Madonna dengan gelang merah khas para penganut Kabbala (foto dari: NY Daily News)

Pada tanggal ini tahun 1956, Sukarno mengingkari utang kolonial; yakni utang yang dimiliki pemerintahan penjajahan Belanda melalui perusahaan-perusahaannya yang kemudian dinasionalisasi oleh Sukarno. Di tanggal ini juga, 1753, George Washington menjadi tetua Mason, satu perkumpulan rahasia. Di abad ke-14, tepatnya 1558, ajaran-ajaran Kabbalah pertamakali dicetak sebagai kitab Zohar. Madonna adalah salah satu penganutnya.

Komunitas agama sempalan Yahudi, Kabbala, pada tanggal ini tahun 1558, mencetak Zohar untuk pertama kalinya. Ajaran mistisisme dan mesianisme Yahudi ini berkembang selama berabad-abad sebelumnya (300-1400 tahun) secara lisan di komunitas Yahudi Spanyol.

Publikasi buku ini memiliki pengaruh besar dalam memopulerkan studi kabbala, yang menjadi sangat populer di antara glitterati (para elit) yang dimulai pada 1990-an. Salah seorang yang menganut ajaran ini, tanpa memaksudkannya sebagai agama, adalah penyanyi Madonna dan Britney Spears.

Zohar adalah sekelompok buku, yang ditulis terutama dalam bahasa Aram, yang menguraikan unsur-unsur mistis dalam kita suci Yahudi, Taurat, yang paling tidak adalah sifat Tuhan dan alam semesta; termasuk kejahatan, yang dianggap sejumlah orang merupakan manifestasi ilahiah yang diperlukan.

Namun Zohar tidak pernah sepenuhnya diterima oleh semua orang Yahudi, seperti misalnya Alkitab itu sendiri, sebagian karena pertanyaan tentang asal-usulnya.

Yudaisme Ortodoks sangat percaya bahwa Zohar, seperti halnya Taurat, didasarkan pada firman Tuhan yang diturunkan kepada Musa (beberapa mengatakan Abraham juga), yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan sampai disunting oleh seorang ulama Yahudi di abad kedua, Shimon Bar Yochai.

Postcomended   14 September dalam Sejarah: Harun al-Rasyid Gantikan Kakaknya yang Mati Misterius, sebagai Kalifah

Zohar sendiri pertama kali dipublikasikan –bukan  dicetak– oleh Rabbi Moses de Leon di Spanyol pada abad ke-13. Zohar dianggap buku untuk Bar Yochai, yang menurut legenda Yahudi terinspirasi oleh nabi Elia yang menuliskannya sambil bersembunyi di sebuah gua dari kejaran prang Romawi selama 13 tahun, mempelajari Taurat.

Bahasa Aram adalah bahasa lingua franca orang-orang Yahudi selama periode Bait Suci Kedua (yang menyebabkan perdebatan tanpa akhir tentang bahasa yang digunakan Yesus), dan bahasa dalam Zohar telah digambarkan sebagai bentuk bahasa yang “diagungkan”.

Tetapi berdasarkan bentuk bahasa Aram yang digunakan, para akademisi zaman sekarang percaya bahwa Rabbi de Leon menulis buku-buku itu sendiri, yang bagi sebagian orang mengurangi kesucian dan otoritas buku-buku itu. Itu belum termasuk posisinya di antara komunitas Yahudi ultra-Ortodoks saat ini, yang kadang-kadang mengutipnya untuk mengumpulkan uang untuk amal.

Zohar juga telah digunakan sebagai sumber untuk guna-guna atau kutukan, dan sering salah dikaitkan dengan sumber dari “pulsa denura” (kutukan api) yang terkenal; suatu kutukan kematian. Zohar menyebutkan kutukan, tetapi tidak lebih.

Postcomended   8 Agustus dalam Sejarah: Cornflakes Ditemukan dalam Sebuah Eksperimen Diet Ketat

Jangan berpikir bahwa “pulsa denura” adalah warisan kuno yang telah ditinggalkan masyarakat modern. Pada 2005, aktivis ekstrem-kanan mencoba menerapkannya pada Perdana Menteri Israel,  Ariel Sharon, yang karena Sharon dijaga pasukan pemerintah, terlalu sulit untuk dibunuh dengan cara biasa.

Tapi upaya Itu tidak berhasil, Sharon tidak mati pada saat itu, dan mereka juga tidak melakukannya, meskipun menurut teorinya, kegagalan kutukan dapat berbalik.

Mengapa tradisi-tradisi mistik ini tidak termasuk dalam teks-teks Yahudi lainnya, misalnya pada Talmud (semacam hadits-nya yahudi). Mungkin karena materinya (dalam Zohar) dianggap berbahaya bagi orang biasa dan anak muda: jika mereka mempelajarinya sebelum pikiran mereka matang, mereka bisa menjadi gila.

Selain implikasi mistisnya, Kabbala juga dianggap memiliki aplikasi praktis, seperti penciptaan “golem”; monster hidup dari tanah liat dan batu. Salah satu contohnya adalah seperti legenda Golem di Praha, monster yang dihidupkan untuk melindungi orang-orang Yahudi yang terkepung di kota pada abad ke-16.

Sementara tidak ada hukum yang mengatur kapan orang bisa mempelajari Kabbala, menurut tradisi populer, prasyarat untuk mempelajari Kabbala lebih dalam antara lain: usia minimal 40, sangat teliti, dan sudah menikah dan mempunyai anak.

Postcomended   26 Juli dalam Sejarah: Perang Saudara Muslim Pertama, Meletus!

Tapi itu bukan aturan yang berlaku selama berabad-abad, karena beberapa Kabbalis besar, seperti Isaac Luria pada abad ke-16 yang berbasis Safed (dikenal sebagai “Ari”), bahkan tidak hidup sampai usia 40 tahun. Dia meninggal pada usia 38 di Safed pada 25 Juli 1572.

Juga jelas, adanya peringatan bahwa pengetahuan Kabbalistik yang dituangkan ke dalam pikiran yang tidak siap dapat menyebabkan kegilaan, tidak menghalangi orang mempelajarinya di masa kini, seperti yang dilakukan Madonna. Dan tanpa gelang merah di pergelangan tangan, penganutnya dianggap tidak terlindungi dari “mata setan”.(***/ruthschuster/haaretz)

Share the knowledge