Ekonomi

25 Agustus dalam Sejarah: Linux Lahir, Sempat Dianggap Bakal Saingi Microsoft

Share the knowledge

Short Bytes: Linus Torvalds is the mind behind Linux. In this article, we’ll be taking a look inside the mind of Linus Torvalds and see what he has to say about his way of working and open source. --fossbytes

Short Bytes: Linus Torvalds is the mind behind Linux. In this article, we’ll be taking a look inside the mind of Linus Torvalds and see what he has to say about his way of working and open source. –fossbytes.com

Pada tanggal ini tahun 1991, Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki berusia 21 tahun menulis posting ke kelompok pengguna untuk meminta umpan balik tentang proyek kecil yang sedang dikerjakannya. Ia sedang membangun kernel sederhana untuk sistem operasi mirip Unix yang berjalan pada prosesor Intel 386, dan ia ingin mengembangkannya lebih lanjut. Kernelnya ini sempat disebut sebagai ancaman bagi Microsoft.

Kernel (otak dari suatu program software) inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal Linux, yang dirilis secara resmi pada 1994 dan didistribusikan melalui internet secara open source. Linux menjadi jawaban untuk program setara Microsoft yang bisa diakses secara gratis; berjalan hampir seperti Wikipedia yang melibatkan kontributor-kontributor mandiri.

Laman Wired menulis, ribuan kontributor mulai memperbaiki kernel Linux dan sistem operasi yang dibangun di atasnya. Linux kemudian menjadi kisah sukses terbesar dari gerakan perangkat lunak bebas, membuktikan bahwa karya dari ribuan sukarelawan dapat menciptakan suatu perangkat lunak bebas sekuat yang dijual oleh perusahaan mana pun.

Pada awal 1980-an, sistem operasi Unix sudah digunakan secara luas di kalangan akademisi dan bisnis untuk server dan  stasiun kerja (work station). Kode Unix dapat dibuat untuk dijalankan pada ratusan jenis perangkat keras komputer yang berbeda.

Tingkat portabilitas yang tinggi ini merupakan bagian integral dari popularitasnya. Tapi karena semakin kompleks, Unix (dan banyak sepupu lainnya yang mirip-Unix) menjadi semakin dibebani oleh biaya lisensi.

Kebutuhan untuk sistem operasi gratis mulai meningkat, sesuatu yang kuat dan fleksibel seperti Unix, yang dapat didistribusikan dan dimodifikasi secara terbuka dan bebas tanpa terbebani lisensi komersial.

Postcomended   Mont Blanc Simpan Bukti yang Mudah Ditemukan Akibat Pemanasan Global

Unix adalah sistem operasi (OS) komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph (AT&T), General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan AS.

Untuk itu, Richard Stallman, seorang programmer di MIT, mendirikan Proyek GNU pada 1984. Stallman dan rekan-rekannya mulai merakit berbagai potongan sistem operasi gratis yang akan kompatibel dengan Unix, yang secara ketat berpegang pada gagasan bahwa perangkat lunak seharusnya tidak hanya tersedia secara gratis tetapi juga memberikan penggunanya kemampuan untuk bereksperimen secara bebas dengan cara kerja bagian dalamnya.

Beberapa tahun kemudian, tim GNU (nama ini merupakan singkatan rekursif untuk “GNU’s Not Unix”) telah membuat beberapa blok pembangun OS, tetapi beberapa komponen kunci, termasuk kernel –program kontrol master penting ke sistem operasi– tetap tidak lengkap. Proyek itu pun terhenti.

Pada 1991, Linus Torvalds adalah seorang mahasiswa di Universitas Helsinki., Finlandia. Dia telah menulis beberapa perangkat lunak yang akan memungkinkan stasiun kerja barunya, PC yang didukung oleh prosesor 386, untuk mengakses server Unix universitasnya.

