PESAWAT UKRAINE AIRLLIANCE ANGKUT SENJATA API DAN 5.932 HIGH ... Media Rajawali News Online780 × 1040Search by image Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal ada institusi diluar TNI-Polri yang berencana memasukkan 5.000 pucuk senpi, serta penjelasan Menko Polhukam ...

PESAWAT UKRAINE AIRLLIANCE ANGKUT SENJATA API DAN 5.932 HIGH … Media Rajawali News Online780 × 1040Search by image Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal ada institusi diluar TNI-Polri yang berencana memasukkan 5.000 pucuk senpi, serta penjelasan Menko Polhukam …

Sepekan yang penuh misteri sejak Panglima TNI mengungkap adanya impor 5.000, akhirnya pecah. Pada 29 September, diketahui ada pesawat maskapai Ukraine Air Alliance menyentuh landasan Bandara Sukarno-Hatta. Kargo pesawat ini tidak mengangkut 5000 senjata, melainkan 280 senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm, namun dengan ribuan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm. Senjata-senjata ini diketahui berstandar militer buatan Arsenal, Bulgaria.

Informasi intelijen yang diterima Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mungkin agak meleset, bahwa impor senjata tersebut dilakukan lembaga non militer dan kepolisian. Kenyataannya impor melalui PT Mustika Duta Mas ini dilakukan Polri. Polri pun mengakui bahwa impor senjata standar militer harus seizin TNI.

Lalu mengapa Menkopolhukam Wiranto sempat menyangkal bahwa jikapun ada pemesanan senjata bukanlah impor, melainkan buatan Pindad dengan jumlah hanya ratusan dan untuk keperluan Badan Intelijen Nasional (BIN) serta bukan standar militer. Hingga saat ini, Wiranto masih berpegang pada dalih terjadinya miskomunikasi antar lembaga terkait.

Kendati begitu, disebutkan hingga saat ini paket senjata tersebut masih tertahan di bandara karena masih membutuhkan rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan lolos proses kepabeanan.

Postcomended   Kemesraan Trump dan Putin Patahkan Hati Pemberontak Suriah

Pihak kepolisian yang sempat membisu, akhirnya buka suara dengan menggelar jumpa pers pada Sabtu (30/9/2017) di Mabes Polri. Polri mengakui adanya impor ratusan senjata untuk Korps Brimob Polri.

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, pengadaan senjata itu sudah sesuai prosedur, mulai perencanaan, proses lelang, sampai di-review pengadaan dan pembeliannya oleh pihak ke-4. Namun Setyo mengakui, perizinannya masih diurus kepada TNI.

SAGL, menurut situs arsenal-bg.com seperti dilansir CNN Indonesia, merupakan senjata pelontar granat tipe M 406. Sementara, RLV-HEFJ adalah amunisi granat yang digunakan sebagai senjata serbu militer untuk menghancurkan kendaraan atau meterial lapis baja ringan.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

 

Menurut Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Polri memang melakukan pengadaan senjata jenis MAG 4 dalam APBN 2017 sebanyak 20 ribu pucuk, dan telah disetujui DPR. Hal itu kata Neta, terkait peremajaan senjata api Polri yang sudah tua dan sebagian hasil kanibalistis. Polri kata Neta, perlu menjelaskan, apakah senjata dan amunisi ini bagian dari rencana tersebut atau bukan.

Seperti diketahui, pada 24 September, rekaman Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang berpidato dalam acara silaturahim Panglima TNI dengan purnawirawan TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017), tersingkap ke publik.

Dalam pidato yang juga dihadiri Prabowo Subianto itu dia menyebut bahwa ada pemesanan 5.000 pucuk senjata yang dilakukan oleh institusi non militer dan polisi. Pemesanan itu kata Gatot, mencatut nama presiden. “Data-data kami, intelijen kami, akurat,” ujar Gatot.

Namun saat dikonfirmasi media, Gatot berkelit dengan alasan pernyataan itu bukan untuk publik. Dia malah menyuruh media menanyakan pada Wiranto.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang kena tuding Gatot, mengakui namun menyangkal ihwal jumlah dan produsennya. 

Wiranto menyebutkan bahwa jumlah senjata yang dipesan bukan 5.000 tapi 500. Senjata-senjata ini dikatakannya untuk kebutuhan pendidikan di Badan Intelijen Nasional (BIN). Selain itu, senjata ini bukan didatangkan dari luar negeri (impor) melainkan buatan PT Pindad.***

Postcomended   Serat, Susu, dan Air, Satukan Islam dan Yahudi