Internasional

3 Mei dalam Sejarah: Novel “Gone with the Wind” Mendapatkan Pulitzer, Lalu Diapdaptasi Menjadi Film

Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=JtEpSQgEmDI)

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=JtEpSQgEmDI)

Pada tanggal ini tahun 1937, novel “Gone with the Wind” mendapat penghargaan Pulitzer. Saat diterbitkan pada 1936, novel ini  langsung menjadi best-seller; membuat penulisnya, Margaret Mitchell, mendapat banyak perhatian kritis dan mendadak populer.

Penghargaan Pulitzer adalah penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalisme cetak di Amerika Serikat (AS). Penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang sastra dan gubahan musik, menurut Wikipedia. Puliter pertama diberikan pada 1917.

Adaptasi film ini pada 1939, tak kalah sukses. Laman Researchhistory.com menyebutnya sebuah pencapaian yang memenangkan sepuluh Academy Awards, dan film itu sendiri menjadi legendaris hingga sekarang.

Kisah asmara bersejarah yang terjadi di Georgia Utara selama drama Perang Sipil Amerika dan tahun-tahun Rekonstruksi, “Gone with the Wind” melacak kehidupan Scarlett O’Hara dan hubungannya dengan Rhett Butler, serta Ashley dan Melanie Wilkes. Novel ini membahas tema-tema seperti kelangsungan hidup, cinta romantis, dan penataan sosial gender dan kelas.

Penilaian awal dari novel ini mencatat karakter yang mudah diingat dan keakuratan sejarah serta kemampuan bercerita yang luar biasa dari Mitchell, meskipun ulasan lain menganggap novel itu melodramatik dan basi.

Postcomended   Nelayan Temukan Beluga Jinak dengan Ikat Leher Bertuliskan "Equipment St. Petersburg"

Mitchell memanfaatkan pengetahuannya yang luas tentang sejarah Perang Sipil untuk membangun plot yang dapat dipercaya untuk “Gone with the Wind”, tetapi juga menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa fakta di Perpustakaan Umum Atlanta.

Para penulis biografi dan kritikus telah menemukan kesamaan yang mencolok antara orang-orang nyata yang ada dalam kehidupan Mitchel, dan karakter Mitchell sendiri di dalam novel. Meskipun apakah Mitchell dengan sengaja memodelkan karakternya sendiri, tidak jelas.

Yang tetap pasti, bagaimanapun, adalah bahwa kisah cinta dan kelangsungan hidup yang kuat dan bertahan lama yang ditetapkan di Selatan sebelum dan sesudah perang, telah menjadikan “Gone with the Wind” sebagai salah satu novel paling populer dalam sejarah Amerika.

Postcomended   Temuan Wadah Dupa di Cina Diduga Bukti Tertua Keintiman Manusia dengan Ganja

Dicuplik dari Filmbor.com, “Gone with the Wind” bercerita tentang kehidupan percintaan seorang gadis cantik jelita di sebuah dusun kecil utara Georgia, bernama Scarlet O’hara. Dia membuat para lelaki bertekuk lutut memujanya.

Scarlet bisa saja mendapatkankan lelaki manapun, namun dia mengincar satu orang pria yang sudah bertunangan dengan gadis lain. Dialah Ashley yang diam-diam dicintai oleh scarlet. Suatu waktu, Scarlet menggoda Ashley namun Ashley menolaknya. Dia menyadari bahwa ada orang lain yang melihat kejadian itu, dialah Rhett Butler.

Scarlet yang malu ditolak Ashley melampiaskan kekesalannya dengan mencaci Rhett. Kesal atas penolakan itu, Scarlet lalu menerima lamaran seorang lelaki yang tak lain kakak dari calon istri Ashley, dan menikah sehari sebelum pernikahan Ashley.

Tanpa disadari Scarlet, setelah melalui berbagai tragedi dalam perang sipil Amerika, Rhett akan menjadi bagian penting yang mewarnai kisah cinta dan hidupnya.***

Postcomended   Interpol Bergerak di 60 Negara, Selamatkan 50 Anak-anak dari Komplotan Predator

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top