http://www.asiaone.com/sites/default/files/original_images/Mar2015/20150326_leekuanyew_STcopy.jpg

Hari ini, 1990, pendiri Singapura modern, Lee Kuan Yew, mengundurkan diri dari posisi Perdana Menteri di kabinet negara tersebut. Dia menyerahkan kepemimpinannya kepada kadernya di partai penguasa –semacam Golkar di era Ode Baru– People Action Party (PAP), Goh Chok Tong. Gaya kepemimpinan Lee yabg dinasti-isme, adalah khas Asia Tenggara pada eranya. Bedanya, Lee bagaimanapun memikirkan regenerasi kepemimpinan kepada yang muda, meskipun itu pada akhirnya adalah anaknya sendiri.

Lee yang berkuasa sejak 1959, bahkan sudah memikirkan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri sejak 1976, kendati akhirnya baru terlaksana pada 1990. Namun warga Singapura sadar, itu semua tak ada artinya.

“Tak akan ada perubahan. Dari PAP ke PAP juga. Buat apa ramai-ramai?” kata seorang pejabat pemerintah yang tak mau disebutkan identitasnya, seperti dikutip tambeh.wordpress.com, menanggapi “sepinya” suasana jelang suksesi Lee ke Goh.

Postcomended   8 Desember dalam Sejarah: John Lennon Ditembak Mati di Depan Rumahnya

Masih dari situs sama, saat pesta kemenangan PAP pada pemilu September 1988, Goh mengatakan, “Saya akan jadi Perdana Menteri dalam dua tahun lagi,” katanya kepada wartawan. Lalu Goh mengatakan lagi, waktunya antara akhir November dan minggu pertama Desember 1990.

BBC melaporkan, saat suksesi Goh, baik Lee maupun Goh memberi pernyataan, “Waktunya telah tiba bagi generasi muda untuk membawa Singapura maju dalam situasi yang lebih sulit dan kompleks,” kata mereka.

Lee telah berada di kabinet Singapura sejak 1959. Dia adalah perdana menteri dari tahun 1959 sampai 1990, ketika Goh mengambil alih jabatan sampai tahun 2004.

Postcomended   16 Januari dalam Sejarah: Amerika dan Koalisinya Lancarkan Operasi Badai Gurun

Meski begitu, dia masih memiliki kursi di Parlemen, hingga pada 2004 putranya, Lee Hsien Loong, menggantikan Goh sebagai perdana menteri. Lee meninggal pada 23 Maret 2015 di usia 91.(***/bbc/nytimes)