Bisnis Ruang Angkasa Dimulai | dunia | DW | 08.10.2012 Deutsche Welle Kargo Dragon, demikian ia diberi nama diluncurkan dengan kapsul SpaceX's Falcon. Kargo seberat sekitar empat ratus kilogram ini membawa muatan yang ...

Bisnis Ruang Angkasa Dimulai | dunia | DW | 08.10.2012 Deutsche Welle Kargo Dragon, demikian ia diberi nama diluncurkan dengan kapsul SpaceX’s Falcon. Kargo seberat sekitar empat ratus kilogram ini membawa muatan yang …

Pada tanggal ini terjadi dua revolusi dalam bidang transportasi manusia. Pada 1927, pengusaha otomotif Henry Ford, mengumumkan bahwa ia mengakhiri produksi mobil Ford model ”T”. Di hari yang sama 91 tahun kemudian, perusahaan SpaceX, meluncurkan pesawat ruang angkasa komersial pertama meskipun masih tanpa penumpang, dan sukses kembali ke Bumi.

Pada 25 Mei 2012, dua pesawat ruang angkasa, satu publik dan satu pribadi, terhubung ke orbit ketika SpaceX’s Dragon melekat di stasiun luar angkasa internasional. Ini adalah momen bersejarah ketika pertama kalinya pesawat ruang angkasa komersial berkapasitas 7 penumpang, merapat di laboratorium tanpa bobot.

Astronot NASA, Don Pettit, yang mengendalikan robot Canadarm2 sejauh 18 meter, menabrakkan kapsul Dragon tanpa awak ini, yang dibangun oleh perusahaan komersial SpaceX (Space Exploration Technologies Corp), ke stasiun luar angkasa Harmony pada pukul 12:02 siang.

Postcomended   Tempe Siswa Indonesia Terbang ke Antariksa

Sementara itu pada 91 tahun silam, Henry Ford mengumumkan bahwa ia mengakhiri produksi mobil model “T”, ditandai dengan Ford bersama putranya, Edsel, mengendarai Ford model T ke-15 jutanya.

Lebih dari kendaraan lain, Model T yang harganya relatif terjangkau dan efisien, bertanggung jawab untuk mempercepat pengenalan mobil ke masyarakat Amerika selama kuartal pertama abad ke-20.

Diperkenalkan pada Oktober 1908, Model T –juga dikenal sebagai “Tin Lizzie” –menghemat 1.200 poundsterling, dengan mesin 20-tenaga kuda, empat silinder. Itu sama dengan sekitar 13-21 mil per galon bensin dan dapat melakukan perjalanan hingga 45 mph.

Awalnya Ford menjualnya seharga sekitar 850 dolar AS (sekitar 20.000 dolar AS dalam dolar hari ini), untuk kemudian nantinya akan dijual seharga 260 dolar AS (sekitar 6.000 dolar AS saat ini) untuk model tanpa-tambahan dasar.

Akibat popularitas Model T yang luar biasa, pemerintah AS sengaja membuat konstruksi jalan baru sebagai salah satu prioritas utama pembangunan pada 1920. Namun pada 1926, Lizzie telah menjadi ketinggalan jaman di pasar yang berkembang pesat untuk mobil yang lebih murah.

Postcomended   Isu Monopoli dan Argo Kuda Membelit Bandara Husein

Sementara Henry Ford berharap mempertahankan produksi Model T ketika mengembalikan pabrik-pabriknya untuk penggantinya, yakni Model A, kurangnya permintaan memaksa dia berkompromi.

Pada 25 Mei 1927, ia menjadi berita utama di seluruh dunia dengan pengumuman bahwa ia menghentikan Model T. Seperti yang dicatat oleh Douglas Brinkley di biografi Ford, “Wheels for the World”, pembuat mobil legendaris ini menyampaikan pidatonya untuk penciptaan yang paling tak terlupakan ini.

Isi pidatonya: “Mobil ini (model T) memiliki stamina dan kekuatan. Mobil ini sanggup berlari sebelum ada jalan yang bagus untuk dilalui. Mobil ini menghancurkan penghalang jarak di daerah pedesaan; membawa orang-orang menjadi saling lebih dekat, dan menempatkan pendidikan dalam jangkauan semua orang.”

Setelah produksi resmi berakhir pada hari berikutnya, pabrik Ford tutup pada awal Juni tahun itu, dan sekitar 60.000 pekerja diberhentikan. Ford menjual kurang dari 500.000 mobil pada tahun 1927, kurang dari setengah penjualan Chevrolet.

Rilis Model A yang dimulai di kota-kota terpilih pada Desember 1927 disambut ribuan orang, sebuah penghargaan bagi kemampuan khas Ford untuk membuat percikan.

Postcomended   13 Mei dalam Sejarah: Jakarta Dilanda Kerusuhan Massal Berbau Rasis

Tidak ada mobil dalam sejarah, bagaimanapun, memiliki dampak baik aktual maupun mitologis, seperti Model T. Penulis seperti Ernest Hemingway, E.B. White dan John Steinbeck menampilkan Tin Lizzie dalam prosa mereka, sementara pembuat film hebat Charlie Chaplin mengabadikannya dalam satir dalam filmnya tahun 1928 “The Circus”.(***/history/space)

Share the knowledge