Internasional

29 April dalam Sejarah: Muhammad Ali Menolak Wajib Militer

Share the knowledge

 

Muhammad Ali diwawancara setelah menyatakan menolak ikut wajib militer (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=H9TwvGYcGRo)

Muhammad Ali diwawancara setelah menyatakan menolak ikut wajib militer (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=H9TwvGYcGRo)

Pada tanggal ini tahun 1967, otoritas tinju AS melucuti gelar kelas berat dunia dari Muhammad Ali. Tak hanya itu, lisensi tinjunya juga ditarik. Penyebabnya, Ali menolak dilantik menjadi tantara, sebagai bagian dari program wajib militer AS.

Ali yang memiliki nama awal Cassius Clay, berdiri sejajar dengan 11 pria lain yang dipanggil di sebuah kamar di gedung Kantor Pos lama di Houston, Texas, dan mendengar nama Muslimnya dipanggil oleh petugas yang memberikan sumpah, laman The Guardian menulis.

Clay tidak bergerak. Seorang petugas lain menghampirinya dan meminta Ali mengikutinya. Clay tetap tidak berbicara, tetapi dia mengikutinya keluar dari ruangan. Si “mulut besar” ini diberi peringatan tentang konsekuensi penolakannya.

Dia dibawa kembali ke kamar dan diberi kesempatan kedua untuk mengambil sumpah, tetapi dia kembali menolak. Dia kemudian menandatangani pernyataan untuk penolakannya itu.

Segera setelah dia meninggalkan tempat tersebut, simpatisan mengerumuninya. Komisi Tinju New York, Asosiasi Tinju Dunia, dan Komisi Tinju Texas, menarik pengakuan mereka dari Ali sebagai juara.

Postcomended   10 Oktober dalam Sejarah: Singapura Negara Pertama yang Terjun ke Jurang Resesi 2008

Pada saat yang sama seorang juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan akan memutuskan apakah akan meminta juri utama federal untuk mendakwa Ali. Jika dakwaan dikembalikan, Ali harus diadili. Dia bisa menghadapi hukuman penjara yang panjang.

Ali mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan: “Dalam kesadaran saya yang terang sebagai seorang duta Muslim dan keyakinan pribadi saya, saya mengambil pendirian menolak untuk dilantik. Saya melakukannya dengan realisasi penuh atas konsekuensinya. Saya mengikuti hati nurani saya.”

“Saya memiliki gelar kelas berat dunia bukan karena diberikan kepada saya, bukan karena ras atau agama saya, tetapi karena saya memenangkannya di atas ring.”

Postcomended   Washington Setujui Pengomposan Jenazah Manusia: Boleh untuk Memupuk Tanaman

Komisi Tinju New York, yang menangguhkan izinnya, mengatakan, penolakannya itu merugikan kepentingan dunia tinju. Ali dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda 10.000 dollar AS, meskipun dia tetap dengan jaminan saat dia mengajukan banding. Dia kehilangan paspor dan gelar kelas beratnya dan dilarang bertanding di AS.

Dikutip dari laman BBC, Ali kembali ke tinju pada 1970 setelah mendapatkan penangguhan hukuman, dan kembali ke ring pada 1970 dengan menang atas Jerry Quarry. Tetapi pada 1971 Ali kalah untuk pertama kalinya dalam karir profesionalnya oleh Joe Frazier.

Ali kembali meraih kemenangan dari Frazier tiga tahun kemudian. Pada Oktober 1974, Ali mendapatkan momen terbaiknya ketika mengalahkan George Foreman di Zaire yang disebut sebagai pertandingan “Rumble in the Jungle”. Pada usia 32 tahun, Ali menjadi pria kedua dalam sejarah yang meraih kembali juara dunia kelas berat.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top