418 Perusahaan di Kabupaten Tangerang Terbukti Merusak Lingkungan

Internasional
Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=x9yCacrqXXs)
(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=x9yCacrqXXs)

Badan Lingkungan Hidup Tangerang telah menjatuhkan sanksi pada 418 perusahaan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, untuk pelanggaran lingkungan dari 2014 hingga 2018. Bentuk pelanggaran tersebut terkait limbah cair, tempat pembuangan sampah, dan cerobong asap.

“Empat dari 418 industri bahkan telah dibawa ke pengadilan karena dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah cair mereka,” kata Kepala Kantor Distrik Tangerang untuk Pengendalian Pencemaran dan Degradasi Lingkungan, Budi Khumaeri, di Tangerang, Kamis (21/3/2019).

“Penegakan hukum adalah bagian dari pendirian kami,” kata Budi, seperti dilaporkan laman Antaranews. Budi menambahkan bahwa beberapa perusahaan yang menerima sanksi hukum tersbeutbahkan telah berhenti beroperasi karena berbagai sebab, termasuk akibat kasus pencemaran lingkungan ini.

Beberapa perusahaan yang terkena sanksi tidak memiliki izin limbah cair dan tempat pembuangan sampah dan gagal mempertahankan kondisi cerobong asap mereka, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut mencemari udara, kata Khumaeri.

Di seluruh distrik, ada 5.081 perusahaan. Setiap tahun, kata Budi, sekitar 200 hingga 300 perusahaan berada di bawah pengawasan menyusul laporan publik, dan untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah mereka berjalan dengan lancar dan mereka memiliki izin, katanya.

Postcomended   Motoris Amerika Ancam Boikot Harley Davidson, Trump "Tepuk Tangan"

“Kami memeriksa kualitas air limbah. Jika kondisinya tercemar, kami menjatuhkan sanksi kepada perusahaan,” kata Budi. Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas lingkungan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah merencanakan untuk meningkatkan jumlah biopori dan sumur serapan air hujan, dan juga untuk menanam kembali bakau.

Dalam mengatasi masalah ini, Pemerintah Indonesia telah merumuskan rencana aksi nasional, yang memiliki lima pilar utama: perubahan perilaku; menekan polusi berbasis lahan; menekan polusi berbasis laut; menekan produksi dan penggunaan plastic, meningkatkan mekanisme pembiayaan, reformasi kebijakan, dan penegakan hukum.

Postcomended   Dengan Emosi Aktris "Baywatch" Ini Nyatakan Dukungan kepada Pendiri WikiLeaks

Pada Rabu (20/3/2019), aparat Satpol-PP Kabupaten Tangerang, Banten, menutup sementara pabrik peleburan alumunium di Desa Margamulya, Kecamatan Mauk karena tidak mengantongi izin. Dan ternyata, perusahaan ini juga dianggap melanggar ketertiban umum, sesuai laporan masyarakat, karena polusi udara berupa asap kehitaman yang menyelimuti perkampungan penduduk.

Asap hasil aktivitas pabrik diduga tidak disaring terlebih dahulu sehingga, menurut pengakuan warga, penduduk sekitarnya mengalami batuk-batuk dan mata perih. Tak hanya itu, limbah cair pabrik juga disebiut sengaja dialirkan ke Kali Bebulak yang berada sekitar perumahan warga.

Saat melakukan penertiban, petugas mengikutsertakan aparat Polsek Mauk dan Koramil setempat sebagai antisipasi terjadi tindak kriminalitas.***

Postcomended   Tiga Lembaga Amerika Ungkap Rahasia Terbaru Peristiwa G30S

 


Share the knowledge

Leave a Reply