Internasional

23 April dalam Sejarah: Virus Penyebab AIDS Pertama Kali Ditemukan

Share the knowledge

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=SbfwsjURIew)

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=SbfwsjURIew)

Pada tanggal ini tahun 1984, virus penyebab AIDS, HTLV-3, ditemukan oleh tim peneliti Amerika Serikat (AS). Temuan virus penyebab penyakit fatal yang menjangkiti Amerika tersebut kala itu, dipuji sebagai terobosan monumental dalam penelitian medis.

Penemuan ini diumumkan di Washington oleh Menteri Kesehatan AS, Margaret Heckler. Dia mengatakan, seperti dilansir laman BBC, virus tersebut adalah varian dari virus kanker manusia.

“Penemuan hari ini mewakili kemenangan sains atas penyakit yang ditakuti ini,” kata Heckler. Dia menyebutkan, untuk mencegah tragedi pasien transfusi yang tertular penyakit melalui produk darah yang tercemar, tes darah telah dikembangkan.

Postcomended   16 April dalam Sejarah: Albert Hofmann Temukan Efek Psikedelik pada Obat LSD

Temuan di AS ini mirip dengan penemuan virus LAV sebelumnya di Prancis yang tidak dikatakan pasti sebagai penyebab AIDS. Karenanya, untuk menghindari kebingungan, HTLV-3 dinamai ulang menjadi HIV (human immunodeficiency virus) pada 1987.

Laman ncbi.nlm.nih.gov menyebutkan, HTLV-3 adalah keluarga retrovirus human T-cell lymphotropic virus (HTLV), termasuk di ndalamnya  HTLV-1 dan HTLV-2, dan yang terbaru adalah HTLV-4.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome, melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat para korban mudah terpapar penyakit apapun. Orang-orang yang tampaknya lebih berisiko tertular virus ini termasuk pelaku homoseksual, penderita hemofilia, pengguna narkoba, dan penerima transfusi darah.

Postcomended   Mantan Karyawan Apple Asal Cina Dituduh Curi Rahasia Dagang Apple

BBC melaporkan, 24 juta orang, baik homoseksual dan heteroseksual, diperkirakan telah meninggal sejak penyakit ini muncul di AS. Di negeri ini, AIDS telah menyebabkan kepanikan yang meluas sejak penyakit ini ditemukan pada 1981. Pada saat itu, 4.000 orang telah terinfeksi dengan hampir setengahnya meninggal.

Sekarang telah mencapai proporsi pandemi di beberapa bagian Afrika Selatan, di mana dua juta meninggal pada  2001 saja. Belum ada vaksin yang berhasil dikembangkan, walaupun miliaran dolar telah dihabiskan untuk mencoba.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top