Nasional

23 Januari dalam Sejarah: Westerling dan Sultan Pontianak Perancang Garuda, Pimpin Kudeta APRA

Share the knowledge

 

https://www.youtube.com/watch?v=yNkw5fT28hA

Pasukan KNIL, yang pada pemberontakan APRA dilibatkan oleh Westerling (gambar dari: YouTube)

Pada tanggal ini, 1950, kelompok pemberontak yang mengatasnamakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin Raymond Westerling bekerjasama dengan Sultan Hamid II (yang dikenal sebagai perancang Garuda), menyerbu Bandung untuk menggulingkan kepemimpinan yang sah. Kudeta berhasil digagalkan.

Pasukan APRA menyerang markas besar TNI-AD Divisi Siliwangi yang ada di kota tersebut. Mereka ingin mempertahankan bentuk Negara Federal Pasundan sebagai bagian dari kesepakatan Republik Indonesia Serikat (RIS).

Pada persitiwa ini, Letnan Kolonel Lembong dan 93 tentara dan perwira Indonesia lainnya terbunuh. Sehari kemudian, setelah sempat menguasai Bandung, para pemberontak APRA ini juga berusaha menyerang Jakarta, tetapi pemberontakan berhenti dalam pertempuran sengit di Pacet, dekat Jakarta.

Rencana mereka merangsek ke Jakarta adalah untuk menangkap dan membunuh sejumlah tokoh Republik termasuk Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX dan Sekretaris Jenderal Ali Budiardjo.

Namun, pasukan Westerling di Jakarta dibunuh atau ditangkap oleh tentara Indonesia dan pasukan polisi. Sultan Hamid II berhasil ditangkap, namun Westerling berhasil kabur ke Singapura.

Postcomended   25 April dalam Sejarah: Dr Soumokil Memproklamasikan Republik Maluku Selatan

APRA adalah milisi dan tentara swasta pro-Belanda yang didirikan Westerling pada masa Revolusi Nasional Indonesia. APRA dibentuk sejak kesatuan Depot Speciale Troepen (depot pasukan khusus KNIL) didemobilisasi pada 15 Januari 1949.

Nama APRA sendiri terinspirasi ramalan Jayabaya tentang pemimpin yang akan datang –yang disebut Ratu Adil–yang diramalkan akan membawa keadilan dan kesejahteraan di tanah Jawa.

Westerling yang mantan perwira KNIL kemudian bekerja sama dengan Sultan Hamid II, Sultan Pontianak yang beraliran federal, untuk melancarkan kudeta demi merebut kekuasaan dan mempertahankan negara federal RIS, seiring dengan dibubarkannya negara-negara bagian bentukan Belanda di RIS yang bergabung kembali ke Republik Indonesia.

Penyebab lain kudeta adalah kekecewaan mantan anggota tentara KNIL yang khawatir pengaruh dan kekuasaanya berkurang setelah bergabung dengan TNI.  KNIL adalah milisi dan tentara swasta pro-Belanda yang didirikan pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Postcomended   13 Agustus dalam Sejarah: Telepon Umum Koin Dipatenkan

Anggota milisi ini kebanyakan memang direkrut dari bekas prajurit KNIL, terutama dari Speciale Troepen. Jumlah tentara APRA pada 1950 mencapai sekitar 2.000 orang. APRA tidak menyetujui rencana pembubaran negara-negara bagian bentukan Belanda yang menyusun RIS  yang merupakan hasil konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949.

Kontroversi Sultan Hamid II

Sultan Hamid II adalah pria blasteran Arab yang lahir pada 1913. Dia sempat menjadi perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal di tentara KNIL. Dalam kaitannya dengan RIS, Hamid diangkat menjadi ketua Badan Permusyawaratan Federal (RIS), yang berjasa melapangkan Indonesia untuk merebut kemerdekaan dalam Konferensi Meja Bundar.

Sebagai sesama KNIL, Hamid memiliki kepentingan sama dengan Westerling untuk mempertahankan bentuk negara RIS yang membuat Hamid terperosok menjadi seperti pengkhianat ketika bersama Westerling berupaya melancarkan kudeta. Akibat peristiwa tersebut, Hamid dijatuhi vonis 10 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. (***/dariberbagaisumber)

Postcomended   20 Oktober dalam Sejarah: Diktator Libya Tewas Diseret dan Disiksa "Pejuang Libya"

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top