Internasional

22 Oktober dalam Sejarah: Salah Memprediksi Gempa Bumi, Enam Ilmuwan Dipenjara

By enpasedecentrale – originally posted to Flickr as Emergenza Terremoto Abruzzo 2009 – 12, CC BY 2.0

By enpasedecentrale – originally posted to Flickr as Emergenza Terremoto Abruzzo 2009 – 12, CC BY 2.0

Seorang penulis sejati harus menolak sesuatu yang bisa membuatnya berubah menjadi sosok yang mendukung suatu institusi, bahkan penghargaan paling bergengsi sekalipun seperti Nobel. Kalimat itu dikatakan filsuf Perancis dan penulis, Jean-Paul Sartre, yang pada hari ini, 1964, menolak hadiah Nobel yang diberikan kepadanya. Pada hari ini juga tahun 2012, badan-badan dunia mengecam Italia yang telah memenjarakan sejumlah ilmuwan karena dituduh salah memprediksi gempa Bumi.

Enam ilmuwan dan seorang mantan pejabat pemerintah pada hari ini, 2012, telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena kematian ratusan orang akibat gempa Bumi yang melanda kota L’Aquila pada 2009, suatu kota di Italia yang sering dilanda tremor. Para ilmuwan itu diaggap salah memprediksi gempa. Dunia internasional mengecam proses peradilan atas para ilmuwan ini.

Ketujuhnya, semuanya adalah anggota badan Komisi Nasional untuk Peramalan dan Pencegahan Risiko Utama, dituduh lalai dan melakukan malpraktik dalam mengevaluasi bahaya dan menjaga pusat kota tetap memperoleh informasi mengenai risikonya.

Mereka juga telah diperintahkan untuk membayar lebih dari 9 juta euro (11,3 juta dollar AS atau Rp 160 miliar) sebagai ganti rugi kepada para korban yang selamat di L’Aquila. L’Aquila berubah menjadi onggokan puing akibat gempa berkekuatan 6,3 yang mengguncang kota kecill ini pada 6 April 2009, dengan 309 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka.

Postcomended   8 November dalam Sejarah: Kaisar Romawi Deklarasikan Kristen sebagai Agama Resmi Negara #HariToleransiInternasional

Kasus ini telah menarik kecaman dari badan-badan internasional termasuk American Geophysical Union. Mereka mengatakan, litigasi (proses pengadilan) dapat menghalangi para ilmuwan untuk memberi saran kepada pemerintah atau bahkan bekerja mengkaji seismologi dan risiko kegempaan.

“Masalahnya di sini adalah tentang miskomunikasi sains, dan kita seharusnya tidak menjebloskan ilmuwan yang (dianggap) bertanggung jawab yang memberikan informasi akurat dan terukur secara ilmiah, ke penjara,” kata Richard Walters dari Departemen Ilmu Bumi Universitas Oxford, Inggris, seperti dilansir laman ABC yang mengutip Reuters dan AFP.

Walters mengatakan, pemenjaraan para ilmuwan ini merupakan preseden yang sangat berbahaya. “Saya khawatir hal ini akan membuat para ilmuwan lain tidak (mau) memberikan saran mereka tentang bahaya alam dan mencoba membantu masyarakat dengan cara ini,” ujar Walters.

Keenam ilmuwan tersebut, Franco Barberi, Enzo Boschi, Giulio Selvaggi, Gian Michele Calvi, Claudio Eva, dan Mauro Dolce, serta Bernardo De Bernardis, seorang pejabat senior di Otoritas Perlindungan Sipil, dihukum dengan tuduhan melakukan kejahatan kriminal yang menyebabkan kematian.

Beberapa bulan sebelum gempa terjadi, serangkaian tremor tingkat rendah melanda kota yang dipenuhi bangunan kuno dan rapuh tersebut, yang sebagian sudah hancur oleh tiga kali oleh gempa bumi yang terjadi dalam hitungan berabad-abad kota itu berdiri. Jaksa penuntut beralasan bahwa seharusnya para ahli  tidak meremehkan risiko gempa.

Pengacara Claudio Eva, Alfredo Biondi, mengatakan, keputusan tersebut “salah dalam fakta dan hukum”. Namun putusan yang disampaikan di ruang sidang kecil yang diimprovisasi di zona industri di luar pusat kota yang masih rusak, disambut positif keluarga korban.

Postcomended   Bergelantungan di Pohon Saat Tsunami, Kini Deborah Bakal Jajal Velodrome Asian Games

“Ini bukan haus balas dendam, hanya saja saudara-saudara kami tidak akan kembali,” kata Claudia Carosi, salah seorang keluarga korban. Lebih dari tiga tahun kemudian sejak gempa, kota abad pertengahan yang indah ini masih dalam reruntuhan dan ribuan orang tidak dapat kembali ke rumah mereka.

Pengacara pembela mengatakan, gempa Bumi tidak dapat diprediksi dan bahkan jika pun bisa, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. “Jika suatu peristiwa tidak dapat diramalkan dan, lebih tepatnya, tidak dapat dihindari, sulit untuk memahami bagaimana mungkin ada saran kegagalan memprediksi risiko,” kata pengacara pembela Franco Coppi sebelum putusan itu disampaikan.

Jaksa beralasan, mereka tidak mengharapkan para ilmuwan untuk memberikan perkiraan yang tepat, namun dia  berargumen bahwa komisi itu telah memberikan “informasi yang tidak lengkap, tidak tepat dan bertentangan” tentang bahaya tersebut setelah pertemuan pada 31 Maret 2009, beberapa hari sebelum gempa.

Italia Tengah sering digoncang tremor tingkat rendah, sangat sedikit yang mendahului gempa Bumi besar dan gempa-gempa kecil ini umumnya ditandai tidak lebih dengan pernyataan singkat dari otoritas perlindungan sipil. Cara penyempaian para ilmuwan yang berhati-hati dalam memprediksi peristiwa yang sangat tidak pasti, telah dianggap sebagai meremehkan risiko gempa.

Postcomended   21 November dalam Sejarah: Thomas Edison Temukan Alat Putar dan Rekam Suara Pertama

Menurut pendapat ilmiah yang dikutip jaksa, lusinan tremor tingkat yang lebih rendah yang terasa sebelum gempa adalah khas dari jenis aktivitas seismik awal yang terasa sebelum gempa-gempa besar seperti yang terjadi pada 6 April 2009 itu.

Para ahli dituduh telah membuat pernyataan yang mengecilkan ancaman pengulangan gempa Bumi yang pernah menghancurkan L’Aquila pada 1349, 1461 dan 1703, dengan mengatakan bahwa guncangan yang lebih kecil adalah “fenomena geologi normal”.

Italia adalah salah satu negara paling rawan gempa di Eropa dan telah berulang kali diguncang gempa Bumi mematikan. Gempa Bumi terakhir berkekuatan 5,8 SR terjadi pada Mei 2012 di wilayah Emilia Romagna, yang menewaskan 16 orang dan melukai ratusan lainnya.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top