saat pengutukannya, Galileo menurut arsip tersebut telah memenangkan ketenaran dan perlindungan kekuatan Italia terkemuka seperti para Medicis dan Barberinis atas penemuannya dengan teleskop astronomi yang dibangunnya.

Tetapi ketika pengamatannya membawanya ke bukti teori Copernican tentang tata surya, di mana Matahari dan bukan Bumi sebagai pusatnya, dan Gereja menganggapnya sebagai bid’ah, Galileo dipanggil ke Roma oleh Inkuisisi. Dipaksa menarik teorinya.

Postcomended   Pengamat: Inggris Tak Punya Kepentingan Pertahankan Pendiri WikiLeaks di Negerinya

Pada akhir persidangannya, Galileo terpaksa mementahkan penemuan ilmiahnya sendiri, suatu penyangkalan yang menyebabkan kesedihan pribadi yang besar tetapi yang menyelamatkannya dari dibakar di tiang pancang.

Sejak itu, Gereja telah mengambil berbagai langkah untuk membalikkan penentangannya atas kesimpulan Galileo itu. Pada 1757, buku Galileo yang memproklamasikan pendapatnya itu yang berjudul “Dialog Concerning the Two Chief World Systems”, dihapus dari Indeks; daftar berbagai publikasi yang dilarang oleh Gereja.

Ketika penyelidikan terakhir –yang dilakukan oleh panel ilmuwan, teolog dan sejarawan– membuat laporan awal pada 1984, dikatakan bahwa Galileo telah dikutuk secara salah. Paus sendiri mengatakan bahwa ilmuwan itu “ditentang secara tidak bijaksana”.

“Kita hari ini tahu bahwa Galileo benar dalam mengadopsi teori astronomi Copernicus,” kata Paul Cardinal Poupard, kepala penyelidikan, dalam sebuah wawancara kala itu.

Teori ini telah disajikan dalam sebuah buku yang diterbitkan pada 1543 oleh ilmuwan Polandia, Nicolaus Copernicus, yang menentang teori yang dikemukakan astronom abad kedua, Ptolemeus, bahwa Matahari dan seluruh kosmos mengorbit Bumi.

Tetapi apa yang diungkapkan Ptolemeus murni berdasarkan teori dan teologi saja, sampai Galileo melakukan pengamatan pertama dari empat bulan terbesar yang mengorbit planet Jupiter, yang melontarkan gagasan Ptolemeus bahwa semua benda langit (juga) harus mengorbit Bumi.

Postcomended   WHO Bakal Hapus Lemak Trans dari Seluruh Dunia

Pada 1616, pandangan Copernicus dinyatakan sesat karena menyangkal interpretasi alkitabiah yang ketat tentang “Penciptaan”, yang menyebutkan bahwa “Tuhan memancangkan Bumi di dasar, tidak untuk bergerak (mengorbit) selamanya”.

Tetapi Galileo memperoleh izin dari Paus Urbanus VIII, seorang Barberini yang juga seorang teman, untuk melanjutkan penelitian terhadap pandangan Ptolemeus dan Copernicus tentang dunia, asalkan temuannya tidak menarik kesimpulan yang pasti dan mengakui kemahakuasaan ilahi.

Tetapi ketika, pada 1632 Galileo menerbitkan temuannya dalam buku “Dialog Mengenai Dua Kepala Sistem Dunia,” karya itu merupakan dukungan kuat terhadap Copernicus.

Dipanggil ke Roma untuk diadili oleh Inkuisisi satu tahun kemudian, Galileo membela diri dengan mengatakan bahwa penelitian ilmiah dan iman Kristen tidak saling eksklusif, dan bahwa studi tentang dunia alamiah akan meningkatkan pemahaman dan interpretasi “tulisan suci”.

Namun pandangannya dinilai “salah dan keliru”. Tua, sakit-sakitan, dan diancam dengan siksaan oleh Inkuisisi, Galileo menarik kembali teorinya pada 30 April 1633, sehingga dia terbebas dari hukuman mati, namun sempat merasakan dinginnya dinding penjara.

Karena usianya yang lanjut, dia diizinkan menjadi tahanan rumah di Siena. Legenda mengatakan bahwa ketika Galileo bangkit dari berlutut di hadapan inkuisitornya, dia bergumam, “e pur, si muove”; yang artinya “meski begitu, itu (Bumi) memang bergerak.”

Postcomended   Waspadalah, Depresi Bisa Menyebabkan Masalah pada Ingatan

Mengenai hal ini, David DeVorkin, kurator senior di Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional, mengatakan, seperti dilansir Smithsonianmag, tidak ada dasar historis untuk klaim itu. “Saya tidak akan pernah mengatakan dia tidak mengatakannya, tetapi sejarawan terbaik mengatakan tidak ada bukti,” kata DeVorkin.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top