Uncategorized

23 Agustus dalam Sejarah: Inggris Rebut Hongkong, Tandai Kian Beratnya Perang Candu

Hong Kong, wilayah kapitalis di negeri komunis “ciptaan” Inggris


Pada tanggal ini tahun 79, Gunung Vesuvius bersiap meratakan Pompeii. Pada 1945, Soekarno memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden RI sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus, melalui radio kepada rakyat Indonesia. Di tanggal ini pula, 1903, dalam Kongres Zionis ke-6, Theodor Herzl mendeklarasikan negara Yahudi. Kembali ke abad ke-19, tepatnya 1939, Inggris merebut Hong Kong dari Cina; yang menjadikannya kapitalis di negeri komunis hingga sekarang.

Upaya Inggris menduduki pulau Hong Kong adalah sejak Inggris diusir dari Makau oleh Portugis atas permintaan pemerintah Cina. Karena itu, Inggris membutuhkan basis operasi baru, hingga pada 23 Agustus 1839, pulau yang pada umumnya gersang ini, diduduki Inggris. Pendudukan Inggris atas Hongkong mengawali Perang Opium dengan Cina.

Dikutip dari laman Modern Historian, konflik Inggris dan Cina dimulai sejak abad ke-18, ketika permintaan di Inggris untuk barang-barang mewah Cina, seperti porselen, sutra, dan teh, menciptakan defisit perdagangan yang sangat besar karena Inggris tidak dapat melakukan sebaliknya, karena tidak memiliki produk yang menguntungkan yang dapat mereka ekspor ke Cina.

Pada 1773, East India Company menemukan solusi dengan memonopoli pembelian opium di Bengal, India timur laut. Terlepas dari hukum Tiongkok yang melarang impor opium, para pedagang Inggris membawa narkotika itu ke pantai Cina dan bersekongkol dengan para pedagang Cina yang menyelundupkannya dengan melewati peraturan perdagangan yang mengharuskan semua kargo asing untuk dibongkar di Kanton .

Postcomended   6 Oktober dalam Sejarah: Setelah Dibredel 4 Tahun, Majalah Tempo Terbit Lagi

Pada awal abad -19, Dinasti Qing di Cina yang khawatir atas maraknya kecanduan dan defisit perdagangan, berusaha menghentikan perdagangan opium dengan membuat keputusan pada 1810. Namun, luasnya Kekaisaran Cina mempersulit pemerintah menerapkan hukum, terutama terkait perdagangan opium yang sangat menguntungkan yang terus tumbuh.

Selama sepuluh tahun ke depan, jumlah opium Bengali yang diimpor ke Cina meningkat menjadi sembilan ratus ton per tahun (pada 1773 adalah tujuh puluh ton). Akhirnya, pemerintah Cina mulai menerapkan kebijakan yang lebih ketat pada 1838: penyelundup narkoba dihukum mati.

Pada tahun yang sama Kaisar menunjuk seorang komisaris, Lin Zexu, yang dengan semangat moral membasmi perdagangan opium. Dia menangkap sekitar 1.700 pedagang opium Cina, menuntut agar pedagang asing menyerahkan pasokan narkoba mereka, dan mereka dipaksa berjanji tidak akan berurusan dengan opium lagi.

Postcomended   Perempuan Cina Bunuh Kedua Anak dan Dirinya Gara-gara Suaminya Pura-pura Mati

Komisioner perdagangan Inggris, Charles Elliot, menyetujui tuntutan pertama, membujuk para pedagang Inggris untuk menyerahkan sekitar 250 juta pon opium (sekitar 45 juta kilogram), tetapi tidak bersedia subyek Inggris dapat diadili di bawah hukum Cina.

Ketika negosiasi antara Cina dan Inggris gagal, Elliot memerintahkan penarikan pedagang Inggris dari Kanton, melarang perdagangan dengan Cina, dan bersiap untuk perang. Setelah diusir dari Makau oleh Portugis atas permintaan pemerintah Cina, Inggris yang membutuhkan basis operasi baru, pada 23 Agustus 1839 berhasil menduduki pulau Hong Kong.

Konflik antara Inggris dan Cina, yang dikenal sebagai Perang Candu Pertama, berkecamuk selama tiga tahun berikutnya yang menghasilkan kemenangan bagi Inggris. Sebagai bagian dari Perjanjian Nanking, yang menandai berakhirnya perang, orang-orang Cina membuka lebih banyak pelabuhan untuk perdagangan luar negeri, memberi kompensasi kepada pemerintah dan pedagang Inggris dengan selisih lebih dari dua puluh juta dolar, dan menyerahkan Hong Kong kepada Inggris Selama-lamanya.

Akan tetapi pada 1898, kedua belah pihak menandatangani konvensi baru yang mengubah syarat-syarat pengesahan menjadi sewa 99 tahun, yang akan berakhir pada 1997 ketika kedaulatan pulau ditransfer kembali ke Cina.

Postcomended   12 Juli dalam Sejarah: Gunung Es Seluas Bali Memisahkan Diri dari Antartika

Dilansir laman History, pada 1 Juli 1997, Hong Kong akhirnya diserahkan secara damai kepada Cina dalam satu upacara yang dihadiri oleh banyak pejabat Cina dan Inggris. Kepala eksekutif di bawah pemerintahan Hong Kong baru, Tung Chee Hwa, merumuskan kebijakan berdasarkan konsep “satu negara, dua sistem” sehingga melestarikan peran Hong Kong sebagai pusat kapitalis utama di Asia yang diwariskan Inggris. ***

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top