Tim Just JKT48 (https://i.ytimg.com/vi/4_D4vbBfMc0/maxresdefault.jpg)

Hari ini, 2012, Tim J JKT48 terbentuk, dikapteni Devi Kinal Putri. Tim ini melengkapi dua tim lainnya dari grup nyanyi dan tari yang berjumlah total 70 anggota ini, yakni Tim KlII dan Tim K. Apa istimewanya JKT48? Berbeda dengan “girlsband” pada umumnya, JKT48 memang fenomenal. Dengan personel-personelnya yang masih belasan tahun bahkan ABG, cantik, lucu, energik, dan segar, mereka bahkan digemari pria pekerja dewasa, kalau tak mau disebut “Om om”.

Kenyataannya, fenomena ini telah memunculkan istilah “uncle fans”. Namun entah bagaimana grup ini bisa keluar dari citra negatif, ketika istri dan anak belanja, suaminya malah masuk teater untuk menonton Melody cs (ketika itu) beraksi. Om om penggemar JKT48 ini juga cukup militan.

Mereka sampai rela antri untuk menonton gadis-gadis yang mungkin seumuran anak atau keponakan mereka itu, berlenggak-lenggok di teater khusus JKT48 di lantai empat Mall Fx Sudirman, rata-rata sepulang bekerja.

Postcomended   7 Oktober dalam Sejarah: Tahanan Yahudi di Auschwitz Memberontak Ingin Ledakkan Kamar Gas

Di teater tersebut, ketiga tim tampil bergantian pada hari berbeda. Jadwal konsernya adalah Selasa hingga Minggu, mulai pukul 19.00. Senin libur.

Mengenai Tim J, terdiri dari 24 member JKT48. Sebanyak 22 personelnya berasal dari generasi pertama, antara lain Nabilah (kini sudah keluar dari JKT48), ditambah dua personel asal AKB48, Aki Takajo dan Haruka Nakagawa (Haruka pernah menjadi co-host Sule di salah satu talkshow).
AKB48 adalah “induk” JKT48, grup sama yang dibentuk di negara asalnya, Jepang. JKT48 pertama kali diluncurkan oleh Yasushi Akimoto, total director dari idol group AKB48. JKT48 disebut sebagai sister group AKB48.
Dari Kumparan, seorang penggemar JKT48, sebut saja R, mengatakan, budaya “uncle fans” pada masa ini adalah hal biasa. Uncle fans ialah fans pria di atas 30 tahun (hingga paruh baya).
Bagai membela JKT48 dan dirinya sendiri atas citra negatif yang berembus, R mengatakan bahwa JKT48 bukan kelompok perempuan penghibur. “Pertunjukan mereka kan seperti minikonser, enggak jauh beda dengan live music di kafe. Cuma ini stage-nya lebih besar,” dalih R.
R sudah menjadi fans JKT48 sejak 2013. Dia mengaku sudah tak terhitung sudah waktu yang ia sisihkan untuk menyaksikan JKT48. R mungkin satu dari penggemar JKT48 yang disebut-sebut mencapai lima juta di Asia.

Alief Maulana pada 2015 di Mojok, menulis, ketika Indonesia terpecah belah akibat perbrdaan orientasi politik, ditambah rupiah melemah dan bencana asap kebakaran hutan mengepung, JKT48 harus muncul sebagai juru selamat.

“Idol group ini harus mulai berjuang untuk dan atas nama Indonesia. Keluarga 48 harus segera memasuki sektor-sektor penting: politik dan pemerintahan! Tidak boleh tidak, agar seluruh rakyat Indonesia gembira tanpa terkecuali. JKT48 harus segera membuat partai politik,” tulis Alief. Alief tampaknya juga salah satu dari banyak “uncle fans” di Tanah Air.(***/japanesestation/kumparan/mojok)