Internasional

30 Juli dalam Sejarah: VW Kodok Klasik Diproduksi untuk Terakhir Kalinya

VW Beetle klasik produksi pamungkas yakni yang ke-21.529.464 (Pinterest)

Pabrikan mobil Jerman, Volks Wagen (VW), pada tanggal ini tahun 2003, mengakhiri produksi VW Beetle-nya atau yang di Indonesia populer dengan sebutan VW Kodok –alih-alih kumbang. VW Beetle terkahir ini seperti dilansir laman History, merupakan yang terakhir dari total 21.529.464 unit yang dibangun sejak Perang Dunia (PD) II bergulir, dari jalur produksi di pabrik Volkswagen di Puebla, Meksiko. Menariknya, Hitler berperan dalam lahirnya VW Beetle ke dunia.

Salah satu dari 3.000 unit edisi akhir yang diproduksi, adalah VW Beetle baby-blue, yang kemudian dikirim ke museum di Wolfsburg, Jerman, di mana Volkswagen berkantor pusat. Ke-3000 Beetle edisi terkahir yang diberi julukan “Ultima Edicion” ini dijual dengan harga saat itu sekitar 8.000 dolar AS.

Akar dari produksi Beetle klasik membentang dari pertengahan 1930-an, ketika insinyur otomotif Austria terkenal, Dr. Ferdinand Porsche, menanggapi permintaan pemimpin Jerman, Adolf Hitler, untuk memroduksi mobil penumpang kecil yang harganya terjangkau untuk memenuhi kebutuhan transportasi orang-orang Jerman.

Hitler menyebut mobil ini sebagai KdF-Wagen. Kdf kependekan dari Kraft-durch-Freude atau jika diterjemahkan adalah Kekuatan-Melalui-Sukacita”. Produksi mobil ini, tulis History, dilakukan setelah gerakan yang dipimpin Nazi pura-pura bertujuan membantu orang-orang yang bekerja di Jerman.

Postcomended   4 Oktober dalam Sejarah: Kereta yang Menjadi latar Novel Agatha Christie, Diluncurkan

Mobil ini kemudian akan dikenal dengan nama –sesuai dengan yang disukai Porsche– sebagai Volkswagen, alias mobil rakyat. Kdf-Wagen memulai debutnya di Berlin Motor Show pada 1939. Pers lah yang memopulerkannya dengan sebutan “Beetle” karena bentuknya mengingatkan pada kumbang.

Selama Perang Dunia II, pabrik di Kdf-stat (kemudian berganti nama menjadi Wolfsburg) meneruskan pembuatan Beetles, meskipun sebagian besar didedikasikan untuk produksi kendaraan perang. Produksi sempat dihentikan di bawah ancaman pemboman Sekutu pada Agustus 1944 dan tidak dilanjutkan sampai setelah perang, di bawah kendali Inggris.

Dilansir Reuters, meskipun namanya “mobil rakyat”, namun mobil ini tidak pernah benar-benar menjadi mobil rakyat Jerman. James Flammang, penulis buku “Volkswagen: Beetles, Buses and Beyond”. Menjelang PD II pada 1939, hanya sekitar 630 mobil yang dibangun, dan hampir semuanya menjadi milik para perwira militer Jerman dan Hitler sendiri.

Hingga 1970-an, VW Beetle klasik mengalami beberapa peningkatan teknologi. Dari Wikipedia, tipe 1 yang diperkenalkan ke pasar Amerika Serikat (AS) pada 1949 yang dikenal sebagai Vee-Dub, segera menempati penjualan teratas, meskipun kurang bertenaga dan berisik, namun disebut kala itu masih lebih unggul dibanding Citroen 2CV dan Morris Minor.

Postcomended   26 November dalam Sejarah: Dua Pria Inggris Masuk ke Makam Tutankhamen Setelah 3000 Tahun Tak Tersentuh

Keunggulan lainnya, Vee-Dub tahan lama, mudah disesuaikan, dan mudah diperbaiki. Model 1967 mengalami beberapa perubahan signifikan; ukuran mesin lebih besar dan ada peningkatan horsepower, yang umumnya diakui penggemar Beetle sebagai tahun Vee-Dub vintage.

Meskipun penjualan VW awalnya lebih lambat di AS dibandingkan dengan bagian dunia lainnya, pada 1960-an Beetle adalah mobil impor terlaris di AS, berkat kampanye iklan ikonik oleh perusahaan Doyle Dane Bernbach.

Pada 1972, Beetle melampaui rekor produksi dunia yang dipegang Model-T legendaris-nya Ford Motor Company yang dijual antara 1908-1927, yakni melebihi 15 juta unit mobil, sehingga menjadi mobil terlaris sepanjang masa.

Beetle juga berhasil menjadi ikon budaya di seluruh dunia, antara lain ditandai dengan diproduksinya film “The Love Bug” pada 1969 dengan VW Beetle klasik bernama Herbie. Dia juga muncul di sampul album The Beatles, “Abbey Road.”

Pada 1977, VW Beetle dilarang di AS karena alasan mesin pendingin yang dipasang di bagian belakang mobil dianggap gagal memenuhi standar keselamatan, serta tidak memenuhi standar emisi.

Postcomended   8 Januari dalam Sejarah: Penemu "Matahari Pusat Alam Semesta" Meninggal Dunia dalam Masa Tahanan

Pada akhir 1970-an penjualan VW Beetle mulai menyusut di seluruh dunia, namun masih bertahan di negara basis produksinya, Meksiko. Penyebabnya antara lain karena mulai meningkatnya persaingan dari produsen mobil kompak murah lainnya, terutama produksi Jepang.

Volkswagen akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi “bug klasik” ini pada  2003. Sejak itu, tak pernah ada lagi Volkswagen sebagai mobil rakyat dalam arti sebenarnya.(***/history/wired/NYtimes)

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top