3 September dalam Sejarah: Nokia Dibeli Microsoft, Menandai Senjakala Raksasa Ponsel Finlandia Ini

Ekonomi
Share the knowledge

Stephen Elop, CEO Nokia, bersalaman dengan Steve Balmer, boss Microsoft. (gambar dari: https://www.digitaltrends.com/computing/is-stephen-elop-microsofts-next-ceo/)
Stephen Elop, CEO Nokia, bersalaman dengan Steve Balmer, boss Microsoft. (gambar dari: https://www.digitaltrends.com/computing/is-stephen-elop-microsofts-next-ceo/)

Pada tanggal ini, 2013, Nokia dibeli Microsoft. Namun kehebatan Microsoft baik dalam hal kekayaan maupun sumber daya, tak sanggup mengangkat perusahaan asal Finlandia ini dari keterpurukan; kisah tragis perusahaan yang pernah menguasai pasar ponsel dunia. 

Saat mengakuisisi Nokia senilai 7,2 miliar dollar AS (lebih dari Rp 100 triliun) itu, Microsoft disebut telah melakukan langkah berani karena melakukannya dalam kondisi persaingan yang makin ketat dengan Apple (iPhone) dan Samsung, serta sejumlah produsen lainnya –umumnya asal Cina– yang menggunakan Android milik Google.

The Guardian menulis, bagi Nokia ini berarti bahwa warisan selama puluhan tahun sebagai salah satu pembuat ponsel terkemuka di dunia –yang telah menjadi sumber kebanggaan besar di Finlandia– telah berakhir.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Stephen Elop, kepala eksekutif Nokia kala itu, akan bergabung kembali dengan Microsoft yang dia tinggalkan pada September 2010 untuk mengambil alih perusahaan Finlandia yang saat itu sedang berjuang tersebut.

Sebanyak 32.000 staf Nokia akan bergabung dengan Microsoft, termasuk 4.700 yang berbasis di Finlandia. Microsoft juga menyediakan 1,5 miliar euro (sekitar Rp 17 triliun) dari “pembiayaan langsung” untuk Nokia, menyiratkan bahwa perusahaan Finlandia ini telah mencapai krisis keuangan.

Tetapi bahkan di dalam Microsoft yang kaya raya, bisnis telepon Nokia menghadapi tantangan serius. Bisnis ponselnya telah merosot dari puncaknya pada kuartal ketiga 2010 dengan pendapatan  7,2 miliar euro menjadi hanya 2,72 miliar euro pada kuartal kedua tahun ini; terkecil dalam lebih dari satu dekade.

Postcomended   Mengenang Kegagalan Slash di Audisi Poison

Itu juga telah membuat kerugian selama lima dari enam kuartal terakhir. Meskipun kuat dalam bisnis “telepon fitur” di negara berkembang, Nokia harus berjuang di bisnis smartphone yang pada 2013 kian penting.

Ponsel iPhone dan ponsel-ponsel lainnya yang menjalankan Android Google bersama-sama menghasilkan lebih dari 95% penjualan di Amerika Serikat (AS) dan Cina, dua pasar smartphone terbesar di dunia, menurut angka terbaru Kantar Worldpanel, dikutip The Guardian. Windows Phone hanya memiliki saham di atas 10% di Meksiko dan Prancis, menurut angka perusahaan.

Di bawah kesepakatan itu, Microsoft membeli nama merek “Lumia” dan “Asha” yang sebelumnya telah digunakan Nokia untuk ponsel pintar dan ponsel kelas menengahnya, dengan perusahaan Finlandia tersebut akan mempertahankan kepemilikan merek yang telah dipegang selama 10 tahun tersebut.

Postcomended   Skizofrenia Dunia Maya

Dengan demikian nama Nokia mungkin akan benar-benar menghilang dari industri ponsel pada dekade-dekade mendatang; mengakhiri sejarah lebih dari 30 tahun dalam bisnis handset.

Sejarah Nokia

Dimulai pada 1865 dari pabrik bubur kayu di kota Tampere, Finlandia, Nokia terus berinovasi dalam bisnisnya, termasuk pernah mejajal sebagai produsen sepatu boot karet di awal abad ke-20. Pada 1970-an, perusahaan mulai mencoba beralih ke produsen telepon. Ponsel pertamanya muncul pada 1981.

Rumor bahwa Microsoft bermaksud membeli Nokia telah terdengar sejak Stephen Elop bergabung dengan Nokia, dan menjadi direktur eksekutifnya. Ketika dia memilih untuk membuang perangkat lunak Symbian dan Meego buatan sendiri yang mendukung perangkat lunak Windows Phone Microsoft yang lebih baru pada Februari 2011, sejumlah pengamat Finlandia menuduhnya sebagai “kuda troya” di Microsoft.

Boss Microsoft, Steve Ballmer, pada waktu itu mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Ini adalah langkah berani ke masa depan; win-win solution untuk karyawan, pemegang saham, dan konsumen kedua perusahaan. Menyatukan tim-tim besar ini bersama-sama akan mempercepat pangsa Microsoft dan keuntungan di sector telepon, dan memperkuat peluang keseluruhan untuk keduanya, Microsoft dan mitra kami di seluruh keluarga perangkat dan layanan kami.”***


Share the knowledge

Leave a Reply