Elena Lucrezia Cornaro Piscopia (Venipedia)

Pada tanggal ini tahun 1096, Tentara Salib melakukan pemanasan untuk pembantaian Muslim di Yerusalem dengan membantai orang Yahudi di Werelinghofen Jerman. Pada tanggal sama tahun 1678, bangsawan Venesia, Elena Cornaro Piscopia menjadi wanita pertama yang menerima gelar Doktor Filsafat, atau dikenal sebagai Ph.D. Siapa dia?Elena adalah putri Giovanni Battista Cornaro Piscopia, anggota keluarga bangsawan Venesia yang berpengaruh. Ketika dia berumur tujuh tahun, ayahnya memulai pendidikan klasik yang membuat Elene unggul dibanding anak perempuan lain pada masa itu.

Pada saat Giovanni diangkat ke posisi kuat Procuratore di San Marco de supra pada 1664, putrinya telah menjadi fasih dalam berbagai bahasa serta menunjukkan kemampuan yang mengesankan dalam mata pelajaran mulai dari musik, matematika, hingga filsafat dan teologi.

Pada 1669, Elena menerjemahkan volume bahasa Spanyol dari Kolokium Kristus oleh biarawan Carthusian Giovanni Lanspergio ke dalam bahasa Italia. Prestasi ini menyebabkan dia diangkat menjadi presiden dari masyarakat Venesia Accademia dei Pacifici pada tahun 1670.

Dua tahun kemudian di Universitas Padua, guru pelajaran filsafat Elena membujuk koleganya di bidang teologi untuk mengajukan petisi kepada universitas untuk memberi Elena gelar tertinggi.

Gregorio Cardinal Barbarigo, uskup Padua, pada mulanya mendukung upaya Elena mengejar gelar ini, tetapi kemudian menariknya lagi ketika dia mengetahui bahwa sarjana perempuan ini berkeinginan mendapatkan gelar tersebut dalam bidang teologi. Dia malah menawarkan kompromi bahwa dia bisa mengejar gelar dalam filsafat.

Begitu banyak orang yang ingin melihat kecerdasan Elene, siding doktoral dilakukan di Katedral Santa Perawan Suci, Padua, pada 25 Juni 1678. Dalam mempertahankan argumentasinya, Elena menjelaskan dua bagian yang dipilih secara acak dari Aristoteles.

Dia berbicara dengan percaya diri dan lancar dalam bahasa Latin klasik selama lebih dari satu jam. Penampilannya itu membuatnya dianugerahi gelar doktor di depan khalayak yang terpukau kepadanya.(***/historypod/onthisday)

Share the knowledge