Kota kuno Pompeii dengan latar Gunung Vesuvius (Worldtoursitaly)

Pada tanggal ini tahun 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung pembukaan Asian Games IV di Jakarta. Pada tanggal sama, 1941, Adolf Hitler menghentikan aksi T4, program pembunuhan sistematis terhadap penyandang difabel. Di tanggal ini pula tahun 79 (anno domino), setelah berabad-abad tidur, Gunung Vesuvius yang terletak di Italia selatan Meletus, menghancurkan dan mengubur Pompeii dan Herculaneum beserta ribuan penduduknya.

Pompeii dan Herculaneum, dua kota kuno era Romawi, menjadi nyaris terlupakan karena terkubur berabad-abad di bawah lapisan tebal material vulkanik dan lumpur, dan tidak pernah dibangun lagi. Hingga pada abad ke-18, arkeolog menemukannya kembali, lengkap dengan catatan arkeologi yang belum pernah ditemukan sebelumnya tentang kehidupan sehari-hari peradaban kuno, yang diawetkan dengan cara mengejutkan dalam kematian mendadak.

Pompeii dan Herculaneum adalah kota-kota makmur Romawi yang berkembang dekat pangkalan Gunung Vesuvius di Teluk Napoli. Pada masa Kekaisaran Romawi awal, 20 ribu orang tinggal di Pompeii, termasuk pedagang, pabrikan, dan petani yang mengeksploitasi tanah subur di wilayah itu dengan banyak kebun anggur dan buah-buahan.

Tidak ada yang menduga bahwa tanah subur hitam adalah warisan letusan Gunung Vesuvius sebelumnya. Sementara itu Herculaneum adalah kota berpenduduk 5.000 orang dan merupakan tujuan musim panas favorit bagi orang-orang Romawi yang kaya. Dinamakan dari mitologi pahlawan Hercules, Herculaneum bertempat di vila mewah dan pemandian Romawi agung.

Artefak perjudian yang ditemukan di Herculaneum dan rumah bordil yang digali di Pompeii membuktikan sifat kota yang dekaden. Ada komunitas resor yang lebih kecil di daerah itu juga, seperti kota kecil Stabiae yang tenang.

Pada tengah hari pada tanggal 24 Agustus, 79, kesenangan dan kemakmuran ini berakhir ketika puncak Gunung Vesuvius meledak, mendorong awan abu dan batu apung sepanjang 10 mil atau 16 kilometer ke dalam stratosfer.

Postcomended   Untuk Pertama Kali Spanyol Lantik Perdana Menteri Tanpa Kitab Suci

Selama 12 jam berikutnya, abu vulkanik dan hujan batu apung hingga berdiameter 3 inci menghujani Pompeii, memaksa para penghuni kota melarikan diri dengan ketakutan. Sekitar 2.000 orang yang bertahan di dalam kota, bersembunyi di gudang bawah tanah atau struktur batu, berharap menunggu letusan berakhir.

Angin barat melindungi Herculaneum dari tahap awal letusan, tetapi kemudian awan raksasa dari abu dan gas panas melonjak di sisi barat Vesuvius, membakar dan menghancurkan semua yang tersisa. Awan yang mematikan ini diikuti oleh banjir lumpur dan batu vulkanik yang mengubur kota.

Orang-orang yang masih hidup di Pompeii terbunuh pada pagi hari tanggal 25 Agustus ketika awan gas beracun mengalir ke kota, mencekik mereka. Aliran batu dan abu mengikuti, meruntuhkan atap dan dinding rumah yang tersisa dan mengubur orang hingga mati.

Sebagian besar kisah letusan berasal dari  laporan Pliny the Younger, yang tinggal di barat sepanjang Teluk Napoli ketika Vesuvius Meletus. Dalam dua surat kepada sejarahwan Tacitus, ia menceritakan tentang bagaimana orang menutupi kepala mereka dengan bantal; satu-satunya pertahanan terhadap hujan batu, dan bagaimana awan gelap dan mengerikan tiba-tiba pecah dan muncul.

Postcomended   Miss Universe 2015 Reuni di Indonesia, Medsos Ikutan Heboh

Pliny baru 17 saat itu, selamat dari malapetaka dan kemudian menjadi penulis dan administrator Romawi yang terkenal. Pamannya, Pliny the Elder, kurang beruntung. Pliny the Elder, seorang naturalis terkemuka, pada saat letusan adalah komandan armada Romawi di Teluk Napoli.

Setelah Vesuvius meledak, dia membawa kapalnya menyeberangi teluk ke Stabiae, untuk menyelidiki letusan dan meyakinkan warga yang ketakutan. Setelah sampai di daratan, dia diserbu gas beracun dan mati.

Menurut laporan Pliny the Younger, letusan berlangsung 18 jam. Pompeii terkubur 4-6 meter di bawah abu dan batu apung, dan penampang pantai di dekatnya berubah drastis. Sedangkan Herculaneum terkubur oleh lumpur dan material vulkanik sedalam 18 m

Beberapa penduduk Pompeii yang selamat, kembali untuk menggali rumah mereka yang terkubuur dan menyelamatkan barang-barang berharga mereka, tetapi banyak juga harta yang tersisa dan kemudian dilupakan.

Pada abad ke-18, seorang penggali sumur menemukan patung marmer di situs Herculaneum. Pemerintah setempat juga menemukan beberapa benda seni berharga lainnya, tetapi proyek itu ditinggalkan.

Pada 1748, seorang petani menemukan jejak Pompeii di bawah kebun anggurnya. Sejak itu, penggalian telah berlangsung hampir tanpa gangguan hingga saat ini. Pada 1927, pemerintah Italia melanjutkan penggalian Herculaneum, mengambil banyak harta karun, termasuk patung dan lukisan perunggu dan marmer.

Sisa-sisa jasad 2.000 pria, wanita, dan anak-anak ditemukan di Pompeii. Setelah mati lemas karena sesak napas, tubuh mereka ditutup abu yang mengeras yang melestarikan garis luar tubuh mereka menjadi semacam cetakan plester. Para arkeolog yang menemukan cetakan ini memenuhi cekungan dengan plester, mengungkapkan detail suram pose kematian para korban Vesuvius.

Postcomended   Negeri Wisata Sejuta Pesona

Kota yang membeku pada waktunya, menyisakan benda-benda biasa yang menceritakan kisah kehidupan sehari-hari di Pompeii yang menjadi sama berharganya bagi para arkeolog dengan temuan patung dan fresco besar yang digali.

Tidak sampai 1982, sisa-sisa jasad manusia pertama ditemukan di Herculaneum yang memperlihatkan tanda-tanda tubuh mereka mati terbakar secara mengerikan.

Hari ini, Gunung Vesuvius adalah satu-satunya gunung berapi aktif di daratan Eropa. Letusan terakhir terjadi pada 1944 dan letusan besar terakhir terjadi pada 1631. Letusan berikutnya yang diperkirakan bias terjadi dalam waktu dekat, dapat menghancurkan 700.000 orang yang tinggal di “zona kematian” di sekitar Vesuvius.***

 

Share the knowledge