http://assets.bigthink.com/images/age_of_engagement/HusseinHanging.jpg

Hari ini, 2006, mantan diktator Irak, Saddam Hussein dieksekusi dengan digantung, bertempat di pangkalan militer Irak yang disebut Camp Justice. Dia digantung untuk kejahatan kemanusiaan, namun ditangkap tentara Amerika Serikat (AS) pada 2003 dengan tuduhan menyembunyikan senjata pemusnah masal dan keterlibatan dalam tragedi 9/11; tuduhan yang tak pernah terbukti.

Bertahan pada pendiriannya sampai akhir: Hussein masih sempat-sempatnya mengolok-olok ulama Syiah, Muqtada al-Sadr. Hal ini dikatakan seorang saksi mata beberapa saat sebelum dia digantung.

Pemerintah Irak mengeksekusi Hussein sebelum subuh sebagai hukuman atas perannya dalam pembantaian bangsanya sendiri, lebih dari dua dekade sebelum dia digulingkan oleh invasi pimpinan AS.

Sebuah video eksekusi yang disiarkan di televisi negara bagian Al-Iraqiya menunjukkan Hussein, mengenakan mantel hitam, dibawa ke sebuah ruangan oleh tiga penjaga bertopeng.

Selain sempat mengolok-olok ulama Syiah, Hussein juga sempat berargumentasi dengan algojonya. Seorang saksi, Munir Haddad, mengatakan, sebelum mengeksekusi Hussein, salah seorang algojo mengatakan kepada Hussein bahwa mantan diktator tersebut telah menghancurkan Irak.

Ucapan algojo tersebut sempat memicu pertengkaran di ruangan tersebut yang diikuti oleh beberapa pejabat pemerintah Irak.

Saat tali gantungan diperketat di leher Hussein, salah satu algojo meneriakkan “Muqtada al-Sadr yang panjang,” kata Haddad, merujuk pada nama pemimpin Syiah anti-Amerika yang berkuasa. Hussein, yang seorang Sunni, mengucapkan satu kalimat terakhir sebelum dia meninggal, dengan menyebut nama “Muqtada al-Sadr” dengan nada mengejek, menurut catatan Haddad.

Postcomended   28, 29, 30 Agustus: Referendum Bikin Timor Timur Lepas dari Indonesia

Hakim yang mengadili Hussein mengatakan, Hussein muncul dengan ekspresi sama sekali tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya, saya sangat terkejut, dia tidak takut mati.” Tapi deskripsi Haddad mengenai sikap Hussein sebelum eksekusi tersebut sangat bertentangan dengan kesaksian lain.

Penasihat keamanan nasional Irak, Mowaffak al-Rubaie, misalnya mengatakan, “Dia orang yang patah. Dia takut. Anda bisa melihat ketakutan di wajahnya,” kata Rubaie.

Postcomended   13 Desember dalam Sejarah: Dari Sebuah Bunker, Saddam Hussein Ditangkap AS

Eksekusi mati terhadap Hussein ini dilakukan setelah pengajuan banding yang tidak berhasil. Mantan diktator tersebut menolak memakai penutup wajah saat digantung, kata Rubaie.

Kematian Hussein terjadi “sekejap mata” setelah algojo-nya mengaktifkan tiang gantungan tepat pada pukul 6 pagi, 30 Desember 2006, waktu Irak.

“Saddam telah pergi. Hari ini Irak adalah Irak untuk semua rakyat Irak, dan semua rakyat Irak melihat ke depan … Era (Hussein) telah berlalu selamanya,” seru Haddad, seusai Hussein dinyatakan meninggal.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Saddam Hussein ditangkap tentara gabungan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2003 dengan tuduhan penjualan minyak ilegal dan pembangunan senjata biologis pemusnah masal.

Penangkapan diperkuat tuduhan AS yang tak terbukti bahwa Saddam terlibat tragedi runtuhnya menara WTC pada 11 September 2001. Senjata pemusnah massal yang dituduhkan AS pun tidak pernah ditemukan.(***/rferl/cnn/history)

Share the knowledge