25 Juli dalam Sejarah: Menyerah Telak, Yahoo! Diakuisisi Verizon

25 Juli dalam Sejarah: Menyerah Telak, Yahoo! Diakuisisi Verizon

Ekonomi
Share the knowledge

Pada tanggal ini, 2016, Verizon mengumumkan mengakuisisi Yahoo senilai 4,8 miliar dollar AS dalam bentuk tunai, menandai tamatnya Yahoo sebagai perusahaan. Forbes menyebut transaksi ini kesepakatan paling menyedihkan raksasa internet yang dialih-kelola Marissa Mayer ini.

Pengumuman ini mengakhiri bulan-bulan penuh ketidakpastian atas nasib perusahaan yang mengalami babak belur menghadapi rivalitas kejam dunia siber saat ini. Kala itu sempat beredar spekulasi bahwa Yahoo akan berubah namanya antara lain menjadi Altaba. Namun hingga saat ini (2019), Verizon masih mempertahankan nama Yahoo termasuk untuk email.

Dikutip laman Forbes, transaksi tersebut mengakhiri independensi salah satu perusahaan perintis paling terkenal di Silicon Valley ini. CEO ketujuh dan terakhir Yahoo, Marissa Mayer, dilaporkan akan berangkat pada kesimpulan kesepakatan dengan pembayaran biaya awal lebih dari 50 juta dollar AS.

Presiden Verizon Communications untuk inovasi produk dan bisnis baru, Marni Walden, mengatakan, dengan akuisisi ini, Verizon akan berubah dari jutaan pemirsa menjadi miliaran.

Postcomended   Syahrini Lakukan Pemeriksaan Kedua Menggunakan Kacamata dengan Harga Selangit

Transaksi ini terlihat meningkatkan bisnis internet AOL Verizon, yang diperoleh perusahaan tahun lalu sebesar 4,4 miliar dollar AS, dengan memberikannya akses ke alat teknologi periklanan Yahoo, serta aset lain seperti pencarian, surat, kurir, dan real estat.

Menurut Walden, strategi di balik kesepakatan itu adalah untuk benar-benar mengejar teknologi mobile (telekomunikasi bergerak) dan video, serta banyak layanan global lainnya –layanan yang dimiliki AOL dan Yahoo– dalam skala,” katanya kepada “Squawk Box” CNBC.

Saat Yahoo diakuisisi, Facebook dan Google telah mendominasi pasar periklanan digital AS. Microsoft, Yahoo dan AOL tertinggal jauh di belakang dan telah kehilangan pangsa pasar.

Kesepakatan ini akan menandai berakhirnya Yahoo sebagai perusahaan; meninggalkannya hanya sebagai pemilik 35,5 persen saham di Yahoo Jepang, serta 15 persen sahamnya di perusahaan e-commerce China, Alibaba. Yahoo juga akan menyimpan uang tunai, wesel konversi, investasi minoritas tertentu, dan portofolio paten non-inti yang disebut Excalibur.

Postcomended   Menepis Tuduhan Spionase, Pendiri Huawei yang Tak Banyak Bicara Bakal Diarak

Tragedi Marissa Mayer

Pada 2012, Marissa Mayer masuk ke Yahoo dengan harapan besar semua pihak bahwa wanita lulusan Universitas  Stanford ini akan mengembalikan kejayaan Yahoo. Namun mantan pembangun Google Earth ini akhirnya menyerah juga lima tahun kemudian, ketika dia harus menjual murah Yahoo ke Verizon.

Tak ada yang menyangsikan kecerdasanya wanita kelahiran 1975 ini. Ketika laporan keuangan Yahoo pada 2014 mengungkap kerugian sebesar 4,2 miliar dolar AS, dia masih tetap dianggap sebagai salah satu wanita paling kuat di Sillicon Valley kala itu.

Namun pamornya yang naik selama 10 tahun bekerja di pesaingnya, Google, tak membuatnya sanggup menyelamatkan Yahoo. Justru kini Google menyalip popularitas mesin pencari nomor satu warisan era 1990-an ini. Sebelum menerima posisi sebagai CEO Yahoo, Mayer menjabat sebagai Vice President of Google Product Search yang a.l. berperan mengembangkan Google Earth dan Google Maps.***


Share the knowledge

Leave a Reply