Emulator terminal sederhana Torvalds didasarkan pada Minix, sistem operasi mirip Unix yang bekerja pada banyak platform perangkat keras komputer dan secara luas digunakan di lingkungan akademi sebagai alat pengajaran. Torvalds terus mengotak-atik, dan tak lama kemudian ia menciptakan kernel OS yang berfungsi.

Postcomended   30 Agustus dalam Sejarah: Tembakannya pada Lenin Meleset, Wanita Buta Ini Dihukum Mati

Torvalds tidak pernah meminjam kode Minix, tetapi dia telah mengadopsi banyak arsitekturnya, termasuk sistem file-nya. Jadi, ia meminta para peretas dari komunitas Minix untuk membantunya menyempurnakan proyeknya. Ketika itulah, pada 25 Agustus 1991, Torvalds memposting sebuah catatan ke grup comp.os.minix usenet: “Apa yang paling ingin Anda lihat dalam Minix?”.

Dalam posting itu, Torvalds dengan rendah hati mengatakan bahwa yang dilakukannya hanya hobi; tidak akan besar dan profesional seperti GNU. Torvalds berharap mendapatkan umpan balik meskipun jika ada masukan dia juga tak berjanji akan menerapkannya.

Dalam posting tindak lanjut, Torvalds menegaskan bahwa OS-nya mungkin tidak akan bisa melakukan lebih banyak daripada Minix, dan bahwa OS yang sedang dia kembangkan itu akan bersifat bebas; atau mungkin di bawah lisensi gnu atau serupa.

Versi pertama yang diperkenalkan Torvalds diberi nama Freax, nama yang dipilihnya sendiri karena ia memasukkan elemen “bebas” dan “aneh” –huruf “x” pada Freax adalah atribut umum dari nama-nama banyak sistem mirip Unix. Tetapi ketika file kode sumber diposkan ke server FTP di Universitas Teknologi Helsinki, para operator sistem (sysop) mengganti nama kernel karya Torvalds menjadi “Linux” untuk menghormati penciptanya.

Versi pertama Linux dirilis pada akhir 1991, diterbitkan dengan lisensi sendiri. Tetapi karena beberapa bagian perangkat lunak GNU diperlukan untuk menjalankan kernel Linux, Torvalds akhirnya mengalah dan menerbitkan Linux versi 0.99 di bawah Lisensi Publik GNU pada bulan Desember 1992.

Perubahan itu membuat Linux sepenuhnya kompatibel dengan perangkat lunak GNU yang lain, dan Proyek GNU dimulai. mengintegrasikan kernel –tautan hilang terbesar proyek– ke dalam sistem operasi gratisnya.

Postcomended   Alih-alih Melemahkan, Perang Dagang Terindikasi Membuat Cina Makin Kuat

Linux 1.0, versi pertama dari sistem operasi Proyek GNU, dirilis pada Maret 1994. Ini dengan cepat diporting ke berbagai platform dan diperbarui untuk menyertakan dukungan untuk instalasi multiprosesor.

Pada akhir 1990-an, Linux telah tumbuh menjadi kekuatan besar di ruang server, mengakhiri dominasi Unix dalam perusahaan dan menjadi ancaman terbesar bagi bisnis peranti lunak server-komersial Microsoft.

The Linux Foundation, sebuah grup nirlaba yang disewa dengan tugas mempromosikan Linux dan mendorong pengembangannya, memperkirakan ekosistem Linux akan mencapai angka 50 miliar dollar AS pada 2011, karena perangkat lunak ini terus membuat terobosan pada desktop PC, netbook, server, telepon seluler, dan perangkat tertanam seperti kotak set-top TV, unit GPS, dan pemutar media.

Sekarang, kernel Linux selalu diperbarui oleh ribuan programmer dari seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka adalah kontributor sukarela atau bekerja di bawah sponsor perusahaan seperti IBM, HP dan Intel. Torvalds sendiri sekarang disponsori oleh Yayasan Linux dan terus bekerja pada kernel Linux penuh waktu. Dengan kata lain, itu bukan lagi “hanya hobi”.***

 

 

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top