Nasional

25 April dalam Sejarah: Dr Soumokil Memproklamasikan Republik Maluku Selatan

Share the knowledge

 

Dr Chris Soumokil di persidangan Mahmilub yang menjatuhinya hukuman mati (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=TPk4RHhv_LQ)

Dr Chris Soumokil di persidangan Mahmilub yang menjatuhinya hukuman mati (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=TPk4RHhv_LQ)

Pada tanggal ini tahun 1950, Republik Maluku Selatan (RMS) diproklamasikan di Ambon dengan dipimpin seorang intelektual mantan tantara KNIL, Dr Christian Robert Steven Soumokil. Mereka adalah pihak yang ingin Indonesia tetap di bawah kolonialis Belanda.


Dikutip dari laman Globalsecurity.org, pada saat Jepang dikalahkan, ada cukup banyak nasionalis di seluruh Indonesia, termasuk di Maluku, untuk bangkit dan menentang pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang disponsori Belanda.

Para nasionalis meyakini bahwa pembentukan RIS pada 27 Desember 1949 adalah untuk melawan ancaman para kaum nasionalis atas keinginan Belanda kembali menjajah Indonesia. Ketika kemudian negara boneka Belanda ini jatuh, Maluku khususnya Ambon, cepat-cepat mendeklarasikan kemerdekaannya dari Republik Indonesia.

Banyak tentara Maluku yang berpendidikan, loyalis pemerintahan Hindia Belanda, dan menjadi pegawai negeri sipil sepanjang masa pemerintahan rezim kolonial tersebut, tidak dapat melihat masa depannya di Republik Indonesia yang didominasi oleh Muslim.

Postcomended   Saudara Tiri Diktator Korut yang Diracun di Malaysia Diduga Informan CIA

Dewan Maluku Selatan pimpinan J.H. Manuhutu yang didukung oleh rakyat, merasa memiliki hak untuk menarik diri dari negara bagian Indonesia Timur dan hak penentuan nasib sendiri, dan lalu mengekspresikannya dengan memproklamasikan RMS pada hari ini.

Selain Soumokil, tercatat para tokoh intelektual Kristen yang juga mantan prajurit KNIL pro Belanda lainnya, berada di belakang aksi ini seperti Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu. Mereka kemudian menunjuk Soumokil sebagai Presiden RMS pertama hingga 1966.

Soumokil lahir di Surabaya pada 13 Oktober 1905. Dia menyelesaikan pendidikan dasarnya hingga SMA di Surabaya, lalu melanjutkan Pendidikan tingginya diu Universitas Leiden, Belanda, sampai 1934. Pada 1935 dia kembali ke Hindia Belanda dan menjadi pejabat hukum di pulau Jawa.

Saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Soumokil ditangkap oleh tentara Jepang dan diasingkan ke Burma dan Thailand. Setelah perang usai, dia kembali ke Indonesia dan menjadi Jaksa Agung dalam pemerintahan Negara Indonesia Timur (NIT).

Postcomended   Produsen Mobil Eropa dan Jepang Diskusikan Kemungkinan Merger

Pembentukan RMS tentu saja ditentang kaum nasionalis yang masih setia pada Republik Indonesia, dan menganggapnya sebagai pemberontakan. Pemerintah pusat mencoba menyelesaikan secara damai dengan mengirim tim yang diketuai Dr. J. Leimena.

Namun tim tersebut, yang terdiri dari politikus, pendeta, dokter, dan wartawan, gagal membujuk Soumokil ce-es. Akibatnya, pemerintah pusat memutuskan menumpas RMS secara militer. Pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang, berhasil menumpas RMS, meskipun loyalisnya terus melakukan perlawanan hingga bertahun-tahun setelahnya.

Beberapa yang melarikan diri ke Belanda bahkan mendirikan “pemerintah RMS dalam pengasingan”, yang aksinya masih seringkali membuat gerah pemerintah pusat termasuk di masa rezim Orde Baru. Soumokil sendiri ditangkap pada 2 Desember 1963, dan sempat dibuang ke Pulau Buru sebelum menjalani sidang.

Postcomended   MH17 yang Jatuh di Atas Ukraina Ditembak Rudal Buk, Empat Terdakwa Ditetapkan

Namun Mahkamah Militer Luar Biasa menjatuhi Soumokil dengan hukuman mati. Dia dieksekusi mati di Pulau Obi, Halmahera Selatan, pada 12 April 1966.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top