Internasional

3 September dalam Sejarah: Singapura Rusuh Rasistis, Indonesia Dituding Penyebabnya

www.allsingaporestuff.com

www.allsingaporestuff.com

Pada tanggal ini, 2013, Nokia dibeli Microsoft senilai 7,2 miliar dolar AS, namun gagal mengangkat perusahaan asal Finlandia ini dari keterpurukan. Pada tanggal sama, 1970, Presiden Suharto mengunjungi Belanda dan disambut demonstrasi oleh pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) dengan poster-poster antara lain “Suharto pembunuh”, “Suharto tak diinginkan”. Pada tanggal ini pula, 1964, terjadi insiden SARA antara etnis Cina dan Melayu. Indonesia dituding penyebabnya.

Dua bulan seusai diguncang kerusuhan etnis pertama, pada tanggal ini tahun 1964 Singapura kembali didera kerusuhan berbau SARA. Dimulai dengan peristiwa pengendara trishaw asal Malaysia yang  ditemukan terbunuh di lingkungan Geylang. Trisaw adalah kendaraan umum gabungan sepeda roda tiga dan rickshaw.

Laman ipsf.io melaporkan, para penyerangnya diyakini sebagai kelompok etnis Cina. Kerusuhan ras terjadi di sekitar Geylang, Joo Chiat, dan Siglap. Pemerintah kembali memberlakukan jam malam. Dalam insiden ini, 13 orang tewas dan 106 orang terluka. Dengan kehadiran pasukan dan pengenaan jam malam, ketegangan ini mereda setelah beberapa hari. Hampir 500 orang ditangkap.

Pihak Malaysia maupun Singapura menghubungkan kerusuhan ini dengan aksi konfrontasi Indonesia yang dipelopori Sukarno yang menyerukan “ganyang Malaysia”. Waktu itu, 30 pasukan payung Indonesia mendarat di Labis, Johor pada 2 September.

Postcomended   14 Agustus dalam Sejarah: Berkat "Angin Suci" Jepang Selamat dari Serbuan Armada Kublai Khan

Pemerintah Malaysia yang, seperti dilansir laman New York Times, menyebut peristiwa ini sebagai  “agresi telanjang” Indonesia, melakukan pencarian terhadap ke-30 pasukan payung tersebut. Pemerintah Malaysia melalui juru bicara Kementerian Pertahanan mengklaim salah seorang pasukan payung tewas oleh polisi Malaysia segera setelah pendaratan, dan tiga orang lainnya ditangkap. “Beberapa lagi” ditangkap pada siang hari,” katanya.

Namun versi Indonesia menyebutkan, Indonesia melancarkan serangan itu karena mengendus akal bulus Inggris yang Bersama Malaya (Malaysia) mempunyai perjanjian pertahanan Bersama, dan ini dianggap Bung Karno sebagai bibit neo-kolonialisme.

Dalam pidatonya pada 28 April 1964, Soekarno yang anti-kolonialisme berorasi: “Malaysia adalah bahaja, mebahajai, membahajakan Revolusi Indonesia. Karena itu maka kita serempak seia-sekata, Malaysia harus kita ganjang habis-habisan.”

Waktu itu, sebut laman ipsf.io, para pemimpin di Malaysia dan Singapura dikejutkan oleh eskalasi kekerasan rasial yang cepat. Kerusuhan memunculkan ketegangan rasial yang serius. Ketakutan akan kekerasan lebih lanjut berkontribusi pada keputusan Pemerintah Federal pimpinan UMNO untuk mengusir Singapura dari Federasi Malaysia pada 1965, ketika kedua pihak tidak dapat menyelesaikan perselisihan mereka.

Postcomended   8 November dalam Sejarah: Rontgen Temukan Sinar-X Tanpa Sengaja

Tiga perempat dari penduduk Singapura adalah keturunan Cina. Sebaliknya, bagian lain Malaysia mayoritas adalah orang Melayu, yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan, dengan etnis Cina yang terdiri dari sekitar 37%, dan etnis India 10% (sensus 1971). Pada tahun itu, Singapura masih merupakan bagian dari Malaysia.

Selama kerusuhan, pemerintah melakukan banyak penangkapan dengan didasarkan pada Undang-Undang Keamanan Internal (ISA), terutama bagi mereka yang terlibat dalam upaya subversi dan perusuh yang menjadi anggota perkumpulan rahasia.

Hal ini membantu menekan kekerasan, terutama selama kerusuhan September. Baik Singapura dan Malaysia menggunakan ISA untuk melawan potensi ancaman komunisme atau kekerasan rasial dan agama.

Namun setelah kemerdekaan Singapura dari Malaysia pun ketegangan rasial terus berlanjut. Setelah pemilihan lima tahun kemudian, pada 13 Mei 1969, Kerusuhan Rasial Malaysia terjadi, terutama di Kuala Lumpur.

Kerusuhan dua bulan sebelumnya, yakni pada 21 Juli 1964, dimulai ketika sekelompok besar orang Cina melemparkan batu dan botol ke orang-orang Melayu yang sedang mengikuti prosesi perayaan ulang tahun Nabi Muhammad yang diikuit 25 ribu orang.

Postcomended   2 Juli dalam Sejarah: Seribu Lebih Jamaah Haji Tewas dalam Tragedi Terowongan Mina

Diduga etnis Cina kesal karena etnis Melayu ultra-nasionalis Singapura, United Malays National Organization (UMNO), mendesakkan hak khusus untuk orang Melayu di Singapura. Prosesi agama pun dengan cepat berubah menjadi kekerasan. Sebanyak 23 orang terbunuh dan 454 orang terluka.***

 

 

 

 

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top