Pada tanggal ini, 1978, Perwakilan PLO, Ezzedine Kalak, ditembak mati di Paris oleh agen rahasia Israel, Mossad, dalam operasi Wrath of God. Sementara itu di tanah air pada 2000, matan Presiden Soeharto dijadikan tersangka untuk kasus dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Supersemar, namun tak ada yang berhasil membuktikannya. Ketika Baharuddin Lopa diangkat menjadi Menteri Kehakiman untuk mengusut terus kasus ini, Lopa meninggal dunia saat berada di Arab Saudi.

Dalam kurun seusai Perang Dunia (PD) II, yakni mulai 1960-an hingga awal 1990-an, Pemerintah Israel melakukan pembunuhan di seluruh dunia menggunakan agen rahasianya, Mossad. Mereka menyasar apa yang mereka sebut penjahat perang Jerman, namun kemudian juga melebar ke pembunuhan para aktivis Palestina. Pada tanggal ini, tahun 1978, Perwakilan Organisasi Pembebasan Rakyat Palestina (PLO) di Paris, Ezzedine Kalak, dibunuh di kota ini.

Laman Palestine-encyclopedia menulis, segera setelah Perang Dunia II, Agen Yahudi mengorganisasi sekelompok fanatik Zionis di Brigade Yahudi Angkatan Darat Inggris yang memanggil mereka “Hanokmin” (the Avengers) untuk membunuh orang yang dicurigai sebagai penjahat perang Jerman.

Postcomended   9 November dalan Sejarah: Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, Dieksekusi Mati

Hanokmin membunuh sekitar 1.000 orang Jerman tanpa pengadilan. Selama tahun 1961 -1963, Mossad mencoba membunuh banyak insinyur dan ilmuwan Jerman yang bekerja di pabrik-pabrik pemerintah Mesir. Beberapa dari mereka dibunuh dan yang lainnya diancam dan dilecehkan oleh Mossad.

Tak berhenti pada dendamnya terhadap sisa-sisa Nazi, Mossad dalam operasi Wrath of God, juga membunuhi para aktivis Palestina. Operasi yang juga disebut Operasi Bayonet ini, adalah operasi dendam terhadap orang yang terlibat dalam pembantaian Munich 1972.

Korban dalam kasus “main hakim sendiri” ini termasuk perwakilan PLO Said Hammami, yang ditembak di London pada 4 Januari 1978. Sementara itu pada hari ini, 1978, Ezzedine Kalak Bersama wakilnya, Hamad Adnan, tewas dalam serangan di kantor mereka. Serangan Mossad ini juga menyebabkan tiga orang lainnya terluka.

Pada 22 Januari 1979, sebuah bom mobil Mossad menewaskan Ali Hassan Salameh. Banyak warga Libanon yang ikut tewas dalam ledakan itu bersama seorang wanita Inggris, Susan Wareham. Pada tanggal 25 Juli 1979, Mossad membunuh Zuhair Mohsen, seorang anggota senior PLO, yang terbunuh di jalan di Cannes, Prancis, tempat dia berlibur.

Postcomended   22 November dalam Sejarah: John F Kennedy yang Dikenal Dekat dengan Sukarno, Ditembak Mati

Dari tahun 1979 hingga 1988, agen-agen Mossad membunuh lima orang Palestina di Siprus, satu di Belgia, tiga di Italia, satu di Spanyol, satu di Paris, dua di Yunani dan satu di London.

Abu Daoud, yang memproklamasikan sebagai perencana pembantaian Munich, terluka oleh tembakan di sebuah kafe di Warsawa, Polandia, pada 1 Agustus 1981. Kepala kantor resmi PLO di Madrid, Nabil Wadi Aranki, dibunuh di Madrid, Spanyol, pada tanggal 1 Maret 1982. Kepala intelijen PLO, Atef Bseiso, dibunuh oleh dua pria bersenjata dengan pistol yang diredam, di Paris, pada tanggal 8 Juni 1992.

Banyak penulis memuji agen Wrath of God atas semua pembunuhan tersebut, Sumber lain menyalahkan pembunuhan Hammami, Kalak, Adnan, dan Bseiso pada kelompok teroris Palestina yang bersaing: Organisasi Abu Nidal. Abu Daoud menyalahkan penembakannya atas seorang agen ganda Palestina untuk Mossad, yang dibunuh oleh PLO pada 1991. Operasi ini berakhir tanpa pertanggung jawaban Israel. (***/palestine-encyclopedia/history-of-world)

Postcomended   ISIS Kalah di Mosul: Malaysia Siaga Satu, Indonesia Lebih Tenang

 

Share the knowledge