Internasional

30 Oktober dalam Sejarah: Jembatan Titik Pertemuan Asia-Eropa Selesai Dibangun

Share the knowledge

Jembatan Bosporus (sumber foto: http://puzzlefactory.pl/pl/puzzle/graj/krajobrazy/183004-bosfor)

Jembatan Bosporus (sumber foto: http://puzzlefactory.pl/pl/puzzle/graj/krajobrazy/183004-bosfor)

Pada tanggal ini tahun 1946, pemerintah Indonesia yang baru berumur 1 tahun, meluncurkan Oeang Republik Indonesia, ORI. Pada 1957, seekor anjing bernama Laika dikorbankan sebagai penumpang Sputnik II yang diluncurkan ke luar angkasa pada hari ini. Di hari yang sama, 1973, jembatan ikonik yang menghubungkan benua Asia dan Eropa di Selat Bosporus, diresmikan.

Suatu gerbang yang membuka dunia Asia bagi Barat dan dunia Eropa bagi Timur, selesai dibangun pada hari ini, 45 tahun silam, hanya dalam waktu tiga tahun sejak pembangunan fondasi pertamanya: Jembatan Bosporus –suatu titik pertemuan dua benua yang menghasilkan asimiliasi budaya bahkan ras manusia yang unik dan menarik. Pada 2016 lalu, pemerintah Turki mengganti namanya menjadi “Jembatan Martir 15 Juli”.

Laman en.Istanbul.com menyebutkan, jembatan yang resmi dibuka pada hari itu oleh Presiden Fahri Koruturk, berdiri di antara landmark tak terlupakan dari siluet Istanbul, yakni di wilayah bernama Beylerbeyi di satu sisi dan Ortakoy di sisi lain.

Postcomended   Berlomba ke Bulan: SpaceX Ungkap Roket Terbarunya untuk Misi ke Bulan dan Mars

Dengan melibatkan perusahaan asal Jerman dan Inggris, jembatan ini dibangun dengan panjang total 1.560 m, rentang tengah 1.074 m, lebar 33.40 m dan ketinggian 64 m. Kini, jembatan yang mendapat julukan “mutiara dari Bosphorus” ini, selain keindahannya yang membingkai Selat Bosporus, juga menjadi andalan transportasi bagi Istanbul, dan Turki secara umum.

Pada Juli 2016 –disesuaikan hasrat rezim yang berkuasa saat itu– nama Jembatan Bosporus diubah menjadi “Jembatan Martir 15 Juli”.  Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menyebutkan, hal ini dilakukan untuk menghormati warga sipil yang mati menentang upaya kudeta Turki waktu itu.

Seperti diketahui, pada Juli 2016, Turki diguncang dengan apa yang disebut oleh rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai kudeta gagal. Sebanyak 290 warga sipil tewas selama upaya kudeta berlangsung, sebagian besar tewas di Jembatan Bosporus yang disebut diblokade oleh pasukan pemberontak.

Postcomended   Tunangan Khashoggi Desak Trump Sisihkan Kepentingan Perdagangan Demi Kebenaran

Warga sipil yang tewas di jembatan ikonik Istanbul itu disebut telah ditembaki para pemberontak yang akhirnya menyerah di jembatan itu setelah dikepung sejumlah besar warga. Para anggota parlemen Turki waktu itu menyetujui keadaan darurat tiga bulan.

Hal ini membuat Presiden Erdogan memiliki kekuatan hukum yang memungkinkan dia melakukan tidakan keras kepada warga yang dianggap pro pemberontak dengan melakukan penangkapan masal disertai penutupan ratusan sekolah seusai kudeta gagal itu. Jadi, kini “Si Mutiara dari Bosporus” ini berubah nama menjadi “Jembatan Martir 15 Juli”.***

Postcomended   Serat, Susu, dan Air, Satukan Islam dan Yahudi

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top