Internasional

28 Mei dalam Sejarah: Perusahaan Ban Michelin Didirikan, Merek Ban paling Berharga di Dunia

Share the knowledge

Michelin Man (gambar dari: https://www.eater.com/2014/10/3/6905125/seven-things-you-didnt-know-about-the-michelin-man)

Michelin Man alias Bibendum (gambar dari: https://www.eater.com/2014/10/3/6905125/seven-things-you-didnt-know-about-the-michelin-man)

Pada tanggal ini tahun 1889, dua bersaudara Edouard dan Andre Michelin mendirikan perusahaan ban dengan nama keluarga sendiri, Michelin; satu tahun setelah penemuan ban pneumatik (tiup) oleh John Boyd Dunlop. Sampai saat itu, semua ban terbuat dari karet padat yang mudah rusak.

Dikutip dari laman Newatlas, merek ban Michelin –menurut Brand Directory– adalah merek ban paling berharga di dunia pada tahun 2018, dengan nilai mencapai 7,93 miliar dollar AS (setara Rp 112 triliun). Sebagian besar dari nilai merek tersebut dapat dikaitkan dengan kejeniusan pemasaran alami dua bersaudara tersebut: antara lain dalam hal maskot dan Bintang Michelin.

Michelin bersaudara awalnya mengelola perusahaan produk karet di Claremont Ferrand, Prancis. Ketika pada 1894 mereka mengikuti pameran “Exposition Internationale et Coloniale” di Lyon, Edouard melihat setumpuk ban dan berkata kepada Andre bahwa itu terlihat seperti manusia.

Postcomended   YouTube: "Bohemian Rhapsody", Video Klip Jadul Pertama yang Capai Penayangan 1 Miliar

Dari sinilah awal mula merek Michelin mengusung maskot perusahaannya berupa tumpukan ban yang  menyerupai manusia yang kemudian dikenal dengan istilah Michelin Man (Manusia Michelin), atau juga sering dinamakan Bibendum.

Bagi penggemar MotoGP hari ini, Bibendum bukan sosok asing sebagaimana Michelin merupakan sponsor utama ajang balap sepeda motor tersebut; dengan tampilan paling akhirnya saat ini setelah mengalami berkali-kali perubahan.

Penampilan publik pertama dari Manusia Michelin adalah saat acara Eksposisi Internationale d’Automobiles pada 1898. Diorganisasi oleh Automobile Club de France (ACF), ekspo ini diubah namanya menjadi Mondial de l’Automobile (Paris Motor Show); pameran mobil internasional terpanjang yang pernah ada dan masih terus digelar hingga kini.

Bintang Michelin

Pada 1898, tahun saat Bibendum mulai diperkenalkan, sebanyak 99,9 persen jalanan Eropa tidak diaspal. Lalu lintas jalan terdiri atas gerobak dan kereta yang ditarik kuda. Mobil hanya untuk orang-orang yang sangat kaya. Ban pneumatik yang umum digunakan saat itu terbuat dari karet asli, bukan sintetis tangguh dan tahan lama seperti saat ini.

Postcomended   3 Juli dalam Sejarah: Tembak Jatuh Pesawat Komersial Iran, AS Tak Pernah Mau Minta Maaf

Akibatnya, dengah kondisi jalan yang menyedihkan, mengganti ban karena bocor adalah hal biasa. Perkembangan teknologi mobil kala itu masih embrionik. Urusan ban masih merupakan mata rantai terlemah.

Michelin bersaudara putar otak bagaimana agar warga kaya mau lebih sering keluar rumah menggunakan mobil mereka. Tujuannya jelas, dengan kondisi jalanan yang buruk akan membuat mereka lebih sering mengganti ban mobil mereka.

Maka mereka membuat semacam penilaian untuk restoran: dua Bintang Michelin menandakan suatu restoran sebagai “luar biasa”, tiga Bintang Michelin artinya restoran yang bersangkutan “layak dikunjungi”. Ini memancing warga yang penasaran menggelindingkan mobilnya ke resto-resto tersebut.

Laman Business Insider menyebutkan, ketika restoran dianugerahi Bintang Michelin, itu adalah tanda bahwa seorang koki di suatu restoran telah berhasil pada tingkat tertinggi. Standar “Bintang Michelin” ini hingga kini –dengan kondisi jalanan yang mulus dimana-mana dan kualitas ban yang telah lebih kuat– menjadi mimpi buruk sekaligus ukuran kehebatan suatu restoran.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top