Internasional

5 Agustus dalam Sejarah: Mobil Kijang Sarat Bom Meledak di Dekat JW Marriott

Share the knowledge

 

Tangkapan kamera CCTV setelah bom meledak di depan hotel JW Marriott pada Agustus 2003, enam tahun sebelum bom bunuh diri kedua menyasar hotel yang sama pada 2009 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=8cvfBU6b

Tangkapan kamera CCTV setelah bom meledak di depan hotel JW Marriott pada Agustus 2003, enam tahun sebelum bom bunuh diri kedua menyasar hotel yang sama pada 2009 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=8cvfBU6bww8)

Pada tanggal ini tahun 2003, satu mobil Kijang sarat bahan peledak, meledak di depan hotel JW Marriott, Jakarta. Kepala sang bomber, Asmar Latin Sani, disebut terlepas dari badannya dan tersangkut di lantai tiga JW Marriott.

Ledakan ini menewaskan 12 orang dan melukai hampir 150 orang. Laman The New York Times menyebutkan, para korban umumnya adalah ekspatriat dan orang-orang kaya Indonesia yang antara lain sedang makan siang ketika mobil itu meledak.

Ledakan itu merusak lantai bawah hotel berlantai 33 itu dan menyebabkan kerusakan besar pada gedung perkantoran yang menampung kedutaan-kedutaan besar negara-negara Skandinavia, dan kantor perwakilan Indonesia dari banyak perusahaan Amerika Serikat (AS).

Postcomended   Studi: Orang LGBT Lebih Berpotensi Terkena Demensia

Pada saat ledakan terjadi, juru bicara JW Marriott,  John Wolf, mengatakan, sebanyak 273 tamu terdaftar di hotel dengan 333 kamar ini.

Para pejabat Indonesia menjelaskan seperti dilansir The New York Times, mobil itu tampaknya bergerak pada saat diledakan, sehingga disimpulkan bahwa serangan itu adalah pekerjaan seorang pembom bunuh diri yang menyasar kepentingan-kepentingan AS  di Indonesia.

JW Marriott adalah jaringan hotel milik AS. Hotel ini dipandang sebagai simbol pengaruh Barat terhadap Indonesia, dan pernah menjadi tempat bagi staf kedutaan AS untuk menginap.

Bom JW Marriot meledak pada hari-hari terakhir persidangan para pria yang dituduh merencanakan dan melakukan serangan bom di Kuta Bali pada Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang dan telah dikaitkan dengan Jamaah Islamiyah (JI), kelompok terkait Al Qaeda yang diyakini mendukung pembentukan negara Muslim di Asia Tenggara.

Postcomended   Skandal Korupsi Zumi Zola, Lingkaran Setan Suap Menyuap

Vonis pertama, yang melibatkan persidangan Amrozi, pria yang dituduh memainkan peran sentral dalam merencanakan serangan Bali, dijadwalkan akan dijatuhkan dua hari sejak hari ini.

Mobil yang dikendarai pelaku diduga memuat enam jerigen berisi bahan kimia berbahaya. Dua jerigen berisi bahan peledak yang terdiri dari trinitrotoluena (TNT), Research and Development Explosive (RDX), Teril, dan sedikit High Melting Explosive (HMX). Sedangkan empat jeriken lainnya berisi bensin bercampur minyak tanah.

Siapa Asmar Latin Sani? Menurut Kapolri kala itu, Dai Bachtiar, Asmar adalah anggota kelompok Mustofa. Dengan alasan jihad, Mustofa membentuk laskar chos beranggota 10-15 orang yang berani menantang maut.

Mustofa adalah satu dari sembilan tersangka yang ditangkap di Semarang dan Jakarta beberapa waktu lalu terkait penemuan bahan peledak lebih dari dua ton. Ia juga diduga bekas ketua mantiqi tiga JI, dengan wilayah Sulawesi dan Filipina Selatan.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top