https://serbasejarah.files.wordpress.com/2011/03/tonys-190.jpg

Hari ini, bertahun lalu, terjadi sejumlah peristiwa yang menyita perhatian publik. Pada 2013, aktor Hollywood yang main di “Fast and Furious”, Paul Walker, tewas dalam kecelakaan mobil di California. Tahun 2004, pesawat Lion Air tersungkur di Bandara Adisumarmo, Solo, 26 orang tewas dan 61 lainnya luka-luka. Mundur ke 1957, Presiden Sukarno nyaris terbunuh oleh ledakan granat.

Pada 30 November 1957, seperti dimuat Merdeka.com, Sukarno datang ke Perguruan Cikini (Percik) dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Percik juga merupakan tempat bersekolah anak-anak Sukarno: Muhammad Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri,

Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden yang memakan korban jiwa. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.

Sementara situs Tempo menulis, dalang aksi pelemparan granat ini adalah Zulkifli Lubis, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat periode 1952-1956 dan mantan Kepala Intelijen Negara yang kedudukannya di bawah koordinator Soekarno.

Komplotan teroris, begitu Soekarno menyebutnya, merupakan kelompok yang tidak puas dengan kondisi politik saat itu dan hendak membunuh Soekarno.

Granat dilempar ke arah Sukarno yang sedang berada di tengah kerumunan anak-anak sekolah. Sembilan orang tewas, 100 terluka, termasuk pengawal presiden. Mobil Presiden Soekarno, Chrysler Imperial “Indonesia l” rusak hebat.

Para korban tewas adalah anggota polisi lalu lintas berpangkat brigadir yang bertugas sebagai voorijders oresiden, masing-masing bernama Muhammad dan Ahmad bin Udi.

 

Di antara korban meninggal terdapat keponakan Kepala Polisi Sukanto bernama lrwan yang berusia 10 tahun, murid kelas 3 Sekolah Rakyat Cikini. ***

 

 

Share the knowledge