27 Juli dalam Sejarah: Yesuit Spanyol Mendarat di Kagoshima, Kristenkan Jepang

Internasional
Share the knowledge

The Daily Office – WordPress.com

Pada tanggal ini, 1549, pesawat terbang berteknologi jet pertama, de Havilland Comet, melakukan penerbangan pertamanya. Tanggal ini juga merupakan hari penting bagi penderita diabetes ketika para peneliti Universitas Toronto yang dipimpin biokimiawan Frederick Banting mengumumkan temuan hormon insulin yang diganjar Nobel pada 1923. Bagaimana kekeristenan dibanding agama “impor” lainnya memengaruhi Jepang? Tanggal ini adalah jawabannya.

Pada tanggal ini 1549, Imam Yesuit Francis Xavier (1506–5252) pertama kali mendarat di Kagoshima, Jepang. Xavier ketika itu disebut mampu mengubah sekitar 100 orang Kagoshima menjadi Kristen dengan menemukan titik-titik kesamaan antara ajaran Kristen dan Buddha.

Setahun berada di Kagoshima, Xavier mendengar bahwa ada kapal Portugis tiba di Hirado, suatu wilayah di barat laut Jepang, masih di Pulau Kyushu, yang sekarang dikenal sebagai bagian dari  Prefektur Nagasaki. Dia pun melakukan perjalanan ke pulau itu pada Juli 1550, ditemani oleh Pastor Cosme de Torres dan seorang misionaris lainnya, Juan Fernandez.

Dua tahun tiga bulan mengkhotbahkan agama Kristen di Kyushu, cukup membuat pulau yang kala itu terpencil ini, berkembang menjadi episentrum kekristenan di seluruh Jepang.

Ketika pindah ke Hirado, misi di Kagoshima diserahkan kepada orang Kristen pertama di Jepang, Anjiro (juga dikenal sebagai Yajiro dan kemudian sebagai Paulo de Santa Fe), yang telah membantu memberikan dorongan untuk perjalanan Xavier ke Jepang.

Xavier dan Anjiro bertemu pertama kali di Malaka (sekarang Malaysia), sebuah kota berbenteng yang merupakan pusat perdagangan internasional pada saat itu. Meskipun ada sedikit bukti yang dapat diandalkan tentang kehidupan Anjiro, ia diduga telah melarikan diri ke luar negeri dengan kapal Portugis setelah melakukan pembunuhan di Kagoshima. Dia kembali ke Jepang Bersama Xavier pada 1549.

Postcomended   Buku Cetak Biru Nazi Ditemukan, Membahas Detail Mendebarkan tentang Yahudi di AS

Xavier dikatakan telah memenangkan lebih banyak orang yang “bertobat” hanya dalam 20 hari dakwah di Hirado daripada yang dia lakukan sepanjang tahun di Kagoshima. Pada Januari 1551, gereja pertama di Jepang dibangun di pulau itu, sisa-sisanya berada di Taman Sakigata dekat Pos Perdagangan Belanda yang dipulihkan.

Pada Oktober 1550, Xavier sempat berangkat ke Kyoto, mencari audiensi dengan kaisar di mana dia akan meminta izin untuk memberitakan agama Kristen di seluruh Jepang; yang menjadi bukti lebih lanjut tentang kesuksesannya di Hirado.

Dia melakukan perjalanan ke Kyoto melalui Yamaguchi bersama dengan misionaris Fernandez dan Bernardo. Tetapi hiruk-pikuk periode Perang Amerika (1467-1568) telah meninggalkan ibukota kuno Jepang ini dalam reruntuhan.

Postcomended   Stevie Wonder Bergabung dengan Twitter, Ini Cuitan Petamanya

Saat menemukan kaisar adalah seorang “boneka” yang tak berdaya, Xavier yang kecewa kembali ke Yamaguchi. Selama waktu ini Torres mengambil tanggung jawab untuk pekerjaan misionaris di Hirado.

Xavier diizinkan untuk menggunakan sebuah kuil Buddha yang ditinggalkan di Yamaguchi, di mana dia berkhotbah selama beberapa bulan. Dokumen-dokumen sejarah menyatakan bahwa ia mengubah lebih dari 500 orang Jepang dalam enam bulan menjelang Maret 1551. Kunjungan kembali ke Hirado pada bulan April mungkin terkait dengan pembangunan gereja di sana.

Ke India dan Cina
Pada September 1551, sebuah kapal Portugis tiba di provinsi Bungo (sekarang Prefektur Oita) di Kyushu. Xavier pergi ke sana untuk mendengar berita tentang misi Yesuit di India. Dia menyimpulkan bahwa dia dibutuhkan lebih banyak di India daripada di Jepang, maka dia segera mengambil bagian di kapal Portugis.

Itu adalah akhir dari masa tinggal Xavier di Jepang, tetapi negara itu tetap ada dalam pikirannya. Melihat pengaruh budaya Tiongkok terhadap Jepang, ia memutuskan untuk pindah ke Tiongkok dan mencari orang-orang yang “bertobat” di sana.

Dia tiba di pulau Shangchuan pada September 1552, tetapi pada akhirnya tidak dapat mencapai daratan. Xavier meninggal pada tanggal 3 Desember di usia 46 akibat penyakit, yang diperburuk oleh kelelahan fisik dan mental.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Beberapa misionaris yang melakukan perjalanan ke Jepang bersama Xavier melanjutkan kegiatan penginjilan mereka. Namun dia tidak pernah tahu bahwa beberapa tahun setelah kematiannya, terjadi peristiwa penganiayaan dan eksekusi orang Kristen Jepang, termasuk juga orang Kristen Portugis dan Spanyol di sana.(***/nippon)

 


Share the knowledge

Leave a Reply