25 April dalam Sejarah: Di Tengah Perang Dingin, Yuri Andropov Undang Samantha Smith, Anak Sekolahan Amerika

Internasional Politik
Share the knowledge

Demi Merubah Dunia, Anak Ini Harus Mati Muda | trombinos trombinos Karena tidak mendapat jawaban dari Yuri Andropov, setahun kemudian Smith menulis surat lagi. Kali ini Andropov memberikan jawaban. Samantha kemudian menjadi ...
Demi Merubah Dunia, Anak Ini Harus Mati Muda | trombinos trombinos Karena tidak mendapat jawaban dari Yuri Andropov, setahun kemudian Smith menulis surat lagi. Kali ini Andropov memberikan jawaban. Samantha kemudian menjadi …

Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi pada 25 April. Di tanggal ini tahun 1945, Surabaya digempur serangan udara oleh sekutu yang membuat Jepang terdesak. Lima tahun kemudian di hari yang sama, Republik Maluku dideklarasikan di 

Ambon. Di tanggal ini juga Boris Yeltsin terpilih sebagai Presiden Rusia pada 1993, yang di tanggal pada 2007 meninggal dunia karena serangan jantung; ini menandai pertamakalinya kepala negara Rusia dikuburkan dalam upacara gereja sejak Tsar Alexander III, 113 tahun sebelumnya. Namun peristiwa paling menarik yang terjadi hari ini adalah undangan Presiden Uni Soviet, Yuri Andropov, kepada Samantha Smith, untuk berkunjung ke Uni Soviet.

Generasi baby boomers seharusnya adalah yang paling mengingat peristiwa ini, ketika seorang anak usia sekolah dasar, mengirimi presiden Uni Soviet (sekarang Rusia) pesan perdamaian melalui selembar surat. Di tahun 1980-an, berkirim surat yang ditulis tangan sebagai sahabat pena, sedang populer.

Gadis kecil bernama Samantha Smith (10) ini sontak terkenal ke seluruh penjuru dunia. Dia bahkan sempat bemain dalam satu serial televisi di AS. Tragisnya, tak lama kemudian dia tewas dalam satu kecelakaan pesawat kecil.

 

Bermula ketika Jane Smith, ibunda Samantha, melihat sosok pemimpin baru Uni Soviet, Yuri Andropov, di sampul majalah Time dua minggu setelah kematian pendahulunya, Leonid Brezhnev pada November 1982. Dia memberi ide pada putrinya untuk mengiriminya surat, dengan pemikiran bahwa presiden baru US ini mungkin memiliki sejumlah ide baru.

Samantha pun menulis; tak menyangka bahwa suratnya itu akan menjadi sensasi global, karena mendorong pemimpin Soviet itu mengundangnya melakukan tur dua minggu di Uni Soviet.
Dalam surat itu, Samantha, mengucapkan selamat kepada Andropov atas terpilihnya dia sebagai Presiden Uni Soviet. Samantha menulis bahwa dia mengkhawatirkan Uni Soviet (US) dan Amerika Serikat (AS) masuk dalam perang nuklir.

Postcomended   Dicekik, Dimutilasi, namun Keberadaan Tubuhnya Tetap Misteri

“Apakah Anda akan memilih berperang atau tidak? Jika Anda tidak memberi tahu saya, bagaimana Anda akan membantu untuk tidak berperang,” tulisnya. “Pertanyaan ini tidak harus dijawab, tetapi saya ingin tahu mengapa Anda ingin menaklukkan dunia atau setidaknya negara kami (AS). Tuhan menciptakan dunia bagi kita untuk hidup bersama dalam damai dan tidak untuk berperang.”

Surat itu diterbitkan di surat kabar US, Pravda, April 1983, yang pusaran sensasinya sampai ke rumah keluarga Samantha di Maine. Tetapi Samantha menginginkan jawaban dari Andropov langsung dan mengirim surat kedua ke kedutaan US di Washington untuk menanyakan apakah dia akan menerima balasan langsung dari Kremlin.

