Loading...
Internasional

3 Juni dalam Sejarah: Legenda Tinju Dunia, Muhammad “The Big Mouth” Ali, Meninggal Dunia

Share the knowledge

 

Muhammad Ali (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=jQwNLYEIFms)

Muhammad Ali (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=jQwNLYEIFms)

Pada tanggal ini tahun 2016, legenda tinju dunia, Muhammad Ali, meninggal pada usia 74 tahun. Mantan juara dunia kelas berat itu meninggal pada Jumat malam di sebuah rumah sakit di kota Phoenix, Arizona, AS, setelah dirawat sejak sehari sebelumnya.

Ali disebut mengalami masalah pernapasan, kondisi yang dipersulit oleh penyakit Parkinson yang dideritanya sejak 1996, dikutip dari BBC. Terlahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Ali menjadi terkenal karena memenangkan emas kelas berat ringan di Olimpiade Roma 1960.

Petinju yang dijuluki “The Greatest” ini mengalahkan Sonny Liston pada 1964 untuk memenangkan gelar dunia pertamanya dan menjadi petinju pertama yang merebut gelar kelas berat dunia pada tiga kesempatan terpisah. Dia akhirnya pensiun pada 1981, setelah memenangkan 56 dari 61 pertarungannya.

Postcomended   Dengan Emosi Aktris "Baywatch" Ini Nyatakan Dukungan kepada Pendiri WikiLeaks

Dinobatkan sebagai “Sportsman of the Century” oleh majalah Sports Illustrated dan “Sports Personality of the Century” oleh BBC, Ali terkenal sebagai “Si Mulut Besar” karena prediksi berani bahkan cenderung dibesar-besarkan mengenai pertarungannya.

Tetapi dia juga seorang juru kampanye hak-hak sipil dan penyair yang melampaui batas-batas olahraga, ras dan kebangsaan. Ditanya mengenai bagaimana dia ingin dikenang, dia mengatakan ingin dikenang sebagai seorang pria yang tidak pernah menjual rakyatnya.

“Tetapi jika itu terlalu banyak, maka hanya (ingin dikenang sebagai) seorang petinju yang baik. Aku bahkan tidak akan keberatan jika kamu tidak menyebutkan betapa tampannya aku,” ujar Ali yang juga terkenal sering berseloroh.

Ali berubah menjadi profesional segera setelah Olimpiade Roma dan naik melalui gelar kelas berat; dia menyenangkan banyak orang dengan pamer gerakan kakinya dan refleks kilatnya.  Pada 1964, Ali memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Ali.

Postcomended   Kelas Prioritas di Argo Parahyangan Dibandrol Rp 200 Ribu per Orang

Dia dimakamkan di kota asalnya di Louisville, Kentucky, AS. Ribuan orang hadir dalam salat jenazah untuknya –yang baru digelar enam hari setelah meninggal– di Freedom Hall, pada Kamis (9/6/2016). Peti jenazahnya dibawa oleh Will Smith, aktor yang pernah memerankan Ali dalam film biopic “Ali”, serta petinju Lennox Lewis.

Salat jenazah dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang disebut telah mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. Meskipun dibingkai dalam tradisi Islam, namun prosesi jenazah dan pemakamannya dilangsungkan dalam sebuah upacara besar antar iman, termasuk Yahudi.

Menurut pihak keluarga Ali, ini dimaksudkan untuk memungkinkan siapapun dari seluruh dunia untuk mengucapkan selamat tinggal.***

Postcomended   G20 Sepakat Susun Sistem Global untuk Pajaki Raksasa-raksasa Internet
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top