Internasional

31 Mei dalam Sejarah: Israel Tewaskan 9 Aktivis Gaza Freedom Flotilla

Share the knowledge

Pada tanggal ini, tahun 1911, kapal legendaris Titanic diluncurkan di Belfast. Tanggal ini pula, 2014, dunia mencatat video Psy “Gangnam Style” di Youtube menjadi video pertama yang mencapai penayangan hingga 2 miliar. Di tanggal sama, terjadi insiden mematikan ketika pasukan penyerang (komando) Israel berusaha memblokade kapal Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza.

Sebanyak 9 aktivis Turki tewas setelah kapal mereka, yang merupakan bagian dari Gaza Flotilla, armada bantuan yang berusaha menembus blokade Gaza pada 31 Mei 2010, diserbu tentara Israel di atas kapal.

Enam kapal dalam armada itu naik di perairan internasional, sekitar 130 km (80 mil) dari pantai Israel. Pasukan Israel mendarat di kapal terbesar milik Turki, Mavi Marmara, dengan turun menggunakan tali dari helikopter. Bentrokan pecah segera dan pasukan komando Israel melepaskan tembakan.

Siapa yang memulai kekerasan, masih dalam perdebatan. Para aktivis mengatakan pasukan Israel mulai menembak segera setelah mereka menabrak dek. Namun para pejabat Israel mengatakan pasukan komando melepaskan tembakan setelah diserang dengan pisau dan pistol yang disita dari mereka.

Postcomended   "Mortal Engines": Jika Tak Banyak Komplain, Film Ini Menghibur

Video yang dirilis oleh militer Israel berhenti tepat sebelum penembakan dimulai. Penyelidikan PBB rupanya tidak dapat menentukan pada titik mana pasukan Israel melepaskan tembakan.

Para aktivis yang meninggal di atas Mavi Marmara berkebangsaan Turki, meskipun ada yang memiliki kewarganegaraan ganda dengan Amerika Serikat (AS). Para aktivis yang ingin mengirim bantuan ke Gaza, dianggap melanggar blokade Israel dan Mesir di wilayah itu.

Kapal-kapal itu membawa 10.000 ton barang, termasuk perlengkapan sekolah, bahan bangunan dan dua generator listrik besar. Para aktivis juga mengatakan mereka ingin menegaskan bahwa, dalam pandangan mereka, blokade itu ilegal menurut hukum internasional.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ini digalang oleh Gaza Movement, organisasi payung untuk aktivis dari berbagai negara, dan kelompok Turki yang disebut Yayasan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan dan Bantuan Kemanusiaan (IHH).

Pemerintah Israel menuduh IHH terkait erat dengan gerakan Islamis Palestina, Hamas, yang dipandangnya sebagai kelompok teroris. IHH juga dituding Israel merupakan anggota organisasi The Union of Good, yang mendukung pemboman bunuh diri.

Postcomended   Bahaya! Temuan Geng Teroris di Mako Brimob ini Bikin Ngeri

Sebaliknya, pemerintah Turki menegaskan bahwa IHH adalah badan amal yang sah, dan telah mendesak Israel untuk membiarkan armada itu melewatinya. Akan tetapi Israel menolaknya, karena negara ini memang Ingin menekan Hamas, yang mendominasi wilayah itu.

Israel juga ingin meyakinkan bahwa kapal-kapal itu tidak mengirim senjata atau uang tunai, sebelum mengizinkan armada mendarat di pelabuhan Israel.

Atas insiden ini, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penyelidikan “segera, tidak memihak, kredibel dan transparan”. Sekretaris Jenderal PBB kala itu, Ban Ki-moon, mendesak Israel untuk mencabut blokade Gaza.

Pada September 2010, sebuah laporan Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan militer Israel melanggar hukum internasional. Tindakan oleh pasukan komando yang menewaskan sembilan orang, sebut laporan itu, “tidak proporsional” dan “melampaui tingkat kebrutalan yang tak dapat diterima”. Israel menolak laporan itu sebagai “bias” dan “satu sisi”.

Postcomended   Surat Gandhi Yang Memuji Yesus Ditawarkan US$ 50.000

Pada Juni 2016, Israel dan Turki telah mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri enam tahun keretakan diplomatik yang sengit. Kedua negara ini bagaimanapun merupakan sekutu dekat.(***/onthisday/BBC)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top