Internasional

28 April dalam Sejarah: Musolini Dieksekusi bersama Wanita Simpanannya, Jenazahnya Diludahi

Share the knowledge

 

Diktator Italia Benito Musolini beserta pacarnya dan 16 lainnya yang diduga anggota kabinetnya, dieksekusi mati. Mayatnya lalu digantung terbalik di alun-alun kota, sebelum kemudian dily=udahi dan diinjak-injak (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=snuvlXq17Io)

Diktator Italia Benito Musolini beserta pacarnya dan 16 lainnya yang diduga anggota kabinetnya, dieksekusi mati. Mayatnya lalu digantung terbalik di alun-alun kota, sebelum kemudian dily=udahi dan diinjak-injak (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=snuvlXq17Io)

Pada tanggal ini tahun 1945, Benito “Il Duce” Mussolini, dan wanita simpanannya, Clara Petacci, dieksekusi oleh regu tembak yang terdiri dari anggota gerakan perlawanan Italia. Keduanya ditangkap ketika berusaha melarikan diri ke Swiss. Mayat keduanya diludahi ramai-ramai.

Ketika pasukan sekutu menggempur semenanjung Italia, kekalahan pasukan Musolini sudah di depan mata. Tidak ingin jatuh ke tangan sekutu (Inggris dan Amerika), dan menyadari bahwa para pendukung partai komunis yang telah memerangi sisa-sisa tentara fasis Italia akan mengadilinya sebagai penjahat perang, Musolini berupaya melarikan diri ke negara netral.

Dikutip dari laman History, sesampainya di perbatasan Swiss, sadar bahwa mereka tidak akan dibiarkan lewat, dia menyamar dengan mantel dan helm Luftwaffe, berharap dapat menyelinap ke Austria dengan bantuan tentara Jerman, negara sekutunya.  Akal-akalan itu diketahui.

Postcomended   24 November dalam Sejarah: Darwin Publikasikan Buku Kontroversial yang Laku Keras

Mussolini bersembunyi di sebuah pondok bersama kekasihnya. Ketika dia melihat perwira-perwira Italia mendatanginya, dia mengira mereka datang untuk membebaskannya dan dia merangkul pacarnya itu dengan gembira.

Ketika dia diberitahu bahwa dia akan diadili, dia terkejut. Musolini (61) masih sangat ingin hidup. Laman UPI menulis, ketika dia mendengar hukuman mati, Mussolini menangis, “Biarkan aku menyelamatkan hidupku dan aku akan memberimu kerajaan!”

Saat sudah berada di depan regu tembak, dia masih sempat berteriak, “tidak, tidak!”; kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya. Sementara itu ketika dibawa keluar untuk ditembak, Petacci (25) sempat melarikan diri tetapi dia ditembak jatuh. Mussolini dan Petacci ditembak bersama di pondok.

Sebuah peluru menembus kepala botak Mussolini melalui dahi kiri dan sepenuhnya melewatinya, merobek sebagian tengkorak di atas dan di belakang telinga kanan. Bersama Mussolini dan Petacci, ada 16 Fasis lainnya yang dieksekusi, banyak di antara mereka adalah anggota cabinet Musolini.

Postcomended   21 Agustus dalam Sejarah: Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda Sepakati Perjanjian Persahabatan

Mayat mereka lalu dibawa dengan truk ke kota Milan, dibuang di alun-alun kota, dan digantung terbalik untuk menjadi bahan tontonan publik. Segerombolan lebih dari 5.000 orang yang sudah dipenuhi kemarahan terhadap Musolini, meludahi dan bahkan menginjak-injak mayat mereka; menandai akhir dari Fasisme yang carut marut di Italia.

Kematian Musolini kendati dia diperlakukan tak kalah keji, telah membawa kedamaian bagi banyak orang yang pernah tertindas oleh rezim diktatornya.

Mussolini adalah salah satu dari beberapa pemimpin sayap kanan yang mengambil kendali atas negara mereka setelah Perang Dunia Pertama. Dia ingin membuat Italia lebih kuat, namun dengan menindas rakyatnya sendiri dan menyerbu negara lain untuk melakukannya.

Dia sangat berpengaruh sehingga nama partai Fasis-nya telah diadopsi sebagai istilah umum untuk politik sayap kanan ekstrem berdasarkan rasisme, otoritarianisme, dan kebencian. Meskipun bukan kekuatan pendorong di belakang Perang Dunia Kedua, dia ditarik oleh ambisi dan ideologi ke dalam aliansi dengan Nazi Jerman, aliansi yang menyerang banyak negara.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top