Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

24 November dalam Sejarah: Darwin Publikasikan Buku Kontroversial yang Laku Keras

Share the knowledge

 

https://www.overdrive.com/media/1777790/on-the-origin-of-species

  Gambar dari: overdrive.com

Pada tanggal ini tahun 1991, hanya sehari setelah mengumumkan ke publik bahwa dia menderita penyakit AIDS, vokalis Queen, Freddie Mercury, meninggal dunia. Pada 1642, Abel Tasman menjadi orang Eropa pertama yang menemukan Van Diemen Land yang kemudian menjadi Tasmania di Australia. Di tanggal ini juga, 1859, naturali Charles Darwin menerbitkan karya ilmiah kontroversialnya yang berjudul “Origin”.

“Origin” atau dengan judul panjangnya: “On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life” (Asal-usul Spesies oleh Sarana Seleksi Alam, atau Pelestarian dari  Perlombaan yang Digemari dalam Perjuangan untuk Hidup), diterbitkan setelah memakan hampir 30 tahun penelitian.

Hanya dalam beberapa hari sejak diterbitkan, buku ini ludes bak kacang goreng. Laman Moneyweek menyebutkan, hingga saat kematian Darwin, buku itu telah mengalami enam kali cetak ulang, sehingga menjadikan “Origin” sebagai salah satu buku terlaris. Menurut The Guardian, penerbit John Murray kehabisan 1.250 eksemplar dan menerima pesanan untuk 1.500 bahkan sebelum hari publikasi, termasuk 500 untuk perpustakaan yang bersirkulasi.

Sebulan kemudian, dia mencetak lagi 3.000 eksemplar. Secara keseluruhan, sebelum hak cipta berakhir pada 1901, penerbit telah mencetak 56.000 eksemplar dalam format aslinya dan 48.000 lainnya dalam edisi murah.

Buku ini bercerita bahwa organisme berevolusi secara berangsur-angsur melalui proses yang disebutnya “seleksi alam”. Dalam seleksi alam, organisme dengan variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan mereka cenderung menyebarkan keturunan lebih banyak daripada organisme dari spesies yang sama yang tidak memiliki variasi, sehingga mempengaruhi keseluruhan genetic dari susunan spesies.

Banyak yang menduga, lamanya waktu yang dibutuhkan Darwin untuk menerbitkannya karena ketakutan dia akan reaksi dari Gereja. Terlepas dari benar tidaknya isu tersebut, kenyataannya pada waktu itu beberapa orang menganggap buku itu sebagai bidah; tetapi otoritas keagamaan yang lebih liberal mampu mendamaikan teorinya dengan keilahian. Apa yang tidak dapat disangkal adalah kesuksesan langsung buku ini baik sebagai teks ilmiah dan sebagai perlengkapan budaya populer.

Laman Moneyweek menyebutkan, Charles Robert Darwin adalah putra seorang dokter kaya yang mengembangkan minat dalam sejarah alam saat belajar kedokteran di Universitas Edinburgh. Tetapi ketika mempelajari teologi alami di Cambridge, dia menemukan panggilannya.

Obsesinya mengumpulkan kumbang dan mengumpulkan teman-temannya dalam kelompok ilmiah di Cambridge membawanya memeroleh undangan menaiki HMS Beagle untuk pelayaran survei keduanya. Sepucuk surat dari profesor botani ini menjelaskan apa yang dilakukannya selama pelayaran bukan sebagai naturalis yang sudah jadi, tetapi sebagai seorang yang benar-benar memenuhi syarat untuk mengumpulkan, mengamati, dan mencatat sesuatu yang layak untuk dicatat dalam Sejarah Alam,

Publikasi surat-surat Darwin dan laporan-laporan dari Amerika Selatan dan kepulauan Galapagos membuktikan reputasinya sebagai ahli geologi juga. Di antara temuannya yang paling penting adalah bahwa burung kutilang yang ditemukan di pulau-pulau yang berbeda pada dasarnya memiliki bentuk yang sama, tetapi menunjukkan variasi ukuran dan cakar. Ini membawanya berteori tentang “seleksi alam” yang terkenal itu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top