Nasional

3 Juli dalam Sejarah: Pemerintah Kolonial Mendirikan Technische Hogeschool, Cikal Bakal ITB

Share the knowledge

Kampus Technische Hoogeschool (THS), cikal bakal ITB, dipotret dari arah Taman Ganesha tahun 1920-an (gambar dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kampus_ITB_Ganesha)

Kampus Technische Hoogeschool (THS), cikal bakal ITB, dipotret dari arah Taman Ganesha tahun 1920-an (gambar dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kampus_ITB_Ganesha)


Pada tanggal ini tahun 1920, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Technische Hogeschool te Bandoeng (THS) yang merupakan cikal bakal Institut Teknologi Bandung. Di masa penjajahan Jepang, namanya sempat  berubah menjadi Kogyo Daigaku.

THS didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memenuhi kebutuhan sumber daya teknis di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Saat didirikan, THS hanya memiliki satu fakultas, yakni Fakulteit der Technische Wetenscap (Fakultas Ilmu Teknik), dan hanya menawarkan satu program yang disebut Afdeling der Wegen Waterbouw (sekolah jurusan Rekayasa Jalan dan Sumber Daya Air).

Selama pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945, lembaga ini berganti nama menjadi Kogyo Daigaku (Universitas Industri). Ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, kampus tersebut berganti nama menjadi “Sekolah Tinggi Teknik” (STT) pada 1945.

Namun setahun kemudian, Belanda kembali ke Indonesia dan menjadi direktur kampus, yang kemudian menggunakan kampus ini sebagai “Nood-Universiteit van Nederlandsch Indië “(universitas darurat Hindia Belanda).

Postcomended   "Sport Illustrated" untuk Pertama Kali Tampilkan Model Muslim Berjilbab

Pada 1947 kampus tersebut menampung Faculteit van Technische Wetenschap (fakultas teknik) dan Faculteit van Exacte Wetenschap (fakultas ilmu) yang berada di bawah Universiteit van Indonesie (Universitas Indonesia). Pada tahun 1950 setelah Belanda meninggalkan Indonesia, universitas menjadi fakultas teknik dan fakultas ilmu alam, di bawah Universitas Indonesia.

Pada 2 Maret 1959, perguruan tinggi ini resmi diubah namanya oleh pemerintah Indonesia menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB didirikan sebagai lembaga pendidikan tinggi sains, teknologi, dan seni rupa, dengan misi pendidikan, penelitian, dan layanan kepada masyarakat.

Dikutip dari laman tl.itb.ac.id, meskipun lembaga-lembaga pembelajaran teknik yang disebutkan di atas memiliki karakteristik dan misi masing-masing, mereka telah meninggalkan pengaruh dalam pengembangan ITB. Kampus Ganesha ITB saat ini adalah situs dari sekolah-sekolah teknik sebelumnya di Indonesia.

Dengan meningkatnya kebutuhan profesi teknik sanitasi, program pendidikan Teknik Sanitasi dikembangkan pada 1960/1961 sebagai salah satu divisi Departemen Teknik Sipil di ITB. Seiring meningkatnya permintaan insinyur sanitasi, Departemen Teknik Sanitasi didirikan pada 10 Oktober 1962 sebagai departemen di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

Postcomended   Laboratrium Independen: Mantan Mata-mata Rusia Diracun Pakai Novicok, Agen Saraf Kelas Militer

Pada 19 Maret 1935 pemerintah Belanda mendirikan Laboratorium voor Technische Hygiene en Assaineering di kampus THS; laboratorium yang didirikan khusus untuk menangani masalah teknis dan sanitasi.

Laboratorium ini kemudian dinamai Laboratorium Kesehatan Teknik setelah kemerdekaan Indonesia dan dikelola oleh Departemen Kesehatan Indonesia sebagai laboratorium pertama di Indonesia yang menangani air minum dan air limbah.

Salah satu peran laboratorium adalah untuk melatih teknisi laboratorium kantor regional Departemen Kesehatan dalam analisis kualitas air. Dengan keputusan bersama Menteri Kesehatan Indonesia dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan laboratorium ini pada 1966 diintegrasikan ke dalam ITB.

Sejak 2000, status ITB bersama-sama dengan empat universitas terkemuka di Indonesia menjadi universitas semi-pemerintah, sebagai pilot manajemen baru universitas negeri di Indonesia. Keputusan Pemerintah Nomor 155 Tahun 2000 tentang Keputusan ITB sebagai Badan Hukum (Badan Hukum Milik Negara atau BHMN) telah membuka jalan baru bagi ITB untuk menjadi otonom.

Postcomended   13 September dalam Sejarah: IBM Bidani Kelahiran Komputer Pertama Seberat Satu Ton

Status otonomi menyiratkan kebebasan bagi lembaga untuk mengelola bisnisnya sendiri dengan cara yang efektif dan efisien, dan bertanggung jawab penuh atas perencanaan dan pelaksanaan semua program dan kegiatan, dan kontrol kualitas untuk pencapaian tujuan kelembagaannya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top