Dua minggu kemudian, siswa kelas lima ini menerima surat pribadi dari Andropov. Isinya, “sahabat pena adidaya” ini membandingkan keberanian Samantha dengan Becky Thatcher dalam “Petualangan Tom Sawyer” Mark Twain dan mengatakan kepadanya bahwa warga Soviet ingin “kedamaian untuk semua orang di planet ini”.

Korespondensi antara seorang anak berusia 10 tahun dan pemimpin salah satu dari dua negara adidaya dunia ini kontan menjadi berita utama di seluruh dunia. Samantha diwawancara oleh banyak program berita nasional dan muncul di berbagai acara bincang-bincang di AS. Dia diundang menjadi tamu program televisi malam AS yang terkenal, “The Tonight Show”, yang dipandu Johnny Carson, dan muncul di “Nightline” bersama Ted Koppel.

Postcomended   GIPI Babel Hadirkan Lomba Film Pendek dan Kompetisi Jurnalistik

Apalagi kemudian Samantha dan keluarganya menerima tawaran Andropov untuk tur US, termasuk persinggahan di kamp pemuda Artek yang terkenal di Laut Hitam di tempat yang sekarang menjadi Ukraina. Samantha terbang ke Moskow pada awal Juli 1983.

“Kami berada di TV (di Uni Soviet) setiap malam,” kata Jane Smith kepada RIA Novosti. Jane sadar, mereka sedang berada di bawah tekanan mengkhawatirkan atas konsekuensi dan persepsi.
Keluarga tersebut mengunjungi banyak tempat wisata di Moskow termasuk Leningrad (sekarang St. Petersburg). Samantha, kata sang ibu, bebas menikmati kesenangan berkemah di musim panas, berenang dan bermain dengan anak-anak lain, tanpa terlalu memikirkan politik yang kala itu berada di puncak Perang Dingin.

 

Samantha, yang tidak pernah bertemu Andropov lagi sebelum kematiannya pada 1984, kembali ke Maine bersama keluarganya pada 22 Juli 1983. Menurut laporan media saat itu, dia disambut kerumunan lebih dari 300 orang yang bersorak-sorai di bandara. Dia menerima tumpukan surat bernada simpatik, namun juga kritik yang menuduh dia digunakan sebagai alat propaganda US.

Sepulang dari US, Samantha menerima tawaran berperan dalam serial televisi berjudul “Lime Street” untuk jaringan televisi AS, ABC. Ketika kembali dari pemotretan di London, pesawat komuter yang ia tumpangi bersama ayahnya, Arthur Smith, jatuh di dekat sebuah bandara di Auburn, Maine, pada 25 Agustus 1985, menewaskan enam penumpang dan dua awak di dalamnya, termasuk Samantha dan ayahnya.

Kematiannya yang tragis membuat media di US berkabung. Mereka menyebut Samantha sebagai pembawa pesan damai rakyat Soviet kepada Amerika.

Postcomended   Polisi Jerman Temukan Ekstasi Berbentuk Donald Trump

Mikail Gorbachev, yang kala itu merupakan duta besar US untuk AS, menyampaikan pernyataan belasungkawa Andropov di pemakamannya. Kennebec County, tempat Samantha disemayanmkan, adalah salah satu dari beberapa wilayah di Maine di mana warga Soviet tidak diizinkan bepergian. Tetapi Departemen Luar Negeri AS membuat pengecualian untuk Gorbachev, yang dalam pernyataan dukanya, seperti dilaporkan The Associated Press kala itu, menggambarkan Samantha sebagai “sinar matahari cemerlang”.

Gorbachev juga mengirimkan catatan belasungkawa pribadi kepada Jane Smith, yang mengatakan bahwa semua orang di US yang telah mengenal Samantha Smith akan selamanya mengingat citra gadis Amerika yang –seperti jutaan pemuda dan pemudi Soviet– bermimpi tentang perdamaian, dan tentang persahabatan antara orang-orang di AS dan US.(***/Carl Schreck untuk RIA Novosti/Sputniknews)


Share the knowledge

Leave a Reply