24 Juli dalam Sejarah: Situs Machu Picchu Ditemukan Arkeolog Amerika

Wisata
Share the knowledge

Machu Picchu (Lonely Planet)

Pada tanggal ini tahun 1911, penjelajah asal Amerika Serikat (AS), Hiram Bingham, dengan dipandu bocah Peru 11 tahun, “menemukan” situs Machu Picchu, “Kota Inca yang Hilang”.

Bingham yang juga arkeolog Universitas Yale, AS, melihat untuk pertama kalinya situs ini; suatu pemukiman kuno Inca di Peru yang kini menjadi salah satu tujuan wisata utama dunia.

Terselip di daerah perdesaan berbatu di barat laut Cuzco, Machu Picchu diyakini telah menjadi tempat retret musim panas bagi para pemimpin Inca, yang peradabannya nyaris musnah oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16.

Selama ratusan tahun kemudian, keberadaannya tetap menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh para petani yang tinggal di wilayah tersebut. Semua berubah pada musim panas 1911, ketika Bingham tiba dengan tim kecil penjelajah untuk mencari kota Inca yang “hilang” yang terkenal.

Postcomended   Efek Kunjungan Raja Salman, Seratus Pengusaha Saudi Ikuti ITE 2017

Bepergian dengan berjalan kaki atau menunggangi keledai, Bingham dan timnya berjalan dari Cuzco ke Lembah Urubamba, di mana seorang petani setempat memberi tahu mereka tentang beberapa reruntuhan yang terletak di puncak gunung terdekat. Petani itu menyebutnya sebagai gunung Machu Picchu, yang berarti “Puncak Tua” dalam bahasa Quechua asli.

Keesokan harinya, 24 Juli, setelah pendakian yang sulit ke punggungan gunung dalam cuaca dingin dan kering, Bingham bertemu sekelompok kecil petani yang menunjukkan sisa perjalanannya. Dipimpin oleh bocah lelaki berusia 11 tahun, Bingham mendapat pandangan sekilas tentang jaringan teras batu yang rumit yang menandai pintu masuk Machu Picchu.

Bingham yang bersemangat, menyebarkan berita tentang penemuannya ini dalam sebuah buku laris; yang membuat turis berbondong-bondong ke Peru untuk mengikuti jejaknya di Inca. Situs Machu Picchu membentang lima mil secara mengesankan, dengan lebih dari 3.000 tangga batu yang menghubungkan berbagai tingkat.

Postcomended   Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2017 atau biasa disebut SISCa 2017

Pada September 2007, Peru melakukan persetujuan dengan Universitas Yale untuk mengambil kembali artefak-artefak yang pernah dibawa oleh Bingham dari situs tersebut pada awal abad 20.

Hari ini, lebih dari 300.000 orang menjelajahi Machu Picchu setiap tahun, menantang kemungkinan terjadi tanah longsor untuk melihat matahari terbenam di monumen batu yang menjulang tinggi di “Kota Suci” dan mengagumi kemegahan misterius salah satu keajaiban buatan manusia yang paling terkenal di dunia ini.(***/history/wikipedia)


Share the knowledge

Leave a Reply