Iraqi boys swim in the river Tigris following a stampede on a bridgein Baghdad on Aug. 31, 2005. (source: denverpost.com)

Anak-anak Irak yang sedang ikut orangtuanya berziarah, berenang di sungai Tigris menyusul insiden desak-desakan di satu jembatan di Baghdad pada 31 Agustus 2005. (source: denverpost.com)

Pada tanggal ini, 1970, kediaman duta besar Indonesia di Wassenaar, Belanda, dibakar dan  diduduki para pendukung Republik Maluku Selatan (RMS). Hari ini juga, 1994, pecatur kawakan Garry Kasparov dikalahkan komputer. Salah satu kejadian paling dikenang adalah ketika pada tanggal ini, 1997, Putri Diana tewas dalam kecelakaan fatal di Paris. Memasuki abad ke-21, satu insiden mematikan di kalangan penganut syiah terjadi di Jembatan Al-Aaimmah, Bagdad, Irak, memakan korban jiwa yang sangat besar. Apa pemicunya?

Pada tanggal ini tahun 2005, sebanyak 841 orang (ada juga yang menyebut 900 bahkan 1.199)tewas, dan lebih dari 328 terluka, ketika para peziarah Syiah yang sedang berada di jembatan di atas sungai Tigris, Baghdad, Irak, panik di tengah laporan bahwa seorang pembom bunuh diri ada di tengah mereka. Angka tersebut diumumkan Menteri pertahanan Irak, Saadoun al-Dulaimi.
Dulaimi mengatakan, insiden dipicu oleh seseorang yang merasa mendengar “jeritan tertentu” bahwa ada seorang pembom bunuh diri bersama mereka di jembatan. “Ini menyebabkan kekacauan di kerumunan, dan massa bereaksi dan menyebabkan insiden ini terjadi,” katanya.

Dulaimi saat itu mengesampingkan spekulasi bahwa tragedi itu sengaja dibuat oleh kelompok-kelompok agama yang bersaing. Apa yang terjadi hari ini, kata Dulaimi, tidak ada hubungannya dengan kepekaan sectarian, meskipun pada pagi hari sebelum insiden terjadi, Dulaimi mengaku ada tujuh peziarah yang tewas diserang mortir teroris.

Postcomended   6 November dalam Sejarah: Revolusi Iran, Khomeini Naik ke Tampuk Kekuasaan

Polisi mengatakan, bencana ini terjadi ketika jembatan Al-aaimah itu penuh sesak oleh jamaah Syiah yang sedang melangsungkan prosesi agama. Seorang juru bicara polisi mengatakan beberapa tewas dalam kecelakaan itu, sementara yang lain jatuh ke sungai dan tenggelam ketika pagar jembatan roboh.

Sebagian besar dari mereka yang tewas diyakini adalah wanita dan anak-anak, kata juru bicara kementerian dalam negeri Letkol Adnan Abdul-Rahman. Dr Jaseb Latif Ali, seorang manajer umum untuk Kementerian Kesehatan Irak, mengatakan kepada Reuters, seperti diteruskan The Guardian, korban tewas diperkirakan bisa mencapai 1.000.

Saat kejadian, ribuan orang berjalan menuju masjid Kadhimiya, satu tempat ibadah Syiah penting di utara Baghdad, untuk merayakan kemartiran Mousa al-Kadim, seorang tokoh agama yang dihormati di kalangan Muslim Syiah. Televisi pemerintah Irak melaporkan bahwa Perdana Menteri Irak, Ibrahim Jaafari, telah menyatakan tiga hari berkabung untuk para korban.

Postcomended   27 November dalam Sejarah: Jawaharlal Nehru Serukan Amerika dan Soviet Hentikan Perang Dingin

Laporan-laporan televisi mengatakan sekitar satu juta peziarah dari berbagai bagian Baghdad dan provinsi-provinsi terpencil berkumpul di dekat masjid Kadhimiya. Beberapa serangan mortir di kuil itu juga dilaporkan hari ini, dengan sedikitnya tujuh orang terbunuh dan 35 terluka.

Sekelompok kecil Sunni mengaku bertanggung jawab atas serangan itu sore ini, menurut pernyataan yang dipasang di sebuah situs web yang terkait dengan al-Qaida.

Jaysh al-Taefa al-Mansura, atau tentara dari sekte yang menang, mengatakan dalam pernyataan bahwa para pejuangnya menembakkan mortir dan rudal ke satu pertemuan “murtad” di Kadhimiya. Bagi Muslim Sunni terutama dari barisan al-Qaida, Syiah dianggap keluar dari Islam alias murtad. Pernyataan itu diposting di situs web yang sering memuat postingan dari Al-Qaeda di Irak dan kelompok perlawanan lainnya yang tidak dapat diotentifikasi.

Postcomended   18 Juli dalam Sejarah: Adolf Hitler Terbitkan Manifesto Politiknya dalam "Mein Kampf"

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di antara partai-partai politik dan agama di Irak atas masalah konstitusi baru. Referendum akan diadakan pada konstitusi 15 Oktober 2005. Kalangan Sunni marah pada apa yang mereka lihat sebagai penguasa Syiah dan Kurdi yang berkuasa memaksa melalui rancangan konstitusi yang mengasingkan harapan mereka untuk Irak yang baru.***

Share the knowledge