Internasional

30 Mei dalam Sejarah: Janda Malcolm X Dibakar Cucu Lelakinya yang Berusia 12

Share the knowledge

Betty dan Malcolm X beserta anak-anaknya sedang mengunjungi Muhammad Ali (credit: flickr.com)

Pada tanggal ini tahun 1987, North American Philips Company memperkenalkan video compact disc untuk pertamakalinya. Pada 2017, penyanyi dan aktris Olivia Newton-John mengungkapkan kanker payudaranya telah kembali setelah 25 tahun. Sementara itu pada 1997, Betty Shabazz, janda Malcolm X, dibakar cucu lelakinya yang baru berusia 12 tahun.

Betty Shabazz, janda Malcolm X, pemimpin hak-hak sipil yang dibunuh, menderita luka bakar yang parah dalam sebuah kebakaran hebat pada 30 Mei 1997. Menurut para penyelidik, kebakaran itu mencurigakan. Polisi mengatakan mereka menangkap seorang kerabat muda Shabazz terkait kobaran api itu. Pada 23 Juni 2017, Shabazz meninggal dunia.

Dokter mengatakan, Shabazz mengalami luka bakar tingkat tiga atau 80% dari tubuhnya. Dia dilaporkan dalam kondisi yang sangat kritis di Rumah Sakit Jacobi di Bronx.

Apartemen Yonkers tempat Shabazz ditemukan, segera dijadikan polisi sebagai kemungkinan TKP. Komisaris Polisi New York City, Howard Safir, melaporkan bahwa kebakaran itu disengaja. Dia mengatakan bahwa apartemen itu dipaksa terbuka dan akselerasi digunakan.

Postcomended   Uber Kembali Ditinggal Salah Satu Boss-nya

Setelah penyelidikan selama sehari, polisi di Yonkers mengumumkan bahwa seorang pemuda, yang namanya tidak dipublikasikan, dikaitkan dengan tindak kenakalan remaja sehubungan dengan kebakaran tersebut. Dia dipenjara di penjara untuk remaja.

Pengacara keluarga, Percy Sutton, mengatakan, tersangka adalah cucu Shabazz yang masih berumur 12 tahun. Sutton mengatakan dia telah melihat Shabazz dan anak itu sehari sbelumnya dan bahwa bocah itu mengalami kesulitan.

Dilansir NY Daily News, bocah tersebut bernama Malcolm Young. Teman-teman keluarga menyebut bocah yang hidup bersama neneknya ini “terganggu secara emosional”.

Dia adalah putra Qubilah Shabazz, yang pada 1995 pernah didakwa atas tuduhan menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh pemimpin Nation of Islam Louis Farrakhan dalam upaya untuk membalas pembunuhan ayahnya.

Anthony Troia, kapten pemadam kebakaran, mengatakan, Shabazz sadar ketika petugas pemadam kebakaran tiba di apartemen di lantai enam pada pukul 1:40 dini hari. Tetangga, kata Troia, yang melaporkan kebakaran itu, dan petugas pemadam kebakaran menemukan Shabazz di lorong belakang apartemen, yang berada di lantai atas gedung. Dia mengatakan dia berhasil berbicara dengan petugas pemadam kebakaran.

Postcomended   EXPLORE PULAU DERAWAN, KALTIM.

Troia mencatat bahwa api tidak menyebar ke seluruh apartemen. “Itu sebabnya ini sangat mencurigakan,” katanya. Saat menunggu proses pertolongan tiba, tetangga Shabazz mendengar Shabazz mengatakan, bahwa cucunya yang masih muda ada di apartemen.

Di antara mereka yang mengunjungi rumah sakit untuk menengok Shabazz adalah Illayasah, salah satu dari enam anak perempuan Shabazz, dan Menteri Nation of Islam, Kevin Mohammad, yang menyampaikan bahwa pemimpin Nation of Islam, Louis Farrakhan, sangat prihatin.

Farrakhan mengeluarkan sebuah pernyataan yang isinya, “Kami semua berdoa untuk pemulihan penuh dan lengkap.”

Rekonsiliasi pada 1995 mengakhiri keretakan 30 tahun antara Shabazz dan Farrakhan. Shabazz yakin, Farrakhan memainkan peran dalam kematian suaminya.

Malcolm X dibunuh oleh orang-orang bersenjata di Ballroom Audubon di Harlem pada 21 Februari 1965. Hanya seminggu sebelumnya, rumah pasangan ini di New York City dihancurkan bom.

Postcomended   ‘Pesan Manis’ The Rock untuk Para Ayah #HariAyahNasional

Malcolm X telah mengritik Elijah Muhammad, pendiri Nation of Islam, sebelum serangan fatal terhadapnya, dan dicap sebagai pengkhianat oleh Farrakhan.(***/latimes/nydailynews)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top