Internasional

4 Oktober dalam Sejarah: Kereta Api Super mewah Revolusioner, Orient Express, Dioperasikan

Share the knowledge

 

Orient Express (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6ASiCbNg9iA)

Orient Express (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6ASiCbNg9iA)

Pada tanggal inni, 1883, di satu sore yang cerah, kerumunan warga terkemuka dengan pakaian elegan, memasuki  Gare de Strasbourg; sekarang Gare de l’Est. Tokoh-tokoh politik, jurnalis, dan penulis itu, berkumpul untuk menyaksikan peresmian kereta baru yang revolusioner.

Train Express d ‘Orient, nama kereta tersebut; yang berganti nama menjadi Orient Express beberapa tahun kemudian, memang dirancang berbeda dengan kereta generasi sebelumnya; gerbong-gerbong kereta ini dilengkapi kabin tidur dan restoran.

Laman SNCF menyebutkan, untuk pertama kalinya, kereta api untuk tujuan Konstantinopel (Istanbul) akan melakukan perjalanan siang dan malam melintasi Eropa ke Bukares. Sebelumnya, untuk menuju Konstantinopel penumpang harus naik kereta lain ke Bulgaria, lalu naik kapal yang membawa mereka ke Laut Hitam dan Bosporus.

Ketika perjalanan langsung dengan kereta dimulai pada tahun 1889, Konstantinopel menjadi tujuan akhir yang megah untuk Orient Express; sinonim untuk kemewahan dan romansa, sebut SNCF.

Kereta api melakukan perjalanan pulang pertamanya dalam waktu kurang dari dua minggu; yang menarik perhatian para jurnalis. Dalam Figaro tertanggal 20 Oktober 1883, utusan khusus Georges Boyer melaporkan, “Kami melakukan perjalanan dari Konstantinopel ke Paris dalam 76 jam, bukan 111 seperti biasa, dalam kenyamanan sempurna dan tanpa kelelahan sedikit pun.”

Postcomended   Manajemen Kereta Jepang Minta Maaf untuk Keberangkatan 20 Detik Lebih Cepat

Ide Orient Express tercetus dari kepala seorang insinyur muda Belgia, Georges Nagelmackers, berdasarkan pengalaman perjalanan ke Amerika Serikat (AS) pada 1868. Waktu itu Nagelmackers melakukan perjalanan dengan kereta Pullman dengan gerbong-gerbong tidurnya yang terkenal.

Secara teknologi, kereta-kereta AS memang lebih maju daripada rekan-rekan Eropa-nya, namun masih sangat tidak nyaman untuk perjalanan puluhan jam. Saat kembali ke Eropa, Nagelmackers terinspirasi oleh ide menciptakan kereta mewah untuk pelanggan kaya.

Dengan Orient Express, dia berhasil menyatukan perjalanan jarak jauh dengan kenyamanan dan kehalusan. Respons terhadap bentuk transportasi baru ini sangat antusias sehingga peniru pun segera bermunculan, antara lain Nord Express, Sud Express, Calais-Nice-Rome Express, dan banyak lagi.

Dikenal sebagai “Raja Kereta dan Kereta Raja”, SNCF menuturkan, Orient Express memadukan inovasi dengan keanggunan. Kabinnya menampilkan fasilitas paling modern pada zamannya; pemanas sentral, air panas, dan lampu gas.

Kemewahannya terlihat dari interior berlapis. Penumpang bisa menemukan tempat tidur yang ditata sempurna dan jubah olahraga dengan lambang perusahaan tersemat. Hanya bahan terbaik yang digunakan: seprei sutra, perlengkapan mandi marmer, piala kristal, dan peralatan makan perak. Pada siang hari, dua puluh kabin dikonversi menjadi lounge.

Sekitar 1920, Compagnie Internationale des Wagons-Lits menugaskan perancang master kaca, René Lalique, dan spesialis desain interior, René Prou, ​​untuk mendekorasi gerbong pilihan. Mereka memasang panel kaca dan marquetry yang terbuat dari kayu berharga, menjadikan Orient Express sebuah karya untuk gaya Art Nouveau.

Postcomended   Rumah Fesyen "American Eagle" Perkenalkan Jilbab Denim

Pada masa kejayaannya, banyak selebritas bepergian di dermaga mewah Orient Express, termasuk Raja Ferdinand dari Bulgaria, novelis Rusia Leo Tolstoy, aktris Amerika Marlene Dietrich, dan impresario balet Rusia Sergei Diaghilev. Penumpang terkenal lainnya termasuk para petualang seperti Lawrence of Arabia dan mata-mata seperti Mata-Hari yang terkenal.

(gambar dari: youtube)

(gambar dari: youtube)

Menginspirasi Sejumlah Penulis
Sastra dan film juga membantu menciptakan legenda Orient Express, karena sisi mistisnya menginspirasi penulis dari Joseph Kessel, Ernest Hemingway, hingga Agatha Christie. Penulis misteri Inggris ini bertemu suaminya di atas gerbong, dan perjalanannya menginspirasinya untuk menulis tiga novel termasuk “Murder on the Orient Express” yang memberi kereta ini dongeng turun temurun hingga anak cucu.

Saat mengadaptasi kisah misteri terkenal Agatha Christie pada 1974 ini menjadi film, sutradara Sidney Lumet membawa beberapa aktor besar dunia, termasuk Lauren Bacall, Ingrid Bergman, Sean Connery, dan Anthony Perkins.

Postcomended   18 September dalam Sejarah: Voyager I Ambil Foto Angkasa Pertama Bumi dan Bulan

Versi baru dengan pemeran yang sama bergengsinya dirilis ke bioskop pada 2017, dengan Kenneth Branagh mengarahkan sekaligus memainkan peran utama film ini sebagai Hercule Poirot, salah satu detektif andalam Agatha Cristie

Masa ketika Eropa dibagi menjadi Timur dan Barat setelah Perang Dunia II, merupakan pukulan besar bagi Orient Express. Kereta dongeng ini melakukan perjalanan pulang yang terakhirnya antara Paris dan Istanbul pada 20 Mei 1977, 94 tahun setelah operasional perdananya